Managing Basic Education

GREEN APPLE
Suara MBE Kota Batu
Edisi 1 tahun 1: Agustus-September 2004

Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

ARTIKEL

Bagaimana mengatur kerja kelompok
                             (Hadi Suwono)

Kerja kelompok merupakan salah satu metode mengajar yang diterapkan pada hampir semua bentuk pembelajaran. Kerja kelompok dilakukan sebagai pendekatan pembelajaran, karena:

  • Melatih bekerja dalam kelompok (teamwork)
  • Melatih keterampilan berkomunikasi
  • Pembagian kerja
  • Melatih kemampuan bertanggung jawab
  • Melatih keterampilan sosial (kepemimpinan, sikap positif)

Untuk menjadikan kerja kelompok bermakna dan bukan hanya sekedar sebagai metode yang diharapkan dilaksanakan, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.

Pengelolaan Kerja Kelompok

  1. Anggota kelompok tidak boleh lebih dari 6 karena dapat mengganggu komunikasi.

  2. Untuk SD/SMP sebaiknya setiap kelompok diberi nama (misalnya nama binatang, bintang, ilmuwan)

  3. Setiap kelompok harus mempunyai pembicara, penulis, yang diatur secara bergantian

  4. Anggota kelompok harus saling mengenal satu sama lain

  5. Pembentukan kelompok dilakukan oleh siswa sendiri namun guru dapat mengubah sesuai dengan situasi kelas.
  6. Kelompok-kelompok harus mengetahui apa yang akan dilakukan dan dapat mengatur posisi kerja kelompok.

  7. Perintah harus diberikan kepada siswa dalam bentuk tertulis sebelum siswa bekerja sehingga setiap anggota kelompok mengetahui apa yang menjadi tugasnya.

  8. Guru harus menentukan waktu untuk kegiatan kerja kelompok.

  9. Pembicara kelompok harus melaporkan hasil kelompok kepada kelas. Hasil observasi serta hasil lain harus ditulis di papan tulis.

  10. Sementara siswa bekerja guru berkeliling untuk membantu siswa yang menemui kesulitan. Harus diingat bahwa guru hanya membantu bila diperlukan.

Memformulasi petunjuk untuk bekerja kelompok

Untuk memperoleh hasil kerja kelompok seperti yang diharapkan maka petunjuk-petunjuk harus dirumuskan secara cermat dan dengan memperhatikan tingkat kesukaran serta disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, terutama jika di SD.

  • Petunjuk tentang peraga, alat-alat, bahan eksperimen, dan lain-lain harus sederhana. Ini untuk menjaga supaya setiap orang berbicara tentang hal yang sama. Petunjuk ini dapat berupa:
    Amatilah..., Deskripsikan/Uraikan..., Apa yang kemu temukan.?..., dll.

  • Berikan pertanyaan yang menantang, yang memerlukan aktivitas keterampilan proses, komunikasi, serta kerja sama antar anggota kelompok.

  • Formulasikan petunjuk yang mendorong pemecahan masalah

  • Menurut pengalaman seharusnya instruksi tidak boleh lebih dari 3 buah.


APA-MENGAPA-BAGAIMANA

  1. Apakah rekayasa genetik? Dan bagaimana melakukannya?
    Rekayasa genetik atau manipulasi genetik adalah suatu upaya memanipulasi sifat genetik makhluk hidup untuk menghasilkan makhluk hidup yang berperan penting dalam menghasilkan produk. Memanipulasi sifat genetik ini dilakukan dengan mengubah, menambah atau mengurangi DNA (merekombinasi DNA).

  2. Jatuhkan dua koin yang berbeda besarnya pada ketinggian yang sama. Koin manakah yang akan mencapai tanah lebih dahulu?.
    Kedua koin meskipun berbeda besarnya akan mencapai tanah secara bersama-sama, mengapa demikian? Karena faktor yang mempengaruhi gerak jatuh bebas adalah gaya tarik bumi (gravitasi), bukan masa benda.

  3. Apakah singkong termasuk tumbuhan dikotil? Bagaimana membuktikannya?
    Singkong termasuk tumbuhan dikotil. Tetapi singkong yang ditanam oleh masyarakat berakar serabut karena dibiakkan melalui stek batang. Bukti bahwa singkong merupakan dikotil adalah:

    • bijinya berlembaga 2
    • tulang daunnya menjari
    • batangnya berkambium

(Kiriman: Hadi Suwono)

INFO MBE TERKINI

Jadwal kegiatan MBE bulan Oktober

  • 3-7 Oktober 2004, Pelatihan PAKEM Matematika dan IPA, di Hotel Inna Garuda Jogjakarta

  • 9-12 Oktober 2004, Lokakarya Pemetaan dan Pendataan untuk daerah baru, di Hotel Merdeka Madiun

  • 18-20 Oktober 2004, Review Kegiatan MBE 2004 dan Perencanaan Kegiatan 2005, di Hotel Klub Bunga Batu.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID