Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH
LANGUAGE

HOME

Hal. 1

Hal. 2

Hal. 3

Hal. 4


MANAGING BASIC EDUCATION

Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah
Pengenalan Program

Apakah Program MBE itu?

MBE, adalah singkatan dari Managing Basic Education atau Program Pengelolaan Pendidikan Dasar. Program yang didukung oleh USAID ini bertujuan meningkatkan kemampuan SDM di tingkat Kabupaten/Kota (Daerah) agar mampu mengelola Pendidikan Dasar. MBE adalah suatu bagian dari program USAID yang lebih luas dalam meningkatkan kemampuan SDM Pemerintah Daerah. Pendidikan Dasar dipilih sebagai fokus program ini dengan alasan bahwa sektor ini adalah bagian terbesar yang dikelola oleh Daerah. Selain itu, Pendidikan Dasar adalah kunci pembangunan sosial dan ekonomi, baik untuk masa kini maupun masa depan. Program ini dikelola oleh konsultan RTI (Research Triangle Institute).

Program ini diutamakan bekerja di tingkat kabupaten/kota, dengan mengembangkan praktek-praktek yang baik yang sudah ada dan mendorong pengembangan dan diseminasi praktek yang baik tersebut dan gagasan-gagasan lain di tingkat kabupaten/kota. Praktek ini meliputi:

  • Fasilitas dan Pengelolaan Pegawai
  • Pendanaan Sekolah
  • Manajeman Berbasis Sekolah (MBS) dan Peran Serta Masyarakat (PSM)
  • Proses Belajar Mengajar

The Origins of MBE (sedang membuat Bahasa Indonesia 1/12/2005)

MBE is essentially building on past innovations. The Active, Creative, Joyful and Effective Learning (PAKEM) program builds on work done by the Active Learning through Professional Support (ALPS – or CBSA in Bahasa Indonesia) program, which started in Cianjur in 1980 and ran until 1993. This also pioneered the school cluster and teachers’ working group system which has been universally adopted in Indonesia and is key pillar of support for teachers under the MBE program. A similar program for junior secondary schools (PKG – Peningkatan Kemampuan Guru) established the teachers’ working group system (MGMP) at that level.

School Based Management (SBM) became an increasingly important issue in the late 1990s. The School Committees were established to help manage and oversee school grant and scholarship programs and SBM was written into the government’s five year plan in 2000. Original concepts of SBM focused more on the management of funding than quality improvement. This changed with the development of the Creating Learning Communities for Children (CLCC) Program which was started by UNESCO and UNICEF in 1999, where the focus was on managing quality improvement. The CLCC program also sought to involve the community in supporting schools and making them more accountable. The incorporation of PAKEM in this program also served to revive active learning. The SBM, Community Participation and PAKEM approaches of CLCC are those being applied in the MBE program.

Funding of schools has long been an important issue and has become more so with the decentralisation of government, whereby district governments now manage schools. An initiative supported by the Asian Development Bank (ADB), the Decentralised Social Services Delivery (DSSD) program worked with three districts in 2000 to develop equitable ways of providing direct funding to schools to support SBM. MBE is building on this initiative in its formula funding component and is indeed working in two of the former DSSD districts.

Strengthening district management of education became a priority with the decentralisation of local government. MBE is building on initiatives started under the World Bank Basic Education Projects in 1997-8. These developed school mapping, data collection and planning for use of resources, especially buildings and teachers, based on the data collected.

Dimanakah Program ini Dilaksanakan?

Saat ini program sedang berjalan di 10 daerah di Propinsi Jawa Tengah dan Timur - (lihat peta pada hal. 2). Pada tahun 2005 direncanakan penambahan 10 daerah baru.

Bagaimana Cara Memilih Daerah?

Program bekerja sama dengan daerah yang mempunyai tekad untuk mengembangkan sistem pendidikan dasar mereka. Dalam banyak hal Daerah yang terpilih adalah daerah yang telah membuktikan tekadnya dengan melakukan inovasi yang dikembangkan sendiri.

Pengembangan Model

Program bekerja untuk mengembangkan model pengelolaan pendidikan yang baik di dua kecamatan dalam tiap Daerah. Di dua kecamatan ini program bekerja dengan 20 sekolah - 10 sekolah di tiap kecamatan mencakup sekolah umum dan agama (SD/ MI dan SMP/MTs) baik negeri maupun swasta - untuk mengembangkan model praktik terbaik dalam hal Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat (PSM), serta Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) atau di tingkat SMP disebut sebagai Pembelajaran Konstekstual (CTL).

Program dimaksudkan untuk membangun model dalam meningkatkan kemampuan daerah, termasuk mengembangkan tim pelatih di tingkat daerah. Kemudian daerah diharapkan menindaklanjuti penyebarluasan model ini dengan bantuan teknis dan manajemen dari RTI. Hal ini merupakan bagian penting dalam membangun rasa memiliki program dan kesinambungan program.

Program ini Bekerja Sama dengan Siapa?

Program bekerja sama dengan antar-lintas stakeholder (pihak yang berkepentingan) pendidikan, termasuk:
  • Lembaga Legislatif: DPRD dan Dewan Pendidikan
  • Lembaga Eksekutif: Bappeda, Dinas Pendidikan, Bagian Keuangan, dan Depag;
  • Sekolah dan Masyarakat setempat: Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, dan orang tua murid.

Kegiatan yang dilakukan pada umumnya meliputi masing-masing kelompok stakeholder, dalam rangka membangun kesamaan visi, pendekatan kooperatif, dan pengembangan sebuah kelompok stakeholder yang tahu dan mengerti isu-isu pendidikan.



Sebelum program MBE dimulai Pemda, staf, dan masyarakat sekolah di Batu secara swadaya telah mengunjungi sekolah MBS di kabupaten lain. Setelah kunjungan ke sejumlah sekolah, banyak sekolah membentuk paguyuban kelas untuk masing-masing kelas. Mereka membantu memasang papan pajangan, membuat alat bantu mengajar, dan aktif dalam menindak lanjuti anak yang tidak masuk sekolah.




Halaman Berikut

HOME





RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID