HOME
Hal. 1
Hal. 2
Hal. 3
Hal. 4
|
Apa Saja Kegiatan MBE ?
Mendukung Pengelolaan Pendidikan
* Pemetaan dan Perencanaan
Data terkini dan disusun secara baik adalah alat penting bagi pengelolaan pendidikan yang baik. Data ini, jika tersusun dengan baik, dapat dengan mudah diakses untuk keperluan lain misalnya menganalisis kebutuhan pendanaan sekolah. Di beberapa daerah data bahkan sering sangat tertinggal, dan jika ada data sering tidak didayagunakan. Program MBE mendukung Pemetaan Sekolah dan Pengumpulan Data di dua kecamatan binaan pada tiap Daerah. Suatu tim diseleksi oleh Daerah untuk melaksanakan pemetaan ini.
|
Mereka ambil bagian dalam lokakarya pemetaan untuk mendiskusikan kebutuhan data dan pelaksanaan pengumpulan data. Data kemudian dikumpullkan, dimasukkan dalam program spreadsheet yang sederhana dan dianalisis. Informasi yang termasuk di dalam database meliputi:
- Peta sekolah-sekolah di kecamatan
- Data penduduk umur sekolah
- Data sekolah, guru, dan murid
- Data kondisi bangunan sekolah
- Jarak antar sekolah
- Data keuangan dan data lain yang dibutuhkan.
Data tersebut kemudian dianalisis oleh tim pemetaan. Berdasarkan analisis tersebut, setiap Daerah dapat membuat perencanaan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pendidikan dasar di dua kecamatan tsb. Perencanaan tersebut meliputi:
- Daftar sekolah-sekolah yang digabung serta perencanaan untuk sekolah dengan kelas rangkap (multi-grade schools)
- Daftar sekolah yang mengalami kelebihan guru, dan daftar sekolah yang kekurangan guru, perencanaan untuk mengalihkan guru (mutasi) dan daftar guru baru yang dibutuhkan
- Prioritas perbaikan gedung sekolah
- Perencanaan pembangunan SMP atau MTs yang baru
Program mendukung Daerah dalam hal membuat data agar menjadi selalu terkini. Beberapa Daerah telah menyebarluaskan pemetaan sehingga mencakup seluruh daerah, dengan menggunakan dana sendiri. Kabupaten Pacitan telah melakukannya dan sudah mencakup 21 kecamatan.
|
|
Contoh usulan Kecamatan Gringsing, Kab. Batang
- 8 SD digabung menjadi 4 sekolah
- Pembentukan 4 Sekolah kelas rangkap dan satu SD kecil
- Memindahkan kelebihan 2 kepala sekolah dan 14 guru ke sekolah yang kekurangan guru
- Penunjukan 29 guru baru untuk SD dan 50 untuk SMP
- Prioritas perbaikan untuk 3 ruang kelas yang tidak dapat terpakai dan 40 rusak berat ( dari jumlah total 91)
|
* Pendanaan Sekolah
Pendanaan yang mencukupi merupakan hal penting untuk mendukung MBS. Praktik terbaik menunjukkan bahwa lebih efisien jika kepala sekolah, guru, dan komite sekolah mengelola sendiri pembelian buku, materi pembelajaran, dan kebutuhan operasional lainnya, termasuk untuk pemeliharaan gedung sekolah. Jika pendanaan dialokasikan dan didistribusi-kan langsung ke sekolah, kepala sekolah dan komite sekolah dapat merencanakan penggunaan dana tersebut sesuai dengan tujuan sekolah tersebut (MBS) dan masyarakat setempat dapat memperoleh informasi secara transparan tentang asal, jumlah, dan tujuan penggunaan dana tersebut.
Kepala Sekolah SD Kauman 3 dan 4 yang direncanakan untuk digabung. Kedua sekolah tersebut terletak pada satu komplek dan jumlah muridnya menyusut. Beberapa kelas di SD 3 dalam kondisi yang memprihatinkan.
|
Dana haruslah dialokasikan secara adil-proporsional (equitably) dan transparan. Sekolah dengan murid lebih banyak secara relatif seharusnya menerima dana operasional lebih banyak, dan setiap orang harus tahu berapa yang didapat tiap sekolah. Beberapa Daerah telah melaksanakan pola pendanaan sekolah seperti di atas. Mereka mengembangkan formula/rumus untuk menghitung pendanaan ini yang sering disebut Dana Alokasi Sekolah (DAS). Variabel yang umum digunakan mencakup jumlah murid dan jumlah ruang di sekolah.
|