HOME
Hal. 1
Hal. 2
Hal. 3
Hal. 4
|
Pengembangan Model Inovasi
* Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
Pada masa lalu sekolah dikelola secara sentralistik. Daerah dan sekolah hanya mempunyai wewenang dan tanggung jawab terbatas. Pendelegasian tanggung jawab dan sumber daya ke sekolah memberi kesempatan kepada mereka untuk menemukan dan memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Hal ini memotivasi sekolah dan masyarakat untuk memecahkan masalah, yang dahulu dianggap di luar kekuasaan mereka. Program MBS melatih kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan anggota masyarakat agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada secara lebih baik.
Mereka secara bersama mengembangkan rencana pengembangan sekolah yang terpadu dengan penekanan pada peningkatan mutu pembelajaran. Mereka juga mengembangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS) yang terpadu sehingga menampilkan semua asal pendapatan dan belanja. APBS ini biasanya dipasang pada papan untuk dapat dilihat oleh semua orang. Keterbukaan ini memicu dukung-an aktif dari masyarakat setempat.
* Peran Serta Masyarakat
Program memberikan pelatihan kepada masyarakat (termasuk Komite Sekolah) dan pihak sekolah untuk bekerja sama dalam mendukung sekolah mereka. Tujuannya adalah mendorong masyarakat setempat supaya mereka merasa "memiliki" sekolahnya dan lebih berperan dalam kegiatan sekolah.
Dukungan ini dahulu pada umumnya hanya terbatas pada pemberian dana ke sekolah, tetapi lambat laun masyarakat lebih bertanggung jawab dalam memperbaiki dan merawat gedung sekolah. Di beberapa sekolah orang tua dan masyarakat telah membentuk paguyuban kelas untuk mendampingi kegiatan di kelas secara langsung, dan ada pula orang tua yang membantu guru di kelas.
|
Jika dana diberikan secara langsung dan dikelola oleh masyarakat setempat, mereka dapat mengelola secara lebih efisien. Setiap Pemda mempunyai cerita dan pengalaman bahwa dana yang seharusnya dipakai untuk membangun/memperbaiki satu ruang kelas menjadi cukup untuk dua ruang kelas.
Hal ini dapat terjadi karena pengelolaan yang efisien di tingkat lokal dan adanya sumbangan sukarela dari masyarakat setempat.
|
* PAKEM
Tujuan utama program MBE adalah meningkatkan kualitas pendidikan anak. Biasanya anak lebih banyak belajar melalui penghafalan fakta dan proses. Sebagai akibatnya, banyak murid yang tamat sekolah namun memiliki kemampuan bahasa dan pemecahan masalah yang rendah, serta tanpa kreativitas guna menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kaya dan mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.
Hasil pelatihan PAKEM ialah guru menggunakan strategi pengajaran yang berbeda, termasuk pembelajaran yang lebih interaktif dan lebih banyak kegiatan praktik. Murid diharapkan berpikir dan meng-gali lebih banyak dari diri sendiri, daripada hanya diberitahu jawabannya. Tulisan ditulis dalam bahasa mereka sendiri, dibandingkan hanya menyalin dari papan tulis atau buku. Lingkungan kelas dibuat lebih menyenangkan anak, hasil karya anak dipajangkan, dan pemakaian alat bantu mengajar yang menarik.
Bagaimana Program Berjalan?
Pengelolaan Pendidikan di Kabupaten/Kota
Program MBE diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM daerah dalam mengelola program yang dirancangnya. Untuk mendukung pemetaan sekolah, sebuah tim yang terdiri atas staf dinas kabupaten/kota dan kecamatan, termasuk pengawas dibentuk. Dengan dukungan lokakarya dan pendampingan langsung dari RTI, tim ini menganalisis kebutuhan data, mengumpulkan dan menganalisis data, serta membuat perencanaan untuk menangani masalah yang teridentifikasi dari analisis tsb.
Demikian pula untuk Dana Alokasi Sekolah/Formula Funding, dengan dampingan konsultan kami, DAS dirancang bersama oleh tim Daerah sendiri, sesuai dengan kebutuhan mereka.Program MBE mendukung pengembangan pendekatan-pendekatan secara inovatif di Daerah binaan dan mendukung penyebarluasannya melalui lokakarya, studi banding antar Daerah, ataupun melalui publikasi berupa buletin triwulanan.
|