Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH
LANGUAGE

HOME

Hal. 1

Hal. 2

Hal. 3

Hal. 4

Pengembangan Sekolah dan Masyarakat

Tim Fasilitator yang terdiri atas pengawas, kepala sekolah, guru, dan anggota masyarakat dipilih di tiap Daerah untuk mendukung program pelatihan sekolah dan masyarakat. Mereka dilatih oleh sebuah tim tingkat nasional yang berpengalaman dalam bidang MBS, PSM, dan PAKEM. Pelatihan bersifat praktik, termasuk melakukan kunjungan ke sekolah untuk melihat bentuk KBM yang baik. Pelatihan PAKEM berdasarkan pola pemodelan/modelling pelaksanaan KBM yang baik dan mempraktikkannya di sekolah.

Tim Fasilitator daerah ini kemudian secara bersama-sama melatih Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan guru untuk merancang RIPS dan RAPBS, serta meningkatkan peran serta masyarakat. Kepala sekolah dan semua guru di tingkat SD/MI dan 10 guru di tingkat SMP/MTs (5 mapel utama x 2 guru) dilatih PAKEM/Pembelajaran Konstektual. Pelatihan untuk fasilitator dan Sekolah selalu berkelanjutan - paling tidak masing-masing mendapatkan dua kali setahun. Hal ini didukung oleh pengawasan pada pelaksanaannya, pelatihan dan pendampingan oleh fasilitator, serta kegiatan rutin melalui KKG di SD dan MGMP di SMP.

Pelatihan Praktik dengan Bantuan dari Konsultan

Manajemen Program di Daerah

Program ini didukung oleh seorang koordinator program di tiap daerah yang bekerja di lingkungan kantor Pemda. Koordinator ini memainkan peran penting untuk meyakinkan bahwa hasil pelatihan dan kegiatan lainnya dilaksanakan dengan menawarkan dukungan dan pengawasan. Mereka juga cepat menemukan masalah dan mengundang konsultan di tingkat propinsi dan pusat untuk memecahkan masalah tersebut. Tim konsultan teknis berada di tingkat pusat dan di setiap propinsi untuk mendukung program tsb.

Keberlanjutan dan Penyebarluasan

Program MBE dirancang untuk jangka panjang, dan hanya bekerja sama dengan daerah yang bertekad untuk mengembangkan mutu pelayanan pendidikan mereka. Program mengembangkan model untuk disebarluaskan, program juga mengembangkan tim fasilitator/pelatih yang dapat digunakan oleh daerah dalam melatih kecamatan atau pun sekolah di luar binaan program.

Antar lintas stakeholder dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan Daerah serta sekolah banyak yang berinisiatif untuk melaksanakannya. Kegiatan di tingkat daerah berbiaya rendah. Beberapa kabupaten telah memulai pemetaan sekolah di kecamatan non-binaan dan menyebarluaskan program MBS dan PAKEM ke sekolah yang lain secara swadaya. Beberapa kunci lain menuju sukses:
* Studi banding ke daerah yang sukses melaksanakan program dan inovasi, dalam rangka mengajak stakeholder untuk melihat inovasi yang sedang dilaksanakan.
* Pentingnya pelatihan beragam stakeholder secara bersama, hal ini untuk menyebarluaskan pengetahuan dan membangun dukungan setempat secara mendasar, contoh: pelatihan komite sekolah, pengawas, dan kepala sekolah bersama para guru dapat menolong setiap pihak untuk mendukung guru mereka dalam menerima inovasi.

Publikasi dan Website:

Secara rutin program MBE menerbitkan bulletin triwulanan "Suara MBE". Selain itu juga dapat dilihat di website: mbeproject.net. Diharapkan bahan-bahan berikut dapat diterbitkan pada pertengahan 2004:
* Pedoman Pemetaan Sekolah
* Bahan penunjang untuk guru
* Studi tentang (i) Peran Komite Sekolah, (ii) Peran Kepala Sekolah, dan (iii) Pelaksanaan Perubahan di Kabupaten Probolinggo.
Untuk mendapatkan bahan publikasi di atas, silakan menghubungi kami di alamat tertera di bawah.

Apa Yang Telah Dicapai?

  • Semua daerah telah membuat perencanaan untuk meningkatkan pengelolaan fasilitas sekolah dan pegawai.
  • Beberapa daerah telah memperkenalkan Formula Dana Alokasi Sekolah untuk mendukung biaya operasi dan perawatan.
  • Sekolah dan masyarakat telah bekerja sama untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan Sekolah.
  • APBS telah dipajangkan di sebagian besar sekolah.
  • Orang tua dan masyarakat menolong sekolah melalui berbagai hal, dukungan dana, perbaikan fisik, dan secara bertahap membantu guru dan anak di kelas.

  • Guru mengelola kelas sehingga menjadi menarik murid untuk senang belajar, termasuk memasang hasil karya anak sebagai pajangan.

  • Kelas dikelola untuk mendukung pembelajaran secara kooperatif.
  • Hasil karya anak secara bertahap menjadi hasil olah pikir mereka dan ditulis dengan kata-kata sendiri.



Liflet ini diterbitkan oleh konsultan RTI International dengan bantuan dari USAID




HOME





RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID