Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

JALAN-JALAN DI JAWA TIMUR

SD Bungur 1, Kecamatan Tulakan, Pacitan

SD Bungur 1 di Kecamatan Tulakan terletak sekitar 34 Km dari kota Pacitan dan dapat dijangkau lewat jalan berliku-liku di gunung. Meskipun berada di daerah pedesaan, guru dan kepala sekolah mempunyai komitmen tinggi untuk memajukan sekolah. Di semua kelas pengelolaan meja dan kursi mendorong interaksi antara siswa. Di beberapa kelas sudah nampak pajangan yang sebagian besar merupakan hasil karya anak sendiri (bukan salinan dari guru atau anak lain).

Wahyu dan Guru kelas 6

Wahyu siswa kelas 4 menunjukkan lukisannya di pajangan kelas ( kiri atas ) Guru kelas 6, Ibu Lilis Mugilestari dan Ibu Titik, pelatih nasional mengamati anak berdiskusi belajar IPS ( kanan bawah )

MIN Tulakan,Pacitan

Orang Tua Siswa

Orang tua anak Taman Kanak-Kanak di lingkungan MIN Tulakan, Pacitan menunggu di depan kelas. Ternyata minat orang tua ini terhadap sekolah sangat tinggi. Kehadiran mereka di sekolah merupakan suatu kesempatan. Bagaimana kalau beberapa orang tua diajak bergiliran membantu sekelompok anak di kelas? Bagaimana kalau sewaktu-waktu ada diskusi dengan orang tua tentang cara membantu anaknya supaya siap masuk kelas 1?

Cerita dan Pertanyaan dari Daerah

Kami siap menjawab pertanyaan Anda berkait dengan semua kegiatan program MBE. Kami juga minta dikirimi cerita Anda dari daerah MBE tentang inovasi atau isu pendidikan baik di tingkat sekolah, masyarakat, maupun kabupaten. Kirimkan kepada kami di Jakarta untuk Suara MBE. Bila disertai foto, lebih bagus lagi. Kirimkan melalui pos, fax atau e-mail. Alamat, nomor fax, dan e-mail ada di halaman belakang.

SMP Muhammadiyah, Tulakan, Pacitan

SMP Muhamadiyah mempunyai 258 siswa yang dibagi 8 rombongan belajar. Mereka mempunyai perpustakaan baru yang dibangun dengan bantuan hibah dari pusat. Kepala sekolahnya, Bpk. Bambang Sutaryo, sangat antusias untuk mengembangkan sekolahnya. Menurut penelitian beliau masalah utama adalah pembelajaran. Meskipun siswa dapat menjawab benar soal pilihan ganda pada saat ujian, sebagian besar diantaranya tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjawab begitu. Ternyata mereka lebih banyak menghafalkan jawaban daripada memahami pokok bahasan, yang dipelajari.

Kepala Sekolah

Kepala Sekolah SMP Muhamadiyah, Tulakan, Bpk. Bambang Sutaryo

SD Baleharjo II, Pacitan

SD Baleharjo II baru dilatih dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) tetapi sudah mulai mengembangkan sekolahnya sesuai prinsip MBS. RAPBS telah dibuat bersama Komite Sekolah dan dipajangkan secara terbuka di kantor sekolah. Kalau anak masuk pagi mereka harus memutar jam masuk di kelas. Ini membantu mereka mempelajari jam, serta mengembangkan sikap ketepatan waktu. Di beberapa kelas ada kotak 'Sarapan Pagi'. Anak-anak telah menyusun soal untuk dijawab temannya. Kalau anak-anak masuk pagi mereka mengambil soal tersebut untuk dikerjakan sebelum pelajaran lainnya dimulai.

RAPBS, Kotak sarapan, Anak-anak kelas 1

RAPBS dipajangkan secara transparan di kantor (paling atas), Kotak Sarapan Pagi di kelas 5 (atas kanan), Mega, anak kelas 3 memutar jam pagi saat masuk sekolah pagi (atas kiri), Anak-anak kelas 1 dibantu gurunya, Ibu Mintarti, menggunakan sempoa dalam pelajaran Matematika (kanan bawah)

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID