Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Beberapa Cerita Penting di Dalam

Sekolah Binaan MBE Lebih Cepat Maju: Dari data ujian SD kelas 6 dari Madiun dan Pacitan ternyata ranking sekolah binaan MBE di kecamatan meningkat tajam sejak ada MBE. Ternyata di Kota Madiun dari 14 SD dan MI binaan MBE, 12 di antaranya naik ranking, satu SD tetap sama, dan satu SD menurun satu tingkat. Bacalah lebih lanjut pada hal. 19.

Dewan Pendidikan seluruh daerah MBE membuat kesepakatan yang mecerminkan harapan mereka untuk memajukan pendidikan dalam rangka program MBE. Bacalah kesepakatan tersebut pada hal. 2

Portofolio Merekam Kemajuan Anak: Beberapa guru menggunakan portofolio hasil karya untuk untuk merekam kemajuannya. Bacalah cerita tentang sekolahnya Maria Ulfah, salah satu pelatih nasional MBE pada hal. 3

Anak Menulis Refleksi: Banyak sekolah yang mengajak siswa untuk memberi umpan balik kepada guru tentang pembelajaran melalui menulis tanggapan mereka sendiri tentang pembelajaran: hal. 20

Pengawas dari empat kabupaten di Jawa Timur berkunjung ke sekolah binaan MBE di Banyuwangi dalam rangka kegiatan yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dan Dinas Pendidikan Jawa Timur: hal. 8

Pelatihan Sekolah Multi-Grade: MBE telah mengadakan pelatihan untuk sekolah yang gurunya merangkap kelas: hal. 17

Contoh Pembelajaran PAKEM dicantumkan di banyak tempat di edisi ini, dan khususnya pada halaman 18 bagi guru dan pihak pendidikan lainnya yang ingin tahu.

Orientasi untuk program DBE: MBE telah mengadakan suatu lokakarya orientasi di Batu tentang MBE untuk pihak yang menjalankan program baru USAID namanya Decentralised Basic Education (DBE). Di sebelah kanan Bpk. Mark Heyward dari DBE berkunjung ke sebuah sekolah di Blitar.

Cerita dari 20 Daerah MBE:MBE sudah masuk 20 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu:

  • Jawa Tengah: Kabupaten Banyumas, Kebumen, Pati, Purbalingga, Purworejo, Semarang, Sukoharjo, dan Kota Magelang

  • Jawa Timur: Kabupaten Banyuwangi, Blitar, Magetan, Malang, Nganjuk, Pacitan, Probolinggo, Situbondo, Trenggalek, dan Kota Batu, Madiun dan Pasuruan


Bpk. Mark Heyward

Bpk. Mark Heyward dari DBE berkunjung ke sebuah sekolah di Blitar.

Sebagian besar program berdasarkan program MBE termasuk bantuan manajemen pendidikan tingkat kabupatan/kota, pengembangan pendanaan operasional sekolah dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah melalui program MBS, peran serta masyarakat dan PAKEM.

Untuk mempelajari program MBE dan dampaknya di lapangan para konsultan yang membantu program baru ini telah berkumpul di Batu selama tiga hari untuk mendengar langsung dari pelaksana program di lapangan yang terkait dalam program MBE tingkat kabupaten/kota.

Serta mengunjungi beberapa sekolah binaan MBE dan CLCC (program UNESCO-UNICEF) di Batu, Blitar dan Probolinggo.

Sekolah di Desa Menonjol

Setelah jalan agak jauh dari Kota Pati ke Kcamatan Jakenan dan beberapa kilometer lagi melalui jalan kecil kami tiba di SD Sonorejo, Kecamatan Jakenan, Pati. Kami begitu kaget melihat sekolah yang dalam banyak hal lebih maju daripada sekolah di daerah perkotaan. Rata-rata semua pembelajaran secara rutin bersifat PAKEM. Anak mengerjakan tugasnya secara mandiri dan mutu pekerjaannya sangat mengesankan.

Anak kelas awal sudah biasa menulis dengan kata-kata sendiri. Di gambar 1 di bawah Ibu Kostina, guru kelas 2, mengamati tulisan Eko sepanjang satu halaman. Di gambar 2 Umi, siswa kelas 4 menggambar, membandingkan dan mendeskripsikan berbagai bunga.

Di kelas 6 (gambar 4 bersama guru Ibu Haryati) setiap siswa mempunyai tempat pajangan sendiri yang terisi berbagai macam pekerjaan termasuk Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Suasana sekolah sangat menyenangkan, dan siswa sama sekali tidak terganggu pada saat tamu masuk kelasnya. Di kelas 1 ada orang tua, Ibu Sutiyah, membantu anak (gambar 4 bersama Kasubdin TK-SD, Bpk Sarpan).

Ibu Kostina dan Umi Siswa kelas 4
Ibu Sutiyah dan Bpk. Sarpan

Ibu Haryati

Perubahan telah terjadi secara merata di semua kelas dan mutu pekerjaan anak sangat baik. Di mana kunci ke-berhasilan ini? Para guru tertawa ketika kami bertanya tentang kepala sekolah! Mereka merasa Bpk Supar Atmoko (gambar di bawah di depan papan sekolah) adalah CS - berarti teman mereka. Bacalah tulisan Bpk Atmoko di halaman 6.

Peran Kapala Sekolah adalah kunci keberhasilan di banyak sekolah. Kepala Sekolah harus mempunyai visi yang cukup jelas tetapi juga praktis dan realistis. Dia juga harus bisa membawa guru-guru dan orang tua ikut berperan dan sekaligus menyerahkan banyak tanggung jawab kepada mereka, sehingga kepala sekolah, guru, dan ma-syarakat bekerja sebagai satu kesatuan. Kalau Anda ingin melihat sekolah yang mengikuti pola ini mohon kunjungilah SD Sonorejo!.

Bpk Supar Atmoko
RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID