Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Kiprah Program MBE Tahun 2005 di Kabupaten Malang

Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Malang dengan Program MBE diimplementasikan dalam berbagai kegiatan, diantaranya adalah pelatihan untuk sekolah dan masyarakat, yaitu pelatihan tentang MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), PSM (Peran Serta Masyarakat) dan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) tanggal 22-27 Agustus 2005, dan Pelatihan PAKEM I pada tanggal 19-24 September 2005. Gebrakan awal program MBE untuk masyarakat dan sekolah tersebut disambut sangat antu-sias oleh seluruh stakeholder.

Bupati Malang, Sujud Pribadi

Seperti nampak pada gambar 1, Bupati Malang, Sujud Pribadi menyempatkan hadir di antara peserta pelatihan untuk memotivasi dan menyambut baik adanya program MBE. Pada sisi lain, proses pelatihan ternyata memberi nuansa baru bagi peserta, berikut beberapa komentar yang sempat dihimpun: "Saya benar-benar memperoleh pengalaman yang lain daripada yang lain selama mengikuti pelatihan dengan gaya MBE seperti ini" ungkap salah satu peserta dari kalangan guru SD.

"Tidak seperti model pelatihan yang selama ini saya ikuti, gaya pelatihan MBE tidak membuat saya jenuh, tetapi menyenangkan karena diselingi dengan permainan-permainan yang segar, tanpa harus lepas dari materi yang dilatihkan" kata salah satu peserta dari unsur Komite Sekolah.

Seorang Guru MTs mengatakan: "Selama ini, model penataran atau pelatihan yang saya ikuti sering membuat peserta menjadi jenuh, lelah dan mengantuk, karena banyak waktunya peserta yang di-gunakan untuk mendengarkan fasilitator ceramah dalam waktu yang lama, sehingga hasilnya tidak begitu efektif dan efisien".

Seorang anggota TNI Angkatan Darat
Dua orang ibu guru

Hal serupa juga diungkap oleh seorang guru SD: "Dengan pelatihan MBE seperti ini, saya menjadi ingin cepat-cepat pulang dan cepat-cepat mencobakan ide-ide yang saya peroleh selama pelatihan kepada siswa saya. Saya bisa membayangkan alangkah senangnya siswa-siswa saya jika diajarkan dengan pendekatan pembelajaran seperti yang saya peroleh dalam pelatihan ini"

Para Pengawas dan Kepala Sekolah

Keberagaman latar belakang dan profesi para peserta pelatihan memberi warna tersendiri terhadap dinamika kelompok dalam membahas suatu permasalahan. Seperti nampak pada gambar 2 seorang anggota TNI Angkatan Darat, salah satu peserta dari unsur Komite Sekolah sedang mengungkapkan pendapatnya tentang pentingnya PSM. Sementara itu pada gambar 3 nampak dua orang ibu guru sedang memaparkan hasil kerja kelompoknya, sedang pada gambar 4, para pengawas, kepala sekolah, dan guru berbaur dalam suasana diskusi yang serius tetapi menyenangkan.

Sementara itu pada gambar 3 nampak dua orang ibu guru sedang memaparkan hasil kerja kelompoknya, sedang pada gambar 4, para pengawas, kepala sekolah, dan guru berbaur dalam suasana diskusi yang serius tetapi menyenangkan.

Suasana Pelatihan PAKEM 3 di Kota Madiun

Dalam setahun berlangsungnya Program MBE di Kota Madiun, Pelatihan PAKEM sudah dilaksanakan tiga kali. PAKEM 1 berisi perkenalan metode pembelajaran PAKEM, Pelatihan PAKEM 2 berisi tentang mengembangkan rencana pembelajaran yang baik dengan kegiatan kelas yang bervariasi, dan PAKEM 3 tentang bedah kurikulum. Setelah pelatihan PAKEM 3 banyak peserta menyatakan kegembiraannya.

Pelatihan dilaksanakan pada waktu yang sangat tepat, yaitu di awal tahun ajaran baru sehingga peserta merasakan manfaat yang sangat tinggi dari hasil pelatihan. Selain itu peserta akhirnya lebih memahami pentingnya pembelajaran PAKEM karena kurikulum 2004 sangat mendukung PAKEM.

Tampak peserta dari kelas awal

Gambar A: Tampak peserta dari kelas awal memamerkan buku besar hasil karyanya. Ternyata dalam waktu yang sangat singkat peserta mampu menciptakan buku besar. Hal ini memberi keyakinan para guru untuk menciptakan alat bantu mengajar kreasi sendiri yang lebih menunjang pembelajaran di kelas.

Tahun Ajaran Baru, Paguyuban Kelas Baru di Madiun

Setelah pemerintah memberikan dana BOS ke sekolah, bentuk-bentuk peran serta masyarakat di sekolah harus lebih digali lagi. Dengan paguyuban kelas peran serta masyarakat lebih dapat digali lagi selain yang berkaitan dengan dana, karena dana BOS hampir dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan sekolah.

Suasana Pembentukan Paguyuban Kelas 1

Gambar B: Suasana Pembentukan Paguyuban Kelas 1 di SDN 03 Kanigoro.
Gambar C: Suasana Pembentukan Paguyuban Kelas 4 di SDN 01 Taman.

Suasana Pembentukan Paguyuban Kelas 4

Sosialisasi Dana BOS oleh Sekolah dan Komite Sekolah

Transparansi dan akuntabilitas merupakan hal yang mutlak harus dilakukan sekolah agar kepercayaan masyarakat kepada sekolah meningkat. Bekerja sama dengan Komite, sekolah-sekolah di Kota Madiun melaksanakan sosialisasi dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) kepada wali murid. Hal ini bertujuan agar orang tua wali memahami tentang adanya dana BOS dari pemerintah dan penggunaan di Sekolah.

Sosialisasi dana BOS

Gambar D: Sosialisasi dana BOS di SDN 01 Taman.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID