Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Menguak Observation Time Di MIN Tegalasri

lingkungan juga bisa lewat pengamatan benda sekitar kita. Dalam hal ini anak diharapkan menemukan fakta yang ada pada benda yang di amati. MIN Tegalasri, Blitar mencoba belajar observation time dengan melibatkan semua unsur sekolah baik kepala sekolah, guru maupun siswa. Sebagai langkah awal dari kegiatan ini dilaksanakan satu minggu sekali yaitu setiap hari sabtu jam 08.20 sampai 08.50.

Dengan mengamati benda sesuai dengan pilihan pengamat. Bebas dalam arti ada pembatasan masih dikhususkan pada benda mati dulu. Karena program ini masih berjalan satu bulan. Penekanan kegiatan ini bermuara pada siswa tetapi guru dan kepala sekolah juga harus bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya.

Tujuan kegiatan ini adalah peserta didik diharapkan:

  1. Memiliki kejelian dalam mengamati suatu obyek/masalah

  2. Terbiasa dengan pengamatan benda sehingga menemukan berbagai fakta baru

  3. Dapat memecahkan suatu masalah dari berbagai sudut berdasar-kan penelitian dan pengamatan.

  4. Dapat memunculkan peneliti-peneliti baru di bidang pendidikan yang lebih handal karena terbiasa sejak kecil.

Pengamatan anak lewat observation time

Hasil pengamatan anak lewat observation time ini dipajangkan di tempat pajangan di luar kelas (gambar atas) tetapi kecenderungannya dalam beberapa minggu obyek yang diamati masih tetap benda yang sama sehingga hasil temuannya selalu meningkat pada tiap minggunya.

PAKEM 1 Mandiri Untuk Daerah Imbas Kabupaten Blitar

Pelaksanaan Pelatihan PAKEM I untuk daerah kecamatan imbas di Kabupaten Blitar berlangsung di SDN Babadan 1 pada tanggal 18-20 Agustus 2005. Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Blitar, Drs. Bambang Suntoro, M.Si., diikuti oleh 80 orang guru/kepala SD/MI dari 20 kecamatan dan 40 orang guru/kepala sekolah beberapa SMP/MTS di Kabupaten Blitar.

Pelatihan tersebut bertujuan mengenalkan PAKEM kepada peserta, sekaligus mengajak mereka untuk merasakan PAKEM. Dengan begitu para peserta merasakan nikmatnya berPAKEM, sehingga nantinya dapat menggairahkan pembelajaran di sekolahnya masing-masing.

Kelompok sedang melakukan pengamatan.

Para peserta pelatihan kali ini merupakan para guru/kepala sekolah pilihan di daerah masing-masing. Nantinya diharapkan mereka menjadi pionir pengembangan PAKEM di kecamatan-kecamatan nonbinaan MBE. Mereka memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan kali ini atas biaya dari APBD Kabupaten Blitar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Pak Asari sedang memberikan pengarahan kepada peserta

Sesi-sesi yang ada dalam pelatihan selama tiga hari pukul 07.30-16.00 diikuti oleh para peserta dengan penuh antusias. Dari wawancara yang dilakukan oleh fasilitator dan konsultan dengan para peserta maupun dari refleksi peserta dapat diketahui bahwa mereka sangat merasakan manfaat pelatihan. Mereka bertekad akan menerapkan hasil-hasil pelatihan di sekolah masing-masing.

Ada Ekspo Pada Pelatihan PAKEM III Di Kabupaten Blitar

Ada hal baru pada pelaksanaan Pelatihan PAKEM III di Kabupaten Blitar yang dilaksanakan pada tanggal 2-5 Agustus 2005 yang lalu, yaitu adanya Ekspo. Disebut ekspo karena pada acara tersebut diadakan pameran (gelar karya) para peserta pelatihan. Dinding aula SDN Babadan 1, tempat petihan, disulap menjadi stan pameran.

Tiga sisi dinding (barat, utara, dan timur) aula yang menghadap ke selatan, diubah menjadi enam kapling sesuai dengan jumlah mata pelajaran yang mengikuti pelatihan: (Kelas Awal, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris). Layaknya sebuah ekspo, para peserta yang berasal dari gabungan sekolah-sekolah binaan di Kecamatan Talun dan Wlingi berlomba menata pajangan sebaik-baiknya.

Peserta sedang memajangkan hasil karya

Tiap-tiap kelompok menggelar produk yang mencerminkan ciri khas mata pelajaran. Di samping itu, mereka menampilkan produk unggulan berupa hasil pemetaan kurikulum (scanning curriculum), program jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek yang dihasilkan tiga hari pertama pelatihan.

Ekspo berlangsung pada hari keempat, tanggal 5 Agustus 2005. Selama 60 menit para peserta mengunjungi stan-stan pameran untuk mencatat temuan-temuan yang diperoleh, bahkan mereka dapat mendiskusikannya dengan penjaga stan. Mereka kemudian membawa oleh-oleh untuk didiskusikan dalam kelompok masing-masing.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID