|
Tekad Komite MI Lubangindangan, Purworejo
Setelah aktif mengikuti pelatihan MBS, PSM, dan PAKEM untuk sekolah dan masyarakat, dan mengikuti Studi Banding ke Banyumas, Komite MI Lubangindangan semakin mantap dengan Program MBE. Lebih-lebih ketika madrasahnya digunakan sebagai tempat Pelatihan PAKEM untuk guru, kepala sekolah dan pengawas Kec. Butuh Kab. Purworejo pada tanggal 29 September s/d. 1 Oktober 2005.
Sambutan dan dukungan yang luar biasa dari komite sekolah untuk peserta pelatihan PAKEM terlihat ketika pelaksanaan pelatihan, baik komite sekolah, kepala sekolah, dan ketua yayasan sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menunjang pelatihan. Mereka sangat antusias dan mendukung penerapan PAKEM. Komite bertekad untuk memajukan sekolah dan berharap guru-guru MI untuk serius mengikuti pelatihan PAKEM dan setelah selesai segera menindaklanjutinya dengan menerapkan PAKEM untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
Dukungan komite yang sangat tinggi pada peningkatan pendidikan di MI Lubangindangan dan kesiapannya dalam peningkatan PSM, membuat komponen madrasah baik yayasan, kepala sekolah, guru semakin mantap bertekad untuk maju.
|
Kepala UPT Dinas Pendidikan Kec. Butuh (Bpk Ery Prayitno) saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan PAKEM di MI Lubangindangan. Didampingi Ketua Yayasan (Bpk KH. Abdullah Makshum) dan Anggota Komsek (Bpk Subhan dan Bpk Yusuf)
|
Sosialisasi MBE se Kab. Purworejo.
Sosialisasi MBE Kab. Purworejo dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2005, bertempat di Pendopo Kabupaten. Kegiatan ini dilakukan setelah beberapa kegiatan awal (pelatihan awal MBS & PSM, Study Banding, dan Pelatihan PAKEM) untuk 2 kecamatan binaan selesai diselenggarakan. Sosialisasi tersebut disasarkan terutama kepada seluruh kecamatan di luar binaan MBE, untuk persiapan penyebarluasan program yang diharapkan akan dibiayai oleh Pemda sendiri.
|
Tim MBE Kabupaten Purworejo bersama Stuart Weston, Direktur Program MBE
|
Sosialisasi MBE disampaikan oleh Ketua Program MBE, Stuart Weston. Dan dihadiri oleh lebih dari 240 peserta. Diantaranya dari Muspida, DPRD, Dinas terkait, Bapeda, seluruh camat, seluruh Kepala UPT Dinas Pendidikan, 80 kepala sekolah dan ketua gugus (perwakilan dari seluruh gugus di Kab. Purworejo), dan 20 kepala sekolah dari kecamatan binaan.
kabupaten Purworejo dan berbagai program MBE dibahas disini. Pertanyaan mengenai apa dan mengapa MBE, kekhawatiran mengenai sulitnya merubah pola pembelajaran, kekhawatiran tentang keberlangsungan program dsb, minimal ada kejelasan pada sosialisasi ini, sebagai langkah awal kegiatan program MBE di Kab. Purworejo.
|
Mereka sangat antusias dan menyambut baik program MBE, karena dari program yang disampaikan sudah terlihat jelas adanya komitmen dari Pemkab untuk menindaklanjuti dan menyebarluaskan MBE walaupun nantinya bantuan dari USAID telah usai. Program ini diharapkan akan direplikasikan dan dikembangkan oleh pemda setempat. Oleh karena itu untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah melalui program MBE, Pemda akan menganggarkan untuk APBD 2006. Begitu juga komitmen dari MBE yang akan tetap memberikan bantuan tekhnis / konsultasi dalam penyebarluasan nanti.
Daya Tarik MBE di Kota Pasuruan
Tiga kegiatan program bantuan teknis di tingkat lembaga sudah dilaksanakan. Diawali dengan studi banding, pelatihan MBS-PSM, dan pelatihan PAKEM 1. Menurut tiga Kepala Cabang Dinas, salah satunya adalah Bapak H. Sutrisno, merasakan betul bagaimana manfaat program ini di tingkat lembaga. Contoh nyata bisa kita lihat dari antusiasnya peserta pelatihan, baik pada saat pelatihan MBS-PSM ataupun pelatihan PAKEM.
Senada dengan apa yang dikatakan oleh Bapak H. Sutrisno, Kepala Dinas P dan K Kota Pasuruan, Bapak Bahrul Ulum, mengungkapkan bahwa pelatihan ini berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang pernah dilihat dan diikutinya, hampir semua peserta aktif bekerja dan berkarya pada setiap sesi pelatihan. Oleh karenanya banyak sekolah-sekolah non binaan yang protes kenapa sekolahnya tidak diikutkan pelatihan MBE.
Untuk menjembatani hal tersebut Dinas telah mengusahakan perubahan anggaran guna pengembangan program MBE bagi sekolah-sekolah non-binaan. Di bawah adalah beberapa gambar kegiatan yang telah berlangsung.
|
Atas: Pada saat Studi Banding para kepala sekolah mewawancarai guru kelas 3 di SDN Ngepung, Probolinggo
Bawah: Dalam pelatihan MBS kelompok guru sedang menggali dan menulis kreatifitas menghimpun berbagai sumber daya.
|
|
Guru sedang menuliskan komentar tentang karya siswa ternyata lebih bagus dibandingkan dengan karya peserta pelatihan PAKEM
|
|