Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Banda Aceh Magang di Probolinggo

Bencana gelombang tsunami yang melanda kota Banda Aceh beberapa waktu lalu ternyata tidak menyurutkan pelaku pendidikan untuk terus berusaha meningkatkan mutu pendidikannya. Beberapa upaya dilakukan untuk peningkatan mutu pendidikan, salah satunya dengan program magang. Di akhir bulan Agustus 2005 yang lalu 28 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah, guru dan komite sekolah dari Banda Aceh melaksanakan program magang selama 6 hari dibeberapa sekolah di Kab. Probolinggo.

Sekolah yang dijadikan sasaran magang antara lain SD Kedung Dalem 2 di Kec. Dringu, dan SD Betek 1 di Kec. Krucil SD Maron Wetan 1 di Kec Maron dan SD Tongas di Kec Tongas. Dalam kegiatan magang di SD Kedung Dalem 2 dan SD Betek 1 yang merupakan sekolah binaan MBE, peserta banyak belajar tentang penyusunan RIPS dan RAPBS, serta pembelajaran PAKEM, di samping tentunya peran serta masyarakat dalam mendukung kegiatan sekolah.

Secara khusus peserta dari Banda Aceh sangat terkesan dengan kemajuan yang dicapai SD Betek 1, dalam waktu sangat singkat berhasil memperoleh kemajuan pesat. Letak sekolah yang jauh dari kota tidak membuat sekolah ini menjadi terbelakang tetapi sebaliknya dapat dikatakan lebih maju dari sekolah di kota.

Inilah suasana diskusi dalam program magang Peserta magang dari Banda Aceh didampingi oleh fasilitator MBE

Peserta magang dari Banda Aceh

Penggabungan Sekolah Dasar di Kabupaten Probolinggo

Dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana dengan tujuan utama meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah mengeluarkan Keputusan Bupati No. 421.2/442/426.12/2005 tentang Penggabungan Lembaga Sekolah Dasar Negeri Di Kabupaten Probolinggo.

Penggabungan Sekolah Dasar Negeri ini merupakan bagian dari Pemetaan dan Perencanaan Pendidikan yang telah dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Penggabungan Sekolah Dasar Negeri untuk tahun 2005 mencakup 14 Kecamatan dari 24 Kecamatan di seluruh Kabupaten Probolinggo, dengan total Sekolah Dasar Negeri yang telah digabung dari 49 Sekolah menjadi 23 Sekolah Dasar Negeri.

Khusus untuk 3 Kecamatan Mitra MBE: Kraksaan, Krucil dan Dringgu, dari 13 Sekolah direncanakan akan digabung menjadi 6 Sekolah Dasar. Keputusan Bupati tersebut rencananya akan mulai dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2005.

Surat Keputusan Bupati

Kiat Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru

Bpk Suyitno Berikut ini akan dipaparkan oleh Bpk Suyitno, Kepala SD Ngepung Probolinggo, beberapa model kiat memimpin dan mengelola sekolah untuk meningkatkan kinerja guru.

Supervisi Klinis: Kepala Sekolah melakukan supervisi dan observasi terfokus terhadap beberapa guru dalam pembelajaran di kelas. Hasil temuan, baik positif maupun negatif, di-bahas di dalam pertemuan pleno dewan guru.

Curhat Nonformal: Curhat nonformal adalah mencurahkan isi hati atau uneg-uneg yang dilakukan secara nonformal. Waktu bisa dilakukan pada jam-jam santai atau waktu luang. Topik bahasannya berkisar aktivitas sekolah dan pembelajaran. Kesempatan ini juga dimanfaatkan sebagai 'lobi-lobi ide' kepada guru-guru.

Kolaborasi Atas-Bawah: Kolaborasi Atas-Bawah merupakan model kerja sama antara kepala sekolah selaku supervisor dan guru selaku yang disupervisi. Bentuk kerja sama itu contohnya adalah jika ada salah satu guru sulit dalam menerapkan model PAKEM pada materi tertentu, maka kepala sekolah bersama-sama membuat skenario pembelajaran, dilanjutkan dengan team teaching. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang sampai guru yang bersangkutan benar-benar paham.

Kontes Hasil Karya: Untuk memotivasi agar guru-guru dan para siswanya semakin aktif dan kreatif, maka setiap dua minggu sekolah perlu mengadakan kontes. Macam-macam kontes tersebut di antaranya adalah kontes pidato, bercerita, drama, menggambar, mengarang, menyanyi/karaoke, kerapian dan kebersihan kelas, atau display atau pameran hasil karya siswa.

'Open House': Untuk memperkuat dan mendorong kinerja guru-guru, kepala sekolah perlu membuka, kalau perlu mengundang sekolah-sekolah lain untuk mengadakan kunjungan ke sekolahnya, khususnya mengamati aktivitas pembelajaran kelas yang dianggap berhasil. Guru-guru yang menjadi sasaran kunjung diberitahu terlebih dahulu tentang jadwal kunjungan tersebut agar mereka segera berbenah diri.

'Retreat': Retreat merupakan wisata di waktu liburan yang dilakukan kepala sekolah, guru, dan staf lainnya, jika perlu dengan seluruh anggota keluarganya, di suatu tempat. Di sana mereka merancang suatu kegiatan tentang pendidikan di sekolah sambil berlibur. Di sinilah biasanya muncul ide-ide segar dan fress.

Kiat-kiat ini benar-benar mampu meningkatkan kinerja guru 'sejati'. Percaya atau tidak percaya: Coba dulu, baru comment.

Oleh Suyitno, Kepala SD Ngepung, Probolinggo

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID