Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Pelatihan Pembelajaran Kelas Rangkap di Pacitan

Sebagai tanggapan atas permintaan pelatihan Pembelajaran Kelas Rangkap, satu workshop diselenggarakan di Pacitan pada bulan Agustus 2005. Kabupaten Pacitan akan mengembangkan 36 sekolah dengan kelas rangkap selama tahun ajaran ini, agar pemanfaatan tenaga dan fasilitas lebih baik. Workshop tersebut dihadiri oleh 40 peserta dari 6 SD yang akan melakukan perubahan ketenagaan. Perwakilan dari Kabupaten Probolinggo, Banyuwangi, dan Batu juga hadir. Pelatihan 3 hari tersebut memperkenalkan unsur pengelolaan dan pembelajaran di kelas rangkap.

Pelatihan difokuskan pada 3 hal :

  • Struktur dan organisasi sekolah dengan kelas rangkap
  • Pengorganisasian dan perencanaan untuk kelas rangkap
  • Strategi pembelajaran untuk kelas rangkap

Peserta mempelajari bahwa pembelajaran kelas rangkap bukan sekedar pembelajaran dua kelas pada saat yang sama, tetapi pembuatan satu program untuk seluruh kelas dengan kegiatan-kegiatan yang berbeda untuk melayani perbedaan kemampuan. Guru menggunakan satu tema untuk mengem-bangkan kegiatan-kegiatan, dengan menggunakan kompetensi-kompetensi dari dua tingkat kelas.

Peserta juga belajar 3 strategi yang dapat digunakan di kelas rangkap untuk kegiatan kegiatan dan/atau hasil kerja yang berbeda-beda. Peserta mengujicobakan semuanya kemudian memilih salah satu untuk dikembangkan menjadi satu rencana pembelajaran untuk praktik mengajar. Karena tidak ada sekolah dengan kelas rangkap yang berdekatan, kelas rangkap diadakan untuk praktik mengajar dengan mencampurkan siswa-siswa dari 2 kelas.

Dengan demikian, peserta merasakan bagaimana mengajar 2 kelas dengan tema bersama. Peserta menyadari bahwa ternyata tidak sesulit seperti yang dibayangkan sebelumnya. Strategi mengajar yang digunakan di kelas rangkap juga sangat berguna untuk dilaksanakan di kelas biasa, oleh karena itu peserta dianjurkan untuk mempraktikkannya di kelas mereka sendiri.

Pacitan adalah kabupaten pertama yang meminta pelatihan kelas rangkap. Diusulkan untuk menyelenggarakan Pelatihan untuk Pelatih pada kabupaten-kabupaten yang terpilih untuk kelas rangkap dalam beberapa bulan mendatang guna memberikan dukungan kepada kabupaten pada waktu mereka merencanakan pelaksanaan pem belajaran kelas rangkap di masa datang.

Informasi Mengenai Kelas Rangkap untuk Para Stakeholder Kabupaten

Atas permintaan Pak Kardoyo, Kepala Seksi Program Dinas Pendidikan Pacitan, satu sesi untuk memberikan informasi mengenai kelas rangkap diberikan kepada 33 kepala sekolah setempat dan stakeholder. Tujuannya ialah untuk memberikan penjelasan singkat mengenai pelatihan dan memberikan kesempatan kepada stakeholder untuk mendiskusikan perubahan-perubahan yang akan datang di sekolah-sekolah.

Pak Kardoyo menjawab banyak pertanyaan berkaitan dengan penempatan kembali kelebihan guru dan isu-isu kebijakan yang lain. Kabupaten Pacitan mempunyai komitmen untuk mengadakan sekolah dengan kelas rangkap dan MBE akan terus memberikan dukungan untuk mencapai inisiatif tersebut.

Peserta merencanakan kegiatan-kegiatan

Peserta merencanakan kegiatan-kegiatan untuk kelas rangkap dengan Ibu Wiwik, pelatih MBE dari Probolinggo


Siswa dari SDN Ploso 1

Siswa dari SDN Ploso 1, bekerja dalam situasi Kelas Rangkap. Pembelajaran meng-gunakan satu tema yang sama, tetapi kelompok-kelompok mengerjakan kegiatan yang berbeda-beda.


Ibu Angie, fasilitator MBE

Ibu Angie, fasilitator MBE menjelaskan kepada para Kepala Sekolah dan wakil-wakil Dinas Pendidikan mengenai perencanaan dan pembelajaran kelas rangkap


Media Massa Turut Sosialisasikan Program MBE di Kabupaten Sukoharjo

Salah satu harian terkemuka di eks-Karesidenan Surakarta, SOLO POS, turut mensosialisasikan program MBE di Kabupaten Sukoharjo, melalui liputannya pada Pelatihan MBS/PSM I pada tanggal 12 - 17 September 2005. Dengan pemuatan berita tersebut, program MBE akan semakin cepat dan luas dikenal oleh dunia pendidikan pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya, tidak hanya di Kabupaten Sukoharjo, tetapi juga di seluruh wilayah eks Karesidenan Surakarta.

Contoh cerita koran di daerah

Ini contoh cerita koran di daerah - memang ada fakta yang keliru di dalamnya! Namun demikian kami senang atas perhatian pers kepada pengembangan pendidikan

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID