Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Anak Melakukan Refleksi

Program MBS, PSM, dan PAKEM bertujuan untuk meningkatkan peran seluruh pihak yang terkait di sekolah. Ini termasuk siswa yang diharapkan tidak lagi pasif menerima pelajaran dari guru tetapi aktif terlibat dalam proses pendidikannya. Salah satu hal yang sering dilakukan di sekolah mitra MBE untuk meningkatkan peran siswa di kelas, serta mendapat umpan-balik tentang pem-belajaran adalah dengan meminta mereka membuat 'refleksi'.

Refleksi ini termasuk tanggapan mereka tentang pembelajaran yang telah berlangsung, umpan-balik tentang hal-hal yang sudah dikuasai dan belum dikuasai, serta keinginan untuk pembelajaran yang akan datang. Di sebelah kanan dan di bawah adalah beberapa contoh refleksi dari berbagai daerah, termasuk salah satu yang ditulis dalam Bahasa Inggris (di bawah).

MBE Bekerjasama Dengan Program DBE

Seperti dilaporkan dalam edisi Suara MBE bulan Juli, program baru USAID yang bernama 'Decentralised Basic Education' atau DBE telah dimulai, dan akan segera masuk ke 26 kabupaten/kota di tujuh propinsi. Propinsi tersebut adalah: Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Sebagian besar program berdasarkan program MBE termasuk bantuan manajemen pendidikan tingkat kabupaten/kota, pengembangan pendanaan operasional sekolah, dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah melalui program MBS, Peran Serta Masyarakat dan PAKEM.

Untuk mempelajari program MBE dan program lainnya yang terkait, serta dampaknya di lapangan, para konsultan yang membantu program baru ini telah berkumpul di Batu selama tiga hari untuk mendengar langsung dari pelaksana program di lapangan yang terkait dalam program MBE tingkat kabupaten/kota.

Serta mengunjungi beberapa sekolah binaan MBE dan CLCC (program UNESCO-UNICEF) di Batu, Blitar, dan Probolinggo. Di sebelah kanan ada laporan kunjungan ke Probolinggo.

Kunjungan USAID dan DBE ke Probolinggo

USAID dan DBE sempat berkunjung ke sekolah di Probolinggo yang dibina kedua program tersebut. Pada tanggal 1 September 2005 rombongan USAID yang dipimpin oleh Jill Guliksen dan Loretta Garden berkesempatan untuk meninjau kemajuan yang dicapai oleh sekolah binaan. Beberapa sekolah yang dikunjungi adalah SD Betek 1, SD Krucil 2, dan SD Bremi 1 di Kecamatan Krucil.

Dalam kesempatan kunjungan ini rombongan sempat melakukan dialog de-ngan warga sekolah baik siswa, guru, Kepala Sekolah ataupun Komite. Dari dialog terungkap bahwa warga sekolah sangat berterima kasih mendapatkan bantuan dari USAID, sehingga sekolah mereka memperoleh kemajuan yang cukup berarti, baik di bidang manajemen ataupun pembelajaran.

Jill Gulliksen

Jill Gulliksen dari USAID (kanan) dan Bpk Asmad, Pengawas SMP berdialog dengan pihak sekolah pada saat kunjungan ke Kecamatan Krucil.

Krucil merupakan salah satu Kecamatan binaan MBE yang paling berhasil meningkatkan mutu pendidikannya. Di samping Sekolah binaan rombongan juga berkesempatan untuk berdialog dengan peserta pendidikan luar sekolah, yang dikelola oleh Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) (lihat gambar di bawah).

Sanggar Kegiatan Belajar

Dialog yang dilakukan dengan sua-sana kekeluargaan khas pedesaan membuat rombongan merasa betah dan akrab.

Kerja Sama Harmonis di Nganjuk

Ternyata dalam MBE semua bisa bersatu. Suster Hedwigh dari SD Katolik Budi Luhur dan Ibu Umi dari SD Islam Aisiyah senang bekerja sama dalam satu tim pada saat pelatihan MBS di Nganjuk.

Suster Hedwigh dan Ibu Umi

Cerita dan Pertanyaan dari Daerah

Kalau Anda ingin bertanya memberi komentar, atau mempunyai cerita, mohon dikirimkan melalui pos, fax atau e-mail. Alamat, nomor fax, dan e-mail ada di sini.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID