|
Portofolio Merekam Kemajuan Anak
|
Banyak orang telah mendengar 'portofolio hasil karya anak', tetapi belum banyak yang membuat. Salah satu guru yang secara rutin membuat dan memanfaatkan portofolio seperti ini adalah Ibu Maria Ulfah (foto di sebelah kanan), guru kelas 1 di SD Kebondalam, Mojokerto.
Beliau sering membantu MBE sebagai pelatih nasional untuk kelas awal.Portofolio yang dibuat Ibu Ulfah terdiri dari hasil karya anak yang merekam kemajuannya dari bulan ke bulan selama satu tahun. Di bawah ini ada tulisan Ibu Ulfah tentang portofolio tersebut, serta contoh hasil karya salah satu siswa kelas 1 yang bernama Arief.
|
PORTOFOLIO
Tujuan dari pembuatan portofolio diantaranya adalah untuk menyimpan atau menghimpun hasil/produk siswa baik yang berupa produk dua dimensi atau tiga dimensi serta hasil karya yang lain supaya tidak ditumpuk di meja, dimasukkan almari atau dibuang.
Adapun yang dimasukkan portofolio adalah:
Hasil karya siswa selama pembelajaran, misalnya: membuat puisi, membuat percakapan, laporan hasil pengamatan/ observasi, laporan hasil wawancara, laporan hasil praktek (IPA), cerita pengalaman, menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri, dll.
Hasil ulangan/UUB
Yang berhak memilih portofolio adalah :
- Siswa sendiri
- Siswa di kelompok masing-masing
- Guru
- Orang tua
Pemilihan portofolio dapat dilaksanakan:
- Selesai satu unit/tema
- Pada waktu jadwal ulangan yang telah diprogramkan
- Satu/dua bulan sekali
Adapun pemanfaatan dari portofolio adalah:
Untuk mengetahui perkembangan/kemajuan siswa secara individu dalam waktu tertentu
Dibuat laporan kepada orang tua, agar orang tua bisa mengetahui perkembangan putra-putrinya sehingga bisa membantu di rumah
Dapat digunakan sebagai pengambilan data dalam pembuatan nilai raport
Sebagai bukti untuk menanggulangi kecurigaan orang tua dalam pelaksanaan KBM
Catatan:
Portofolio ini bisa dibawa pulang setiap hari Sabtu dengan dilengkapi buku penghubung dimana buku penghubung tersebut diisi oleh orang tua untuk memberikan tanggapan, catatan, serta pesan dan kesan terhadap hasil karya putra-putrinya
Dan untuk hari Senin dibawa lagi ke sekolah
Maria Ulfah, Guru SD Kebondalam, Mojokerto, Jawa Timur
|
|
|
Portofolio mengambarkan kemajuan anak. Ini adalah dua contoh dari portofolio Arief, anak kelas 1 di SD Kebondalam, Mojokerto. Contoh No.1 adalah tulisannya pada awal tahun ajaran, tgl. 27 Juli 2004, sedangkan contohNo.2 menuju akhir tahun ajaran, yaitu pada tgl. 1 April 2005.
|
|
Komite Membantu Pembelajaran di Kebumen
Karena ada seorang guru SD yang meninggal dunia di Gombong, semua guru SDN 5 Gombong harus takziah (melawat) pada jam 10 pagi. Sejenak kami kebingungan, bagaimana anak-anak. Haruskah kita tinggal atau dipulangkan? Untunglah tiba-tiba salah seorang anggota Komite, Pak Sukarjono lewat di depan sekolah. Cepat kulambaikan tangan supaya mampir ke sekolah. Kami mohon bantuannya untuk menunggu anak-anak. Pak Sukarjono sanggup tetapi minta waktu 10 menit untuk berganti baju karena masih bercelana pendek.
Waktu menunggu 10 menit kami pergunakan untuk memberi tugas yang sejenis dari kelas 2 sampai kelas 6. Untuk Kelas 2 dan 3 Bahasa Indonesia, mengamati lingkungan dan membuat kalimat lebih dari 5 kata. Kelas 4 dan 5 menulis deskripsi tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di halaman sekolah. Kelas 6, materi IPA yaitu mengidentifikasikan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekolah menurut cara berkembang biaknya, ciri-ciri batang , daun, buah, akar, dan bunga.
Semua siswa mengamati lingkungan sekolah, diawasi oleh Pak Sukarjono seorang diri. 20 menit pertama siswa mengamati, 20 menit berikut menulis di kertas dengan rapih, kemudian dipajang di dinding luar. 30 menit berikutnya mereka mengkoreksi hasil karya 3 orang temannya dan memberi komentar di bawahnya.
Hasil tulisan anak sungguh di luar dugaan kami. Ternyata seluruh siswa dapat mengerjakan tugas dengan baik berkat bantuan Pak Sukarjono. Anak anak kelas 2 dapat membuat 12 kalimat terdiri dari 5 kata antara lain: "Di samping sekolah ada sungai kecil yang airnya mampat karena penuh dengan sampah".
Hasil tulisan salah satu anak kelas 5 di sebelah atas.
Ditulis oleh Ibu Kresni Wiyati, Kepala Sekolah SD 5 Gombong
Komentar: Cerita ini menunjukkan beberapa hal a.l.: Persiapan guru untuk mengajar sudah matang, anak-anak mampu bekerja secara mandiri, dan masyarakat siap-siap untuk membantu sekolah.
|
|