|
Kebetulan fasilitator daerah Kabupaten Pati terpilih dari luar sekolah binaan MBE, sebagian di antaranya dari Kecamatan Gabus yang bukan kecamatan binaan. Ketiga fasilitator tersebut adalah Ibu Asih, Bpk Kabullah, dan Bpk Kadis. Kedua terakhir ini baru enam bulan menjadi kepala sekolah tetapi sudah menerapkan program MBS dan PAKEM secara penuh di sekolahnya.
Di SD Gabus 1, sekolahnya Ibu Asih telah dipajangkan RAPBS yang disusun bersama komite sekolah (gambar 1). Sekolah ini juga mempunyai perpustakaan yang dikelola dengan baik dan ternyata sering dimanfaatkan oleh siswa (gambar 2). Di beberapa kelas anak diminta menyusun refleksi tentang manfaat yang diperolehnya setelah pembelajaran selesai, serta memberi masukan kepada guru tentang keefektifan pembelajaran.
Salah satu hal penting dalam PAKEM adalah anak diajak mengungkapakan pengalaman dan pendapatnya sendiri. Di SD Koryokalangan, sekolahnya Bpk Kabullah Daim, anak sering diminta menulis 'diary' - buku harian mereka (lihat gambar 6 di bawah). Suasana kelas menyenangkan, anak duduk dalam bentuk setengah lingkaran untuk memudahkan diskusi, serta ada pajangan yang menarik di setiap kelas (lihat gambar 7).
Ketua Komite Sekolah, Bpk Muhamadaun (gambar 8) sangat antusias dengan pembaharuan di sekolahnya, khususnya tentang cara belajar. Katanya, 'Anak semangat belajar, dan kalau ingin tahu sesuatu mereka bertanya kepada temannya - tidak hanya kepada guru. Kalau sekolah selesai mereka tidak lagi langsung pulang tetapi senang berada di sekolah untuk beribadah dulu.'
Waktu sampai di SD Karaban 4 (sekolahnya Bpk Kadis) kami sangat terkesan melihat anak di semua kelas mengerjakan tugas yang mengembangkan kreatifitasnya serta mengembangkan keterampilannya. Anak kelas 2 menyusun soal penjumlahan sendiri. Dalam waktu 10 menit Sudharmono (gambar 9 - diamati gurunya Ibu Puryati) sudah menyusun dan menjawab sendiri 28 soal! Di kelas 3 anak menyusun soal pembagian sendiri.
Di kelas 4 anak mempunyai daftar harga berbagai barang, dan harus mencari berbagai cara untuk mengeluarkan Rp.15.000. Di kelas 5 anak menulis tentang migrasi dan di kelas 6 anak menceritakan tentang kecelakaan pesawat Mandala Airlines yang baru terjadi beberapa hari sebelumnya (lihat gambar 10 Khotibul Umam, siswa kelas 6 menulis karangan). Di semua kelas anak bekerja dengan tenang dan tidak diganggu tamu.
|
|
RAPBS SD Gabus 1 dipajangkan di umum.
Perpustakaan sekolah dikelola dengan baik dan dimanfaatkan siswa.
Refleksi anak kelas 5 tentang pembelajaran.
Bpk Jumeno, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Ibu Titik Dwi Kuriawati, guru kelas 5, dan Bpk Djoko Rahardjo bersama anak kelas 5
Ninda, anak kelas 1 menulis dengan kata-kata sendiri tentang tubuh, diamati gurunya.
|
|
|
Banyak orang yang menganggap bahwa pembelajaran PAKEM merepotkan guru. Padahal sebaliknya - dalam pelajaran khususnya di SD Karaban 4 ini yang harus lebih banyak bekerja adalah anak. Mereka yang menyusun dan menjawab soal, mereka yang menulis karangan. Apalagi anak senang karena mempunyai kesibukan yang menarik dan menyenangkan dan sangat bermanfaat untuk mengem-bangkan keterampilannya. Selama di Kecamatan Gabus kami di-dampingi Kepala Cabang Dinas, Bpk Jumeno dan beberapa Pengawas (lihat gambar 4 di atas). Mereka ternyata haus ilmu dan sangat mendukung inovasi yang muncul di sekolahnya. Mohon di teruskan!
|
|