|
Pelatihan Fasilitator Daerah
|
Fasilitator daerah dari Pati, Pacitan, Probolinggo dan Banyuwangi telah dilatih di Banyuwangi pada tanggal 18 s.d. 23 Juli 2005. 12 fasilitator dari setiap daerah terdiri sebagian besar dari pengawas, kepala sekolah dan guru. Mereka juga didampingi staf Dinas Pendidikan. Fasilitator ini bertugas untuk melatih sekolah-sekolah binaan MBE dan sekolah lainnya di kabupaten/kota masing-masing dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat (PSM) dan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).
Selain memberi pelatihan, mereka mendampingi guru-guru dalam kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Salah satu unsur penting dalam pelatihan ini adalah untuk melatih para fasilitator bagaimana cara yang baik dan efektif untuk melakukan pendampingan. Selama pelatihan berlangsung mereka masuk dua kali ke sekolah untuk mengamati salah satu guru, membantu guru tersebut membuat rencana mengajar, mengamati guru melaksanakan pembelajaran, serta membahas pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Selanjutnya fasilitator sendiri melakukan praktek mengajar diamati guru kelas. Beberapa contoh kerja praktek di sekolah diceritakan di bawah ini.
Ibu Like, guru SD Betek, Probolinggo dan fasilitator MBE mendampingi Ibu Mita Febrianti, guru sukarelawan di MIN Sobo, Banyuwangi, yang baru lulus PGSD. Mereka bekerja sama untuk memberi pelajaran tentang perubahan keadaan benda padat dengan membakar dan memanaskan berbagai benda padat. Gambar di bawah ini menunjukkan Ibu Like (gambar 1) dan Ibu Mita (gambar 2).
Di SD Penganjuran 4 Bpk Bambang, gambar 3 Guru kelas 4 menggunakan alat bantu belajar (kit) IPA, yang disediakan program SEQIP untuk mengukur gaya yang dibutuhkan untuk menarik suatu benda dengan menggunakan dan tidak menggunakan roda. Gambar 4 Bpk Imam, fasilitator dari Pati mengamati anak kelas 5 menulis pendapat mereka tentang akibat kalau orang tua tidak mempunyai pekerjaan.
Pada gambar 5 Ibu Rini dan Ibu Arni, guru IPA di SMP 1 Banyuwangi mengamati siswa kelas 8c mengerjakan percobaan mengukur suhu dan membuat grafik.
|
Komitmen untuk Maju di Magetan
Meskipun Kabupaten Magetan baru masuk program MBE, dan sekolahnya baru dilatih dalam MBS, keinginan untuk berinovasi dan maju nampak di beberapa hal. Di Kecamatan Magetan mereka sudah berkunjung dengan menggunakan biaya sendiri ke sekolah di Malang, dan setelah kembali melakukan beberapa inovasi. Beberapa sekolah, termasuk SD Sukowinangun 3 telah menerapakan 'full day school' memang mereka menggunakan istilah Bahasa Inggris! Anak kelas 4, 5 dan 6 masuk sekolah setiap hari sampai jam 3.30 sore, anak kelas 1 dan 2 sampai jam 10.45.
Di SD Sukowinangun 3 beberapa perubahan lainnya sudah nampak di kelas. Anak sudah tidak lagi duduk berbaris dan di semua kelas nampak pajangan hasil karya anak setiap anak mempunyai tempat pajangan sendiri. Hal ini nampak pada gambar di bawah ini di mana Ibu Sri Kanti, guru kelas 5 membantu siswanya.
Kepemimpinan Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Bpk Suhud dan Kepala Sekolah Ibu Rumiyati (gambar bawah) perlu diberi penhargaan. Dua-duanya mempunyai komitmen tinggi untuk maju. Bpk Suhud selalu mendampingi selama kunjungan kami dan benar-benar tahu sekolahnya!
|
Pentingnya Kepemimpinan di setiap tingkat
Komitmen untuk maju sangat penting di semua pihak yang terkait dalam pendidikan. Peran pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Departmen Agama krusial untuk memberi dorongan dan bantuan kepada guru. Sangatlah penting artinya sekolah sering dikunjungi. Guru dan kepala sekolah yang menunjukkan kemajuan perlu diberi penhargaan. Juga penting artinya pada saat pelatihan Dinas Kabupaten dan Kecamatan, serta pengawas ikut terlibat secara aktif dan memberi dorongan kepada peserta pelatihan. Peran pengawas sangat penting dalam memantau kemajuan di sekolahnya, memberi pujian dan menyebarluaskan keberhasilan suatu sekolah ke sekolah-sekolah lainnya.
Di tingkat sekolah peran kepala sekolah sangat penting untuk menujukkan kepempimpinan terhadap guru dan orang tua murid, serta memberi penghargaan kepada guru dan siswa yang menujukkan prestasi. Kalau ada perubahan dan kemajuan yang merata di semua kelas (yang sering nampak), ini adalah bukti kepemimpinan kepala sekolah yang baik.
|
Pendampingan
Setelah praktek mengajar para fasilitator daerah mendampingi guru untuk membahas pelakasanaan praktek mengajar dan meng-usulkan perbaikan (gambar atas).
|