|
SMP Melibatkan Siswa dalam Manajemen Sekolah
Salah satu sekolah yang dikunjungi dan juga menjadi nara sumber pada saat Rapat Reviu dan Perencanaan di Banyumas adalah SMP Muhammadiyah Kebasen. Sekolah ini semangatnya tinggi, meskipun guru-guru sebagian besar adalah guru tidak tetap (GTT) dengan gaji yang sangat kecil. Mereka melibatkan siswa dalam manajemen sekolah, sehingga anak sendiri merasa memiliki sekolah mereka.
Antara lain anak membuat kotak amal. Dana yang dikumpulkan digunakan untuk meningkatkan lingkungan belajar seperti membuat tempat pajangan dan membuat rak sepatu di depan kelas. Koperasi sekolah juga dikelola siswa sendiri. Sekolah ini ditandai suasana kemitraan antara kepala sekolah, guru dan siswa (lihat gambar pada halaman berikut ini)
|
1. Agus, siswa kelas 3 SMP Muhamadiyah memegang kotak amal. Dia sebagai bendahara. Di sebelah kanan gurunya Ibu Sri Winarti.
2. Siswa tidak pakai sepatu di dalam kelas karena dana kotak amal digunakan untuk membuat rak sepatu.
3. Koperasi sekolah yang dikelola siswa sendiri.
4. Beberapa siswa SMP Muhamadiyah difoto bersama kepala sekolah Bpk Sudirno, yang semangatnya sangat tinggi. Sekolah ini ditandai kemitraan antara kepala sekolah, guru, dan siswa.
|
Pengawas Purworejo Juga Aktif Berkarya.
Pelatihan MBS, PSM, dan PAKEM di Kab. Purworejo yang dilaksanakan pada pada tanggal 12 - 17 September 2005 , tidak hanya guru, kepala sekolah, dan komite sekolah yang aktif mengikuti pelatihan. Namun Pengawas SD/MI dan Pengawas SMP/MTs juga tidak mau ketinggalan untuk aktif dalam mengikuti pelatihan. Mereka berkarya, berkunjung/belanja hasil diskusi, dan membuat laporan dalam setiap materi pelatihan.
|
Atas: Pengawas SD-MI aktif dalam pelatihan MBS, PSM dan PAKEM di Kec. Kutoarjo. Mereka membuat kelompok sendiri untuk melakukan tugas yang sama dengan kelompok sekolah lain. Berkarya, belanja hasil diskusi, dan membuat RTL sendiri.
Samping: Pengawas SMP-MTs sedang melakukan modeling PAKEM pada saat pelatihan PAKEM di Kec. Kutoarjo
|
|
Madrasah Ibtidayah Menarik Siswa Baru
MIN Tegalasri, Wlingi, Blitar salah satu sekolah yang menunjukkan banyak kemajuan di bawah kepemimpinan Bpk Syaiful, kepala sekolahnya (foto kanan), baik dalam proses pembelajaran maupun hasilnya. Peringkat MIN Tegalasri sudah naik menjadi nomor 1 dari 6 MI di Kecamatan Wlingi. Sekolahnya juga banyak dikunjungi guru dari sekolah dan daerah lain. Ternyata orang tua murid di sekitar Tegalasri juga telah memperhatikan kemajuannya, sehingga banyak yang berminat meyekolahkan anak di sana. Jumlah anak yang mendaftar di kelas 1 tahun ini naik dari 18 menjadi 26. Padahal beberapa tahun yang lalu hanya ada 89 murid di sekolah itu.
SMP 4 Pati Maju dalam IPA
Guru-guru IPA di SMP 4 Pati bersepakat untuk melaksanakan Pembelajaran Kontekstual dengan menggunakan banyak praktek dan melatih siswa dalam keterampilan sains, termasuk mengumpulkan, menganalisis, dan me-laporkan data. Lima guru IPA dari SMP 4 - di tengah ada Ibu Indah Catur Rini - di foto ber-sama di depan pajangan hasil karya siswa tentang berbagai percobaan.
Guru-guru juga memegang beberapa alat sederhana yang digunakan untuk melakukan percobaan termasuk berbagai cara untuk melestarikan makanan (a.l. membuat telur asin).
Sekolah Menerbitkan Majalah Sendiri
SD Pati Kidul 2, Pati adalah sekolah imbas program MBE yang menunjukkan banyak kemajuan. Salah satu inovasi yang menonjol adalah majalah yang diterbitkan sekolah sendiri. Majalah ini terisi hasil karya anak yang kreatif dan bermutu.
Pada gambar di atas majalah dipegang Kepala Sekolah, Ibu Sri Widayati dan salah satu guru yang membantu menerbitkan majalah ini, Ibu Dartini. Halaman depan dan halaman dalam direproduksi di bawah.
|