Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

DARI SEMARANG
Geliat Sekolah di Pringapus dan Ambarawa


Sekolah Dasar di 2 Kecamatan Binaan telah mempunyai inovasi untuk meningkatkan kemampuan siswa. Salah satu kegiatan adalah "sarapan pagi", kegiatan penyediaan soal (beberapa mapel) yang disusun didepan kelas dalam potongan kertas. Setiap pagi siswa akan berlomba untuk datang lebih pagi sehingga dapat memilih soal. Hal tersebut dikarenakan siswa ingin mendapatkan variasi soal agar tidak sama dengan soal kemarin. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari orang tua, karena siswa lebih giat dan mandiri dalam mempelajari suatu permasalahan/soal.

Selain hal tersebut, di Kecamatan Pringapus, kemauan untuk berubah sudah terlihat di SD Wonorejo 2 dan SD Penawangan 2. Walaupun kedua sekolah ini jaraknya sangat jauh dari kantor UPTD, kedua sekolah sangat antusias menerima berbagai masukan dari luar. SD Wonorejo 2, yang lingkungannya merupakan hutan jati dan karet, selain menggunakan buku sebagai sumber belajar, juga telah banyak menggunakan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Siswa dalam mempelajari IPA secara langsung telah mengumpulkan berbagai jenis daun, akar, dan bahkan berbagai macam serangga yang kemudian mereka awetkan.

Tidak mau ketinggalan, SD Wonoyoso yang merupakan hasil penggabungan SDN Wonoyoso 1 dan 2, telah banyak membuahkan hasil. PSM di SD Wonoyoso sangatlah besar, terlihat dengan telah dibangunnya laboratorium biologi yang seluruh pembiayaan berasal dari masyarakat. Selain Sekolah Dasar, MTs Ma'arif juga telah berusaha menerapkan PAKEM.

Hal yang sama terjadi di sekolah yang berada di Kecamatan Ambarawa juga telah melakukan perubahan. Salah satu contohnya adalah SD Mlilir 2. SD Mlilir 2 yang terletak di daerah pegunungan melaksanakan salah satu kegiatan, yaitu berkebun buah, bunga dan sayur untuk muatan lokal yang juga dijadikan sumber belajar siswa. Selain itu, pada tanggal 9 Januari 2006 bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan wali murid melaksanakan sosialisasi pentingnya PSM dan MBS, serta keuntungan menerapkan PAKEM. SD Candi 3 yang terletak di bawah komplek candi Gedong Songo, juga telah berusaha melaksanakan PAKEM dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.






  1. Siswi MIN Panjang tengah asyik berdiskusi

  2. Bp. Teguh Sudarmoko - Ka. UPTD Pringapus tengah memperhatikan karya siswa dalam mengembangbiakkan tanaman sayuran di SD Mlilir 2

  3. Bp. Kusmanto Kepala SD Wonoyoso dan Ketua Komite berada didepan Lab. Biologi hasil sumbangan masyarakat

  4. Siswa kelas 2 - SD Penawangan 2 tengah asyik belajar diluar kelas

  5. Sosialisasi PSM, MBS pada masyarakat di SD Mlilir 2

  6. Hasil karya siswa kelas IV SD Wonorejo 2 - Insektarium dan Herbarium Mini

  7. Tim Fasilitator, Ka. UPTD Pringapus dan Ambarawa mengunjungi SD Penawangan 2, walaupun medan sulit tetapi semuanya tetap semangat

Walikota Batu Mendorong Kemajuan Pendidikan

Kegiatan Workshop Perencanaan dan Pemetaan Pendidikan di Kota Batu yang merupakan kerjasama antara Dinas P dan K Kota Batu dengan MBE telah dilaksanakan pada 16 Januari 2005. Pada kegiatan tersebut Walikota Batu Imam Kabul (foto kanan), Ketua Komisi D DPRD I Ketut Wenten, dan Kepala Dinas P dan K Imam Hidajat, hadir dan mengikuti diskusi penyusunan rekomendasi. Menurut Imam Kabul, kegiatan MBE sesuai dengan arah pengembangan pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Batu. Berkaitan dengan hal tersebut Walikota mengucapkan terima kasih kepada MBE dan USAID yang telah membantu peningkatan pendidikan di Kota Batu.

Lebih lanjut Walikota Batu menyarankan kepada Dinas P dan K agar pembahasan isu-isu strategis seharusnya dilakukan tiga bulan sekali serta pemetaan dan analisis data sangat penting karena data yang otentik dibutuhkan untuk Penyusunan, Implementasi, dan Evaluasi program. Selain itu pembahasan isu-isu strategi dalam pendidikan ditujukan untuk meningkatkan kualitas guru dan siswa.

Walikota juga menambahkan bahwa kebijakan pendidikan misalnya mutasi guru dan kepala sekolah selain mempertimbangkan prestasi yang bersangkutan juga perlu mendengar "suara" dari masyarakat.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID