Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Hasil Monitoring MBE 2005

Monitoring tahunan Program MBE dilaksanakan di semua daerah tahap pertama dan kedua pada September tahun lalu. Hasil monitoring tersebut disampaikan kepada USAID pada Desember 2005. Tinjauan Suara MBE terhadap hasil monitoring ini merupakan awal dari proses membagi hasil monitoring kepada mitra MBE di sekolah dan kabupaten/kota.

Hasilnya menunjukkan kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat dan pemerintah daerah dengan para konsultan dan fasilitator. Hasil monitoring merupakan refleksi dari dedikasi begitu banyak pihak yang telah bekerja sangat keras dalam kerjasama ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Pertanyaan yang membutuhkan jawaban cepat adalah 'apakah kerja MBE dan para mitranya mempunyai dampak di sekolah dan di kabupaten/kota? Jawabannya sangat sederhana, yakni 'ya, benar! Dan kita harus menambahkan, 'ˇ¦..dampak yang sangat positif'.

Bagaimana Monitoring Dilaksanakan?

Pada September 2005, tim monitoring yang terdiri dari delapan atau sembilan fasilitator MBE setempat, konsultan, dan koordinator kabupaten/kota melakukan kunjungan monitoring ke masing-masing Dinas Pendidikan di daerah tahap pertama dan kedua, serta memilih 77 sekolah sampel yang meliputi SD, MI, SMP dan MTs. Tim tersebut mengumpulkan informasi dengan menggunakan kuesioner, meneliti dokumen, berdiskusi dengan kepala sekolah, guru dan pejabat pemerintah, serta pengamatan langsung di kelas saat pelajaran berlangsung.

Informasi dari lapangan dicatat dan kemudian dianalisis di Jakarta. Dari hasil analisis informasi, dibuatlah sebuah laporan rinci dalam bahasa Inggris setebal 85 halaman. Bagi yang tertarik, silahkan meminta fotocopy laporan tersebut ke MBE.

Laporan Monitoring

Apa yang dimuat dalam laporan tersebut? Laporan tersebut menceritakan tentang hasil-hasil dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh begitu banyak pihak di daerah-daerah mitra MBE - dan dimanapun di Indonesia. Hasilnya menunjukkan dengan jelas perubahan dalam hal cara anak-anak balajar, peningkatan prestasi akademis siswa, dan dalam hal dimana pare guru bekerja bersama siswa untuk mendorong pembelajaran yang aktif, bertanggungjawab dan menyenangkan. Laporan itu juga memuat dukungan orangtua, masyarakat dan pejabat Dinas Pendidikan untuk para guru dan siswa dalam dalam hal manajemen dan bentuk bantuan lainnya.

Hasil Pembelajaran Siswa Meningkat

Hasil utama MBE adalah prestasi belajar siswa yang terus meningkat dan sekolah menerapkan pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan (PAKEM). Hasil testing siswa SD dan MI sangat baik: dibandingkan nilai testing tahun lalu terjadi peningkatan pada mata pelajaran Membaca di kelas 1 dan 4, Matematika di kelas 4, IPA di kelas 5.

Tetapi ada sedikit penurunan nilai mata pelajaran Menulis di kelas 4. Secara keseluruhan, di 78% sekolah-sekolah mitra MBE terjadi peningkatan nilai testing pada 3 atau lebih mata pelajaran. Temuan menarik adalah siswa perempuan meraih nilai yang lebih baik daripada siswa laki-laki pada mata pelajaran membaca, menulis dan matematika, sementara hasil testing siswa laki-laki sedikit lebih baik dalam mata pelajaran IPA.

MBE yakin bahwa hasil-hasil tersebut merupakan kekuatan pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan di banyak ruang kelas belajar. 100% sekolah-sekolah mitra MBE mengirimkan guru-

gurunya mengikuti pelatihan untuk mempelajari pendekatan ini. Berdasarkan data yang dikumpulkan dan membandingkannya dengan kriteria-kriteria yang telah disepakati USAID, diperkirakan pendekatan pembelajaran aktif dilaksanakan oleh 86% SD/MI dan 91% SMP/MTs mitra.

Monitoring di kelas ketika pelajaran berlangsung menunjukkan sebagian besar guru menerapkan strategi yang menarik dan menantang dalam proses belajar aktif. Guru-guru menggunakan berbagai strategi seperti mengorganisir siswa ke dalam beberapa kelompok belajar, membuat dan menggunakan alat bantu mengajar dari bahan-bahan setempat, memajang hasil karya siswa, memberi umpan balik dan bantuan secara perorangan kepada siswa, mendorong siswa untuk mengemukakan perasaan dan pendapatnya secara terbuka, dan mendorong siswa untuk menulis dengan kata-katanya sendiri daripada hanya sekadar menyalin dari buku atau kata-kata sang guru di papan tulis.

Para pemantau dan pengunjung yang datang ke sekolah-sekolah MBE mempunyai kesan yang baik tentang betapa ruang-ruang kelas telah berubah menjadi tempat yang menarik, hangat dan menantang dimana siswa-siswa dan para guru dengan penuh semangat terlibat dalam pembelajaran aktif yang menyenangkan dan banyak manfaatnya.

Dukungan Masyarakat Meningkat

Tidak hanya sekolah, guru, dan siswa yang berhasil berubah menjadi lebih baik. Peningkatan juga terjadi pada dukungan masyarakat terhadap sekolah dan pada pengelolaan pendidikan oleh pemerintah setempat.

Dalam beberapa tahun terakhir ini sekolah-sekolah telah berubah ke arah manajemen berbasis sekolah dan peningkatan tanggung jawab masyarakat. MBE berhasil memberikan dukungan kelanjutan perkembangan tersebut sebagaimana ditunjukkan data hasil monitoring.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID