|
DARI MALANG
Baru 6 Bulan Sudah Banyak Perubahan
Walaupun baru berjalan 6 bulan, gaung MBE sangat cepat meluas dan membekas diterima oleh pelaku pendidikan di Kab. Malang. Setelah kegiatan pelatihan MBS I, Studi banding dan PAKEM I, sekolah-sekolah binaan begitu antusias menerapkan hasil pelatihan dan kunjungan, dengan melakukan aksi nyata di sekolahnnya masing-masing.
Perubahan yang menonjol, disamping aspek fisik, adalah motivasi dan komitmen pengelola teknis sekolah menjadi semakin meningkat. Sekolah-sekolah binaan MBE berupaya menunjukkan bahwa ada perubahan konstruktif yang terjadi di sekolahnya, bahkan ada nuansa "persaingan" untuk bisa lebih baik dari yang lainnya.
Bukti pernyataan itu adalah, sekolah-sekolah binaan, secara mandiri melakukan studi banding ke sekolah binaan MBE yang lebih maju. Ada sekitar 11 SD binaan yang secara mandiri melakukan hal itu, bahkan ada yang lebih dari satu kali, dengan mengajak komite sekolah, paguyuban kelas dan sekolah-sekolah di luar binaan.
Secara umum, perubahan yang terjadi itu diantaranya adalah:
sebagian besar kepala sekolah binaan telah menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang demokratis, partisipatoris, tranparans dan terbuka, serta memberi keleluasaan kepada guru atau siswa untuk berkreasi secara positif; hampir semua guru di sekolah binaan MBE merasa "tertantang" untuk mengimplementasikan PAKEM sesuai dengan kemampuannya, hasilnyapun beragam, masing-masing sekolah mempunyai gaya dan corak yang berbeda; pada aspek MBS dan PSM, sudah banyak kepala sekolah yang memajangkan RIPS dan RAPBS, peran serta masyarakat menjadi semakin semarak dan bervariasi, orang tua/wali menjadi semakin peduli, dan bentuk kepedulian itu diwujudkan dalam aksi nyata, misalnya piket, mengecat kelas, membuat tempat pajangan, membantu pembelajaran dan sebagainya.
|
Peran serta masyarakat tidak semata-mata dalam bentuk bantuan dana. Paguyuban Kelas di SDN Sedayu 3 Turen terlibat aktif membantu guru dalam pembelajaran di kelas.
Pemajangan RAPBS juga dilakukan di SDN Sedayu 3 Kec. Turen, pimpinan Ibu Cholifah.
Suasana kelas Bu Sri, guru SDN Kendalpayak Kec. Pakisaji merangsang siswa untuk aktif dan kreatif dalam belajar
Di MI NU Wadung Kec. Pakisaji. Tidak hanya siswanya yang kreatif, Bu Rini W. Juga aktif dan kreatif"memeras pikiran" guna menciptakan suasana dan media belajar yang bermakna bagi siswa
Siswi SMPN 1 Turen sedang aktif dan suntuk dalam belajar Bahasa Inggris bersama Bu Sri Rahayu. Pembelajaran jadi lebih menyenangkan dan efektif, karena guru tidak banyak ceramah, tetapi learning by doing
|
|