Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MAGELANG: Peran Serta Masyarakat menunjukkan hasil

Setelah diadakan pelatihan MBS di Magelang dan kunjungan ke sekolah- sekolah binaan MBE di Batu, beberapa sekolah dan komite sekolah di Magelang mulai berbenah. Salah satunya adalah SD 7. Ibu Wuryaning - Kepala Sekolah dan Ibu Heni Hernawan - anggota Komite Sekolah mendiskusikan kemungkinan pembentukan Sub POM (Persatuan Orang Tua Murid) , sebagai bagian dari POM, yang bertanggung jawab atas masing-masing kelas.

Hal ini diinspirasikan oleh adanya Paguyuban Orang Tua Murid yang mereka lihat di Batu. Hal lain yang patut dibanggakan adalah upaya ibu Mutrifah - pengurus Komite Sekolah, yang mempunyai anak dikelas 6 dan 4. Dalam kapasitasnya sebagai Manajer BMT (pola perbankan yang dijalankan secara Syariah) Gema Insani di Magelang, Ibu Mutrifah menawarkan kemungkinan dibukanya pos pelayanan tabungan untuk murid setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat selama jam istirahat.

Tentu saja tawaran ini tidak disia-siakan oleh sekolah. Kepala Sekolah mengumumkan penawaran tersebut kepada para murid pada hari Sabtu, 19 Nopember 2005. Ternyata pada hari Senin, 21 Nopember , dari 425 murid, telah mendaftar 190 murid dengan jumlah tabungan sebesar Rp 871.000. Pihak BMT pun tidak menduga akan adanya antusias yang begitu besar. Tanpa paksaan untuk menabung, rata-rata tiap murid menabung sekitar Rp 1.000 - Rp 5.000.

Jika diakumulasikan, dalam satu bulan diperkirakan akan terkumpul Rp 10 juta. Ibu Wuryaning, Ibu Heni dan Ibu Mutrifah menerangkan bahwa para murid kelas 1 s/d 5 menabung untuk membeli tambahan materi belajar (buku, ATK, dll), sedangkan kelas 6 untuk persiapan masuk SMP. Hal ini sangat baik bagi murid untuk membiasakan mereka menabung dan bersosialisasi dengan sistem perbankan.

ibu Wuryaning Kepala Sekolah SD 7

Dua murid sedang menyerahkan sebagian uang sakunya kepada pegawai BMT Gema Insani disaksikan oleh (ki-ka) ibu Wuryaning Kepala Sekolah SD 7, ibu Heni Komite Sekolah dan Ibu Mutrifah -Manajer BMT, Magelang.

Kegiatan yang melibatkan masyarakat dilakukan juga di SMP 7, Magelang dengan mengaktifkan kegiatan "Career Day" dengan mengundang nara sumber, biasanya alumni , orang tua atau orang yang telah menjadi tokoh masyarakat. Mereka memberikan gambaran kepada para murid segala sesuatu tentang suatu karir/pekerjaan.

Ibu AKP R. Lahari Dalam gambar di sebelah kanan tampak Ibu AKP R. Lahari, Kaur Bin. Ops. Sat. Samapta, yang juga orang tua dari Maulana murid kelas 7B. Beliau menerangkan apa tugas dan tanggung jawab petugas dan lembaga Kepolisian, bagaimana menjadi polisi, dan karir di kepolisian.

Hal ini dapat menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan untuk murid. Bapak Drs. Papa Riyadi MM, Kepala Sekolah SMP 7, menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin diadakan dengan mengundang berbagai macam nara sumber untuk memperkaya wawasan murid.

Aksi Komite Sekolah SDN Petamanan Pasuruan

Peduliˇ¦! itulah sebutan yang paling tepat untuk pengurus komite di SDN Petamanan. Sejak dibentuk, komite sekolah telah banyak berkarya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya adalah pada tahun 2004 diadakan penggalangan dana untuk pengadaan kursi perpustakaan melalui reuni alumni siswa angkatan pertama. Sedang pada tahun 2005, terkumpul dana sebesar Rp.11.000.000 melalui iuran sukarela walimurid yang mampu, khususnya kelas 1. Hal ini dilakukan dengan cara sosialisasi sehingga komite sekolah berhasil membangun kamar mandi.

Peran komite sekolah tidak hanya berwujud bantuan fisik. Lebih dari itu bisa berupa menghadirkan orang tua atau pakar sebagai nara sumber, misalnya untuk membelajarkan siswa cara pembuatan tempe dan tape, kegiatan ekstrakurikurikuler seperti samroh, seni baca AlQur'an, dan pencak silat.

Adanya bantuan Biaya Operasional Sekolah (BOS), menyebabkan banyak terjadi kesalahapahaman informasi, misalnya kesan bahwa sekolah selalu gratis. Di bawah kepemimpinan Bapak Sumardijarsa yang berpendapat bahwa " kepentingan pendidikan sangat besar, sehingga tidak ada kata kelebihan dana untuk pendidikan ", peran aktif komite dii SDN Petamanan terus digalakkan melalui penggalian dana kepada wali murid yang mampu. Oleh karena itu bantuan pengadaan mebeler kelas 1 dengan dana sebesar Rp.15.000.000 bisa terealisasi.

Peran aktif tersebut sinergis dengan program MBS, yaitu transparansi manajemen sekolah, contohnya adalah dalam penyusunan RAPBS. Komite sekolah, Kepala Sekolah, Guru, Staf Administrasi, pembantu pelaksana, pengawas dan Kepala Kelurahan dengan penuh kekeluargaan bersama-sama menuntaskan penyusunan RAPBS. Oleh karena itu, dengan kepedulian yang tulus dari komite sekolah, peningkatan mutu sekolah bisa dicapai dengan segera. Semogaˇ¦

Oleh Ibu Mudji Etik, Kepala SD Pertamanan, Pasuruan

KEBUMEN: PSM di SDN Ambalkliwonan

Kepala SD Negeri Ambalkliwonan, Kec. Ambal, Kab. Kebumen sejak lebih dari setahun yang lalu telah mengajukan usulan ke Dinas P dan K agar ruang kelas yang rusak berat di bagian atap dapat segera diperbaiki.

Dari kiri ke kanan: Bp.Subandi (Kepala Desa Ambalkliwonan), Bp.Suratman (Kepala SDN Ambalkliwonan), Bp.Tutur (Ketua Komite Sekolah) dan Ibu Alfiah Anggraeni (Kepala TU Dinas P&K Kebumen) berfoto bersama di depan SDN Ambalkliwonan.

Namun, bantuan rehabilitasi tidak kunjung datang. Sebagian besar genting hancur dan bila hujan anak-anak harus mengungsi. Selain itu, konstruksi atapnya juga sudah rusak berat dan sewaktu-waktu dapat ambruk dan melukai anak-anak yang sedang belajar.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID