Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Ada Apa di Trenggalekˇ¦

Di bidang manajemen pendidikan tingkat kabupaten, program MBE telah memfasilitasi terlaksananya kegiatan analisis data hasil pemetaan sekolah yang nantinya akan dipakai sebagai dasar untuk menyusun rekomendasi perencanaan di bidang pendidikan. Data bersumber dari kuisener data Dinas P & K dan juga didukung data hasil survey pemetaan sekolah program Dikmenjur (SMK Islam Durenan).

Analisis data dilaksanakan oleh tim pemetaan program MBE kabupaten dibantu konsultan. Hasil analisis ini akan dilokakaryakan bersama para pemangku kebijakan, praktisi pendidikan dan instansi terkait pada tgl 25 Januari 2005 untuk menyusun sebuah rekomendasi perencanaan pendidikan kabupaten. Dalam rangka pembinaan pelaksanaan MBS dan PAKEM di sekolah, Tim MBE Kabupaten juga rajin turun ke lapangan untuk memantau RTL yang telah dibuat masing-2 sekolah, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, mensupervisi program.

Secara nyata kegiatan monitoring oleh Tim Kabupaten berdampak pada meningkatnya motifasi dari sekolah dan semua unsurnya dalam memantapkan pelaksanaan MBS dan PAKEM. Dan ternyata tanggapan para praktisi pendidikan dasar di kabupaten Trenggalek terhadap MBS dan PAKEM yang dibawa program MBE cukup bagus. Terbukti beberapa sekolah di kecamatan imbas (Kec. Karangan) telah melakukan studi banding mandiri ke beberapa sekolah binaan MBE di Kab.

Blitar. Dan ketika Tim MBE Kabupaten bersama fasilitator dan DC mencoba melihat langsung pelaksanaan pembelajaran disekolah mereka....luar biasa!!!! Tidak selisih jauh dengan sekolah-2 yang menjadi binaan langsung progam walaupun jumlah guru yang telah mengikuti pelatihan untuk tiap sekolah hanya satu orang. Ternyata virus PAKEM begitu cepat menyebar kepada guru-guru lainnya.



  1. Focus Group Discussion, dalam rangka seleksi fasilitator daerah program MBE di Trenggalek
  2. Analisis data pemetaan sekolah oleh Tim Pemetaan Program MBE Kab. Trenggalek; 27-28 Des '05
  3. Monitoring oleh Tim MBE Kabupaten & Fasilitator, memberi motivasi dan kebanggaan tersendiri.
  4. Bpk H.Soeharto-bupati baru Trenggalek, Bpk. Mahsun Ismail-Wabub, Bpk. Husni Tahir-Ketua Komisi D DPRD berkomentar, "Ternyata MBE sangat bagus. OK kita akan dukung dan back-up 100%"

PACITAN: Kiat Pengelolaan PAKEM Di Kecamatan Tulakan

Sebagai binaan MBE, kecamatan Tulakan menyadari fasilitasi dari pihak luar tidaklah selamanya. Demikian juga dengan program MBE dengan PAKEMnya. Hal terpenting adalah, bagaimana substansi kegiatan bisa dipahami dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Apalagi PAKEM merupakan metode pembelajaran yang tidak mendikotomi kecerdasan intelektual dengan ketrampilan sosial. Inilah isu penting yang sekarang menjadi persoalan cukup krusial, yaitu lulusan tidak siap ketika kembali dimasyarakat. Lebih jauh Bpk. Sulistyo, S.Pd, Kepala Cabang Dinas Kecamatan Tulakan (foto di atas) menyampaikan langkah-langkah pengelolaan program MBE khususnya PAKEM agar melembaga di institusinya sebagai berikut :

  • Mendayagunakan tenaga fasilitator di kecamatan. Jumlah fasilitator dikecamatan Tulakan ada 9 orang, 4 fasilitator lama dan 5 orang fasilitator lapis dua, yang meliputi lima bidang studi. Tenaga inilah yang menjadi instruktur di pelatihan PAKEM di sekolah non binaan.




  • Memanfaatkan tenaga pangawas: Pengawas selalu diikutkan dalam setiap kegiatan pelatihan agar ketika melakukan supervisi sejalan dengan program yang digulirkan dan bisa memberikan saran yang tepat.

  • Memakai acuan materi yang sudah dilaksanakan MBE: Materi diadopsi dari yang telah diberikan MBE, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan, atau juga memanfaatkan referensi lain yang relevan.

  • Memanfaatkan dana BOS, PSBMP dll untuk memotivasi sekolah melaksanakan pelatihan mandiri. Dalam BOS, PSBMP, dan sejenisnya ada item peningkatan mutu. Ini sangat sesuai dengan usaha peningkatan kapasitas guru yang wujudnya pelatihan. Hasilnya 78 sekolah telah melaksanakan pelatihan mandiri.

  • Menjalin kerjasama dengan PLAN (beberapa sekolah bertempat di desa binaan PLAN). Kerjasama antara MBE dengan PLAN terjalin dengan baik khususnya dibidang pendidikan. 20 sekolah telah melaksanakan pelatihan yang dikelola bersama.

  • Optimalisasi Kelompok Kerja Guru sebagai forum untuk mencari solusi terhadap kendala-kendala pembelajaran terus ditingkatkan dengan memanfaatkan tenaga-tenaga potensial yang tidak lain adalah fasilitator MBE.

  • Merumuskan indikator keberhasilan bersama pengawas. Ini penting sebagai instrumen untuk mengukur apakah kegiatan yang sudah dilaksanakan mencapai target sesuai yang diharapkan.

Dari kenyataan diatas sebanyak 49 SD, 23 MI dan 6 SMP non binaan telah melaksanakan pelatihan. Bahkan 90 % diantaranya sudah melaksanakan 2 kali pelatihan.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID