Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MGMP Efektif Sebagai Sarana Desiminasi

Ibu Kun Widayati Zulaika Didorong semangat untuk memajukan mutu pendidikan, khususnya mata pelajaran Bahasa Inggris, para guru Bahasa Inggris sekabupaten Pacitan yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), pada tanggal 13 September 2005 yang lalu telah mengadakan workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

Kegiatan ini bertujuan untuk memahami kurikulum 2004 dan agar para guru mampu melaksanaan proses belajar mengajar bahasa inggris yang dapat memacu anak berfikir aktif, menumbuhkan kreatifitas, mencapai ketrampilan berbahasa tertentu namun dalam situasi yang tetap menyenangkan. Pelatihan ini juga bertujuan untuk mengaktifkan MGMP Sekolah (MGMPS) dan MGMP Wilayah.

Jumlah peserta 105 orang guru tediri atas guru SMP dan MTs Negeri maupun Swasta. Paling tidak separuh dari jumlah guru bahasa Inggris sekabupaten Pacitan datang. Pelatihan dua hari yang sebetulnya merupakan forum MGMP tersebut bersama sama dikemas oleh panitia dan konsultan MBE (Bapak Maskur dan Ibu Furaidah). Teman-teman guru yang sudah pernah mendapatkan pelatihan PAKEM, PTBK, dan pengurus MGMP dengan aktif membantu dalam bimbingan dan penugasan kelompok. Setelah pelatihan peserta lebih terbuka wawasannya bahwa KBK tidak sesulit yang dibayangkan.

Gambaran menjadi lebih jelas sehingga niat mengatasi kesulitan buku sumber untuk siswapun semakin mencapai titik temu. Adapun materi pembahasan adalah : membedah kurikulum, memahami jenis-jenis teks, membuat macam-macam teks, membuat silabus dan contoh-contoh Rencana Pembelajarannya setelah dimodelkan satu contoh pembelajaran. Melalui pelatihan ini diharapkan guru mampu mengembangkan bahan ajar sendiri. Hasil dari pelatihan ini ditindak lanjuti secara aktif di pertemuan-pertemuan MGMP berikutnya.

Silabus disempurnakan, guru membuat LKS dengan lebih baik, mampu menerapkan pembelajaran Bahasa inggris berdasarkan KBK yang memperhatikan PAKEM dsb. 99% peserta mengaku puas terhadap pelatihan. Ini tercermin dari antusiasme peserta mengikuti jadwal yang sangat padat disetiap sesi dan dari refleksi peserta selama pelatihan. Pelatihan yang dibuka oleh Bpk Bupati juga dihadiri oleh Kadis Pendidikan, para pengawas, dan KS ini dinilai sangat efektif untuk dikembangkan oleh MGMP yang lain juga.

Dengan pelatihan ini pula pengembangan PAKEM diharapkan akan lebih cepat. Pendanaan yang ditanggung MGMP bersama dengan MBE menunjukkan itikad baik para guru yang didukung oleh sekolah dalam mewujudkan penigkatan mutu pendidikan. Terima kasih MBE semoga bermanfaat bagi kami.

Oleh Kun Widayati Zulaika, Guru SMPN 1 Pacitan

BLITAR: SMP Negeri 1 Wlingi Belajar di Luar Kelas

Pada tanggal 26 November 2005, siswa kelas VII A dan B SMP Negeri 1 Wlingi berkunjung ke studio Purnama FM yang kebetulan letaknya hanya sekitar 700 meter dari lokasi sekolah. Mereka cukup berkendaraan kereta angin untuk menuju tempat tersebut. Perjalanan ditempuh dengan melewati persawahan sehingga seakan terasa berekreasi sambil menghirup udara segar.

Tujuan pertama kunjungan itu adalah untuk lebih memantapkan penguasaan kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu menulis berita, membacakan teks berita, dan berwawancara dengan narasumber. Dengan dibimbing Bu Muti'ah, para siswa sangat antusias mewawancarai penyiar Mbak Dea yang selama ini hanya mereka kenal lewat suaranya.

Mbak Dea sendiri merupakan alumni SMP Negeri 1 Wlingi. Secara tidak langsung kegiatan tersebut menghubungkan sekolah dengan alumninya. Hal itu juga dapat meningkatkan peran serta masyarakat terhadap dunia pendidikan. Dengan ramahnya Mbak Dea menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh adik - adiknya.



Disamping menanyakan seputar karir sang penyiar, para siswa juga mendalami seputar pengolahan berita: bagaimana mencari berita, siapa yang mencari, bagaimana mengubahnya menjadi teks, dan cara menyiarkannya. Semua itu dapat diamati dan ditanyakan langsung kepada narasumber aslinya.

Ada sisi-sisi positif yang didapatkan para siswa dengan kegiatan kunjungan itu. Mereka sangat aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut . Kegiatan tersebut juga menyenangkan sebab mereka belajar sambil berekreasi dan di tempat baru, tidak di ruang kelas. Lebih dari itu, wawasan mereka juga semakin terbuka.

Dengan menguasai kompetensi berbicara dan membaca dapat dipakai sebagai bekal dalam kehidupan, misalnya dapat mengantarkan seseorang menjadi penyiar. Dari kegiatan kunjungan belajar semacam itu dapatlah disimpulkan, ternyata belajar di luar kelas mudah dan murah, serta hasilnya oke juga.

MAGETAN BANGKIT....!!!

Kabupaten Magetan telah melakukan studi banding ke sekolah-sekolah binaan MBE di Kabupaten/Kota yang sudah mulai maju. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi dan referensi bagi stakeholders di tingkat sekolah sehingga mutu pendidikan di Kabupaten Magetan menjadi optimal baik dari aspek MBS, Peran Serta Masyarakat (PSM) dan PAKEM.

Guru SMP Magetan sedang asyik mengamati proses pembelajaran di kelas saat studi banding di SMP 1 Wlingi Blitar. Dengan pengamatan secara langsung di kelas, banyak hal yang bisa diadopsi dan ditransfer ke sekolahnya sendiri.

Kegiatan studi banding dibagi dua tahap, yakni tahap pertama, kecamatan Magetan melakukan studi banding ke Kabupaten Blitar pada tanggal 8 Desember 2005 dengan diikuti oleh kurang lebih 100 orang dari unsur kepala sekolah, komite sekolah dan guru baik dari sekolah binaan MBE maupun sekolah imbas.

Sedangkan tahap kedua, kecamatan Maospati melaksanakan studi banding ke Kota Batu pada tanggal 20 Desember 2005 dengan peserta 160 orang dari unsur kepala sekolah, komite sekolah, dan guru baik dari sekolah binaan MBE maupun sekolah imbas.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID