Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Geliat dari Daerah Binaan...

SUKOHARJO

Pada saat pelatihan fasilitator daerah di Solo pada bulan Februari 2006 tim MBE sempat berkunjung ke beberapa sekolah yang menunjukkan kemajuan di Kabupaten Sukoharjo, yang terletak berdekatan dengan Solo.

Dalam pembelajaran matematika anak kelas 3, SD Gayam 1 menggambar persegi panjang dengan ukuran yang persis (foto 1). Wati bekerja diamati gurunya Ibu Mariani (foto 2). Ika, siswi kelas 5 membaca ceritanya kepada guru, Bpk Suyanto (foto 3). Anak kelas 6 kreatif dan bersemangat membuat pajangan yang lucu dan menarik. Salah satu tulisan adalah mengenai 'Sepak Bola di Surga' (foto 4) ditulis oleh The Sweet Girls (foto 5).

Siswa kelas 3
Ibu Mariani
Bpk Suyanto
Tulisan tentang Sepak Bola di Surga
The Sweet Girls
Siswa Kelas 5
Siswa Kelas 6
Ibu Diah

Di SD Sukoharjo 1 anak kelas 5 dibimbing gurunya, Ibu Tati Widyaningsih, mencari akronim dan artinya di koran (foto 6). Nampak suasana kelas menarik dan indah. Di SD Sukoharjo 2 anak kelas 6 telah menulis Koran Sekolah yang melaporkan banyak hal dan peristiwa yang menarik (foto 7).

Gurunya, Ibu Diah (foto 8) adalah seorang fasilitator MBE yang sudah mengikuti lokakarya di Probolinggo untuk melaporkan pengembangan PAKEM di kelasnya (lihat laporan pada hal. 21).

Kunjungan Program DBE 2 di Magelang

Dalam rangka kegiatan Field Staff Training and Observation di Yogyakarta, Program DBE2 Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatra Utara pada Tanggal 14 Maret 2006 melakukan kunjungan sekolah binaan MBE di Kota Magelang. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada staf program DBE2 tentang proses pembelajaran yang telah dilakukan sekolah selama mengikuti program MBE.

Peserta melakukan pengamatan Manajemen Pembelajaran serta proses Kegiatan Belajar Mengajar di kelas. Ada 100 orang peserta yang mengikuti kunjungan sekolah, yang terbagi di 10 SD/MI mitra MBE.

Dari hasil pengamatan, kunjungan seperti ini sangat memotivasi kepala sekolah dan guru untuk terus meningkatkan mutu proses pembelajaran di sekolah, terbukti sekolah sangat antusias untuk berbenah dan menampilkan apa yang telah didapatkan selama mengikuti program MBE.

Salah satunya nampak ketika guru-guru di sekolah kunjungan telah membiasakan menyusun RP (Rencana Pembelajaran) di semua kelas. Selain itu kehadiran Komite Sekolah maupun Paguyuban Orangtua Murid di sekolah semakin menambah suasana sekolah lebih hidup.

Ratri dan Doni, Murid kelas 6 SDN Magelang 7 dengan santai berdialog dengan tamu dari luar negeri (Kiri ke Kanan: Bpk David O'Meara, Bpk Tom Chesney dan Ibu Loretta Garden)

Dalam Kunjungan ini, para Tamu melihat proses pembelajaran secara langsung yang dilakukan di kelas, dengan prinsip seminimal mungkin tidak mengganggu proses belajar yang sedang berlangsung

MALANG: SD Pelosok Tidak Mau Ketinggalan

SDN 1 Wadung, Kecamatan Pakisaji merupakan salah satu sekolah yang berada di pelosok desa, jauh dari jangkauan kota. Bersama MBE, sekolah yang dulunya "biasa-biasa saja", kini berubah menjadi lebih "semarak", lingkungan sekolah digunakan sebagai sumber belajar, ruang kelas semakin meriah dan menyenangkan.

Atas: Suasana kelas di SDN Wadung 1 merangsang siswa untuk aktif dan kreatif dalam pembelajaran
Bawah: Rapat rutin Paguyuban Kelas


Masyarakat, melalui paguyuban kelas semakin peduli. "Sekarang, untuk urusan perbaikan kelas, pendanaan ATK untuk PAKEM dan piket kelas, semua sudah ditangani oleh paguyuban kelas" kata Ibu Ngatemi, Kepala SDN Wadung 1. "Tugas mendidik siswa menjadi lebih ringan, karena kami tinggal berkonsentrasi pada proses pembelajaran yang baik."

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID