|
Geliat dari Daerah Binaan...
|
BANDA ACEH: Seleksi Kilat Fasilitator
Pada 1 Februari 2006 Tim MBE pusat melakukan seleksi kilat fasilitator daerah Banda Aceh. Seleksi ini dikatakan kilat karena pada seleksi fasilitator daerah yang normal biasanya dilakukan selama 3 hari, tetapi seleksi fasilitator daerah Banda Aceh dilakukan dalam sehari.
Walaupun demikian, prosedur baku seleksi fasilitator daerah diterapkan sepenuhnya. Seleksi fasilitator daerah ini melalui tahapan-tahapan: observasi pelaksanaan pembelajaran calon fasilitator, diskusi kelompok terfokus, dan diakhiri dengan wawancara. Calon fasilitator daerah dipilih dari peserta Pelatihan PAKEM 1 di Banda Aceh yang menunjukkan kinerja baik.
Setelah berkoordinasi dengan Dinas P dan K Banda Aceh, calon fasilitator daerah yang harus diseleksi sebanyak 24 orang yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas SD/MI. Setelah dilakukan seleksi, sebanyak 12 orang terpilih sebagai fasilitator yang terdiri dari masing-masing 2 fasilitator kelas awal, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan MBS/PSM (foto di bawah).
TOT PAKEM 1 di Banda Aceh
Pada tanggal 2 - 3 Februari 2006 Pelatihan Fasilitiator (TOT) PAKEM 1 dilaksanakan di Banda Aceh untuk fasilitator daerah Banda Aceh. Kegiatan TOT ini dibuka oleh Kepala Dinas P dan K Banda Aceh yang sangat bersemangat untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya. Kegiatan TOT PAKEM 1 ini diikuti oleh 12 fasilitator daerah dan 5 dosen Universitas Syiah Kuala.
|
Bpk Ramli Rasyid, Kepala Dinas P dan K Banda Aceh didampingi Bpk T. Angkasa (Kasubdin TK/SD), dan Bpk. Supriyono Koes H ( konsultan) membuka TOT PAKEM 1 di Banda Aceh.
|
Karena hanya dilakukan selama 2 hari, TOT PAKEM 1 ini difokuskan pada pengembangan PAKEM, menciptakan lingkungan belajar yang baik, dan dilanjutkan dengan praktek mengajar dengan pola PAKEM. Diakhir TOT para fasilitator daerah mengembangkan rencana tindak lanjut untuk diri mereka sendiri.
Secara keseluruhan TOT PAKEM 1 telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Seluruh peserta, baik fasilitator Banda Aceh maupun dosen Universitas Syiah Kuala, merasa puas dengan pelatihan dan mendapatkan banyak ilmu dari pelatihan. Bahkan para dosen Universitas Syiah Kuala sangat berkeinginan untuk meningkatan pemahamannya tentang PAKEM pada TOT berikutnya.
SEMARANG: Ambarawa Studi Banding
Guna menambah wawasan sekolah, maka Ka. UPTD Ambarawa dan Pringapus mempunyai ide melakukan studi banding intern.
|
Diharapkan sebelum melakukan studi banding keluar mereka akan memetik beberapa pelajaran dari sekolah sekitar. Untuk itu maka pada tanggal 23 Februari 2006, seluruh sekolah SD/MI di Kec. Ambarawa melakukan studi banding ke sekolah binaan MBE di Kecamatan Pringapus.
Hal tersebut juga akan dilaksanakan Kecamatan Pringapus ke Ambarawa pada tanggal 12 April 2006. Seperti terlihat dalam gambar, beberapa guru dari Kecamatan Ambarawa melakukan pengamatan proses pembelajaran di SD Wonorejo 2.
Setapak Melangkah ke Depan
Sejak bergabung dengan MBE, banyak wawasan dan ide baru yang muncul di benak para pengelola sekolah. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, maka sekolah binaan MBE di Kabupaten Semarang telah membentuk "FORUM MBE KABUPATEN. SEMARANG". Forum ini akan menjadi sarana mengembangkan ide dan curah pendapat guna meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
|
Philipus, Yusuf dan Agus menunjukkan hasil karyanya yaitu berupa alat peraga "kamera lubang jarum" pada kegiatan KKG SD Klepu 1.
|
Sebagai tindak lanjut dari forum tersebut, sekolah binaan telah melaksanakan kegiatan beberapa kali. Kegiatan tersebut antara lain KKG. KKG tersebut diikuti oleh sekolah non binaan dalam satu gugus. Dalam KKG, guru sekolah binaan melaksanakan pembelajaran di kelas yang diamati oleh guru lain dan didampingi oleh fasilitator. Setelah selesai mengajar, mereka melakukan refleksi bersama yang hasilnya akan dibawa dalam rapat pleno KKG.
PURBALINGGA: Pendampingan Fasilitator Di Sekolah
Setelah diadakannya pelatihan di Solo pada bulan Februari 2006 para fasilitator daerah Purbalingga tanpa menunggu waktu lagi melaksanakan pendampingan di sekolah-sekolah binaan MBE. Pendampingan ini dimaksudkan untuk memonitor pelaksanaan MBE dan memantapkan pola pembelajaran PAKEM di kelas-kelas secara langsung karena pendampingan ini dilaksanakan langsung per mata pelajaran.
|
Fasilitator Purbalingga Teguh P. sedang memberi masukan tentang Rencana Pembelajaran Ibu Sri Utami (guru SDN 1 Karanggedang).
|
Selama pendampingan banyak hal yang ditemukan oleh fasilitator daerah yang berkaitan dengan pola pembelajaran PAKEM. Salah satunya adalah kurang pahamnya guru menerapkan pembelajaran PAKEM di kelas. Dengan adanya pendampingan ini guru lebih intens dan tidak merasa ragu-ragu lagi dalam menerapkan pembelajaran PAKEM.
|