Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Geliat dari Daerah Binaan...

MADIUN: MI Islamiyah 03

Semakin Berprestasi dengan Program MBE

Ketiga komponen Program MBE tingkat sekolah yang meliputi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), dan Peran Serta Masyarakat (PSM) terkadang masih menimbulkan keraguan dari berbagai pihak. Lebih-lebih bila dikaitkan dengan adanya Ujian Nasional.

Pelaksanaan PAKEM masih dipertanyakan kemampuannya mendongkrak prestasi siswa, akibatnya untuk siswa kelas 6 senantiasa diprioritaskan pemberian 'drill' (belajar intensif). Di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah 03, Kota Madiun hal-hal yang dikuatirkan tersebut tidak terbukti.

MI Islamiyah 03 Kota Madiun telah membuktikan bahwa dengan konsisten senantiasa menerapkan Tiga program MBE yang mampu meningkatkan kualitas dan mampu berkompetisi bahkan menjadi satu lembaga sekolah dasar yang berada di garda terdepan dalam mengukir prestasi di bidang akademik dan non akademik.

Adapun beberapa strategi yang telah kami lakukan adalah :

1. Di bidang MBS, MI Islamiyah 03 telah mensiasati kurikulum dengan bentuk-bentuk sebagai berikut:

  • Memasukkan kurikulum Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) menyatu dengan pelajaran intra kurikuler. Dengan strategi ini, hampir 100% siswa kelas 3 akhir telah mampu mengkhatamkan Al Qur'an

  • Memasukkan Kurikulum Muatan Lembaga yang terdiri dari pelajaran Komputer, Penanaman Aqidah & Akhlak pagi hari dan Bahasa Inggris telah diberikan sejak kelas 1.

Bpk. Bambang Wiyono
Studi Lapangan ke Pengadilan Negeri

1. Bpk. Bambang Wiyono, Kepala MI Islamiyah 03 Kota Madiun
2. Gambar anak-anak ketika Studi Lapangan ke Pengadilan Negeri Madiun. Saat itu ada seorang siswa yang mendapat bonus Rp. 200.000 karena mampu mengajukan pertanyaan yang sangat baik kepada Kepala Pengadilan
3. Ketika berkunjung ke PMI Kabupaten Madiun. Selain belajar tentang kegiatan sosial donor darah, saat itu siswa belajar juga tentang menguji golongan darah
4. Siswa MI Islamiyah 03 Kota Madiun dengan piala-piala yang mereka menangkan selama tahun 2005 didampingi salah seorang guru, Ibu Nurul Chasanah


Berkunjung ke PMI
Siswa MI Islamiyah 03

2. Dalam Bidang PAKEM, selain pelaksanaan PAKEM untuk setiap mata pelajaran, juga memasukkan program studi lapangan yang diadakan 1-2 bulan sekali. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan instansi terkait. Misalnya, saat materi berkomunikasi dengan surat, anak dibawa ke Kantor Pos. Dengan bantuan instruktur dari Pegawai Pos, anak mendapat penjelasan yang detail.

3. Di bidang PSM, dalam waktu 1 tahun, Madrasah telah berhasil melengkapi sarana pendidikan. Hal ini telah terbukti dengan dibukanya Laboratorium Bahasa, Laboratorium IPA, Taman IPA, dan juga tidak kalah pentingnya, Madrasah telah mampu melengkapi lebih dari setengah kelas dengan peralatan media interaktif pembelajaran, yaitu TV dan komputer.

Dengan bentuk-bentuk kreatifitas yang telah dilakukan, MI Islamiyah 03 dalam tahun 2005/2006 ini telah berhasil menunjukkan prestasi baik akademis maupun non akademis.

Oleh Bambang Wiyono, Kepala MI Islamiyah 03, Madiun

MALANG: MTs Turen Ber-PAKEM-ria

Dengan menerapkan PAKEM ada nuansa baru yang dialami siswa. Mereka tidak lagi pasif mendengarkan selama pembelajaran berlangsung. Di MTsN Turen, pembelajaran semakin menarik, siswa semakin aktif "mengkonstruksi" pengetahuan dan pemahaman secara kreatif dan mandiri.

Kegiatan belajar dikondisikan guru agar siswa "bekerja", melakukan pengamatan, percobaan, berdiskusi untuk memahami suatu fakta atau konsep, dan memecahkan masalah. Memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan dan menggairahkan siswa untuk aktif belajar.

Dengan PAKEM, siswa menjadi lebih berani bicara dan tampil di depan orang untuk mengungkapkan pendapat, selama pembelajaran. Suasana kelas menjadi lebih terkendali, karena siswa asyik dengan tugas dan pekerjaannya. Jarang ada siswa yang mengganggu temannya atau tidak menyimak pembelajaran.

Menantang dan Inovatif

Dari guru muncul banyak ide kreatif agar kemampuan siswa berkembang. Ibu Sri Winarsih, guru kelas awal SD Wonokerso 3, pada awalnya kesulitan menerapkan pembelajaran tematis bernuansa PAKEM, karena jumlah siswa yang terlalu banyak (51 siswa).
Setelah mengikuti pelatihan fasilitator, beliau memperoleh banyak pengalaman, sehingga pada akhirnya diperoleh inovasi atau trik-trik dalam mengelola kelas besar, dan hasilnya..... LUAR BIASA!!!

Peran serta masyarakat di SDN Turen 3, Malang sedang bekerja mempercantik kelas dengan mengecatnya.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID