|
BANYUWANGI: SMPN 1 Menerapkan Hasil MBE
Banyak sekali perubahan, inovasi dan perkembangan terjadi di SMPN 1 Banyuwangi selama menjadi sekolah binaan MBE. Di bawah kepemimpinan Bapak Drs. Sutiyono, MM., M.Pd yang juga fasilitator MBE semakin nampak dan nyata perubahan positif yang langsung dirasakan siswa, guru dan masyarakat. Dalam rangka mewujudkan MBS dan PSM kepala sekolah memiliki beberapa kiat sukses yaitu :
- Keberanian Kepala Sekolah melakukan perubahan
- Berpikir logis dalam melakukan perubahan
- Melaksanakan pola kemitraan dalam melakukan perubahan
- Pengambilan kebijakan dengan pola partisipatif
- Memberikan kebebasan berinovasi kepada warga sekolah
Tampak papan transparansi terpajang ditempat umum yang dapat diakses oleh siapapun. Komite dan paguyuban kelas bermitra cukup baik dengan sekolah, 4 fungsi komite dapat berjalan sesuai harapan.
|
1. Bpk Sutiyono, Kepala Sekolah SMPN 1 Banyuwangi didepan dinding formula (berisi gambar dan rumus semua bidang studi)
2. Choirunnisa dan Eliana juara karya ilmiah bersama guru pembimbingnya menyatakan dan merasakan PAKEM membiasakan siswa lebih kreatif, dan inovatif. Kerja team bukan hal yang sulit lagi.
3. Kantin sekolah dibantu pengecatannya salah satu produk minuman
|
¢ Pemberdayaan Komite Sekolah: Komite Sekolah mena-ngani pengkeramikan 18 kelas tanpa adanya campur tangan pihak sekolah; Pengurus Komite Sekolah menjadi guru pengganti matpel IPA; Bimbingan UAN ditangani langsung Komite Sekolah; RAPBS disusun bersama oleh sekolah; Komite dan Ketua Paguyuban Kelas.
¢ Pemberdayaan Paguyuban Kelas: Pembenahan fisik kelas dilakukan secara langsung oleh paguyuban kelas. Paguyuban kelas membantu siswa saat KBM di luar kelas.
¢ Menjalin kerja sama dengan Dunia Industri: Pengecatan lapangan basket oleh Teh Botol Sosro. Sekolah mendapat bantuan bola basket, pengecatan ruang koperasi sekolah oleh Coca Cola, bantuan kaos untuk ekstra-kurikuler Drumband, bantuan kitab suci, serta bantuan finansial saat pelatihan PAKEM.
¢ Pembiasaan: Setiap pagi kecuali hari Jum'at sebelum KBM siswa diwajibkan membaca kitab suci. Jum'at sebelum KBM siswa melakukan kegiatan "Obstime", Setiap hari 15 menit setelah jam terakhir siswa melakukan kegiatan "demen maca" (suka membaca). Kelas 7 dan 8 ada tambahan jam perpustakaan 2 jam per minggu yang dipandu oleh guru yang kurang layak mengajar.
|
Satu hal yang sering disampaikan oleh Bpk Sutiyono adalah perubahan yang selama ini dilakukan di sekolahnya adalah realisasi dari apa yang telah diterimanya dari MBE. Secara pribadi beliau mengundang sekolah lain baik binaan maupun non binaan untuk dapat mengunjungi SMPN 1 Banyuwangi.
|
SMP Berkembang
Di beberapa daerah, SMP dan MTs mulai berkembang dengan cepat. Biasanya perubahan di tingkat SMP lebih sulit dicapai daripada di tingkat SD, antara lain karena jumlah gurunya jauh lebih besar dan guru merupakan guru mata pelajaran, bukan guru kelas. Ternyata perubahan akan lebih berhasil kalau merupakan hasil kesepakatan dan kerja sama guru, kepala sekolah, komite sekolah dan pihak lainnya.
|
SITUBONDO: Belajar Nyaman di SMP 1 Panarukan
Dalam Suara MBE edisi yang lalu dilaporkan dari Situbondo bahwa SMP 2 Panarukan telah menerapkan 'moving class' di mana siswa pindah kelas setiap mata pelajaran, karena ada ruang kelas khusus setiap mata pelajaran. Menurut Bpk Aji Sapaji dan Ibu Mayus, Kepala sekolah dan wakilnya, anak sudah biasa pindah kelas dalam waktu 5 menit dan sangat nyaman dengan sistem ini.
Namun perubahan di SMP 1 Panarukan tidak terbatas pada pindah kelas! Semua ruang kelas dikelola dalam kelompok. Akibat pengelolaan ini suasana kelas menjadi lebih interaktif dan menciptakan lebih banyak diskusi antara siswa. Peran guru juga berubah menjadi fasilitator daripada instruktor.
Dengan adanya ruang mata pelajaran pajangan di setiap ruang sangat lengkap dan bermutu, dan merupakan hasil karya pemikiran siswa sendiri. Bukti perubahan di SMP 1 nampak kalau kita berkunjung ke kelas. Anak terbuka, dan senang berdiskusi dengan tamu. Di atas kiri nampak suasana di pembelajaran Bahasa Indonesia.
MALANG: Beragam Langkah, Satu Tujuan
Setelah ditunjuk sebagai sekolah berstandar nasional (SSN), SMPN 1 Turen berpacu melakukan pembenahan di segala bidang untuk memberi layanan yang baik dan optimal bagi perkembangan potensi siswa secara utuh dan menyeluruh. Kepala Sekolah, Bpk Gayung bersambut, bersamaan dengan status SSN itu, sekolahnya dijadikan sekolah binaan MBE.
|
Ibu Musiani guru Biologi SMPN 1 Turen sedang memfasilitasi siswa dalam mengkaji suatu materi
|
Bersama MBE, beragam cara dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya:
sebagian besar kelas telah menerapkan pengaturan tempat duduk yang bisa mengoptimalkan potensi siswa, dan telah tersedia papan pajangan yang siap diisi hasil karya siswa
pengalaman belajar siswa semakin kaya dan bervariasi, tidak sekedar mendengarkan ceramah guru, tetapi banyak melakukan kerja kelompok, berdiskusi, melakukan percobaan, dan melakukan pengamatan. Siswa menjadi lebih kreatif dan berani mengungkapkan pendapat atau bertanya, sehingga proses pembelajaran lebih dinamis dan menyenangkan.
Berbagai program masih dirancang Kepala Sekolah untuk meningkatkan mutu SDM, khususnya peningkatan kompetensi guru.
|