Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Peningkatan Manajemen Pendidikan....

KEBUMEN: Berapa Besaran Unit Cost per Siswa?

Dari hasil diskusi dengan konsultan MBE, Kabupaten Kebumen mencoba merealisasikan perhitungan index biaya minimum pendidikan (Unit Cost) untuk jenjang SD dan SMP. Dimulai dari Lokakarya Unit Cost yang di fasilitasi MBE, serta dipadukan dengan real cost (hasil survei) yang tertuang pada APBS tahun 2005/2006 seluruh SD dan SMP di Kabupaten Kebumen, maka ditemukan besaran angka index biaya minimal pendidikan untuk SD sebesar Rp.24.306,- serta SMP se-besar Rp. 41.879,- .

Focus Group Discussion yang dilakukan oleh Kepsek, Pengawas, Komite, dan Guru. Dalam Lokakarya Unit Cost Kebupaten Kebumen

Dari index tersebut akan dapat diketahui nilai kesenjangan dengan dana BOS yang selama ini diterima sekolah. Diharapkan nilai kesenjangan ini akan merupakan besaran subsidi Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dana Alokasi Sekolah (DAS). Tahun 2006 telah mulai dirintis dana alokasi sekolah untuk SD/MI sebesar 4 milyar rupiah akan dikucurkan antara lain dengan memperhatikan formula Unit Cost tersebut.

Sinergi Program Widyakrama Dengan MBE di Kab. Kebumen

Berdasarkan Keputusan Mendiknas No.058/P/2005, Kabupaten Kebumen dinyatakan mendapatkan anugerah Penghargaan Widyakrama tahun 2005 berupa block grant sebesar 500 juta rupiah. Penghargaan ini didasarkan atas keberhasilan dalam penuntasan Wajar Dikdas khususnya di jenjang SD. Pemanfaatan dan penyaluran block grant Widyakrama terfokus pada 3 (tiga) komponen program yakni perluasan akses, peningkatan mutu, dan manajemen pendidikan.

Sosialisasi dana Widyakrama dari Ka. Dinas P dan K (dari kiri) Dra. Alfiah Anggriani, (Kabag TU), Drs. Maryono (Kabid Dikmen), Drs. Air Mas ( Ka. Dinas P dan K) dan Drs. Wuryanto, M.Mpd (Kabid Diklusporabud)

Salah satu diantara 26 program kegiatan adalah "Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) khusus bagi Kepala SD dan SMP masing-masing 45 peserta" yang direalisasikan pada tanggal 17 dan 18 Maret 2006 di Hotel Candisari Karang-anyar Kebumen.

Untuk keperluan tersebut, nara sumber pelatihan berasal dari konsultan MBE Bpk Hari Riyadi dan Bpk Popo Riyadi (Kepala SMPN 7 Magelang) yang telah berpengalaman melaksanakan program MBS, PAKEM dan PSM. Hasil yang diharapkan adalah tindak lanjut pengimbasan program ini di jenjang SD dan SMP di Kabupaten Kebumen.

KEBUMEN: MBE Memfasilitasi Penyusunan RIPP

Setelah sukses dengan Program Pemetaan Pendidikan, Kabupaten Kebumen telah berhasil menyusun Rencana Induk Pengembangan Pendidikan (RIPP) tahun 2006-2010.

Focus Group Discussion

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyusun acuan program selama 5 (lima) tahun ke depan serta upaya mewujudkan transparansi dan akuntabilitas publik khususnya di bidang perencanaan pendidikan. Kegiatan yang berjalan secara sekuensial dimulai bulan maret 2005 dan berakhir bulan Desember 2005.

Tercatat ada 12 fase kegiatan mulai dari perumusan konsep awal sampai dengan Uji Publik ke-2. MBE telah memfasilitasi 3 kegiatan pokok yakni Pelatihan Petugas, Annual review serta Focus Group Discussion (FGD). Hasilnya berupa "Blue Print" Perencanaan Pendidikan di Kabupaten Kebumen, yang diharapkan menjadi acuan semua program pendidikan di Kabupaten Kebumen.

Geliat dari Daerah Binaan...

MALANG: Pelatihan Khusus Pengawas

Gema model pembelajaran PAKEM telah menyebar dimana-mana dan mengena pada hampir semua stakeholders pendidikan, tak terkecuali para pengawas TK/SD dan PPAI. Karena dirasa sangat penting dan mendesak, para pengawas secara khusus minta untuk dilatih MBS, PSM dan PAKEM.

Pada tanggal 22-24 Maret 2006 pelatihan khusus pengawas TK/SD dan PPAI diikuti oleh sekitar 105 orang dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang (33 kecamatan). Para peserta sangat senang dengan sistem/pendekatan MBE dalam melatih mereka: "menyenangkan, menantang dan manusiawi", komentar salah satu peserta.

Yang lebih penting adalah model dan substansi pelatihan itu sangat berguna dan membantu tugas mereka sebagai pengawas di sekolah, khususnya untuk membina guru dalam membelajarkan siswa secara profesional.

SITUBONDO: Sekilas PSM DI MI NU Al Khairiyah

MI Al Khairiyah berlokasi di Desa Curah Jeru Kec. Panji, Kab. Situbondo. Sekolah yang dipimpin Bpk. Ahmad Zuhdi (foto bawah), kini mulai berbenah dan menata diri. Hal ini tampak sekali dalam pengembangan sekolah yang selalu melibatkan semua unsur sekolah yang ada seperti komite sekolah, yayasan, paguyuban kelas dan masyarakat sekitar.

Bahkan saat ini MI Al Khairiyah membangun ruang kelas baru (foto bawah), sebagai sarana yang harus dilengkapi dengan bertambahnya siswa yang mendaftar di sekolah tersebut. Ada yang unik dalam pengumpulan dana pembangunan tersebut, yakni melalui kotak amal yang disediakan di jalan menuju sekolah.

Sehingga masyarakat dapat langsung berpartisipasi dalam pembangunan ruang kelas baru yang sudah mencapai 50%. "Dengan dana yang didapat minimal Rp. 350.000 perhari, kami berharap dapat segera menyelesaikan pembangunan ruang tersebut," tegas Bpk. Ahmad Zuhdi.

Samping : Focus Group Discussion yang diikuti dari komponen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, LSM, Komite Sekolah, Dewan Pendidikan, dan Unsur masyarakat dalam penyusunan RIPP di Aula Dinas P dan K, Kebumen

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID