Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Pengembangan Pembelajaran PAKEM....

NGANJUK: Pembelajaran Kooperatif

Banyak kesalahpamahan nampak tentang anak bekerja secara kooperatif. Yang sering terjadi adalah satu anak di setiap kelompok menulis hasil kerja, sementara anak-anak lainnya menunggu. Sebenarnya kerja kooperatif lebih banyak untuk kegiatan diskusi atau percobaan. Kalau sampai ke menulis hasil kerja lebih baik semua anak menulis hasil sendiri - karena semua anak perlu dilatih menulis dan harus mempunyai catatan.

Namun di SD Jatirejo 1, Nganjuk ada contoh kerja kooperatif yang sangat baik. Dalam hal ini anak menulis tentang 'bumi'. Setiap anak dalam kelompok mencari informasi dan menulis tentang aspek yang berbeda, antara lain rotasi, revolusi, globe, bagian (atau lapisan) bumi, dan bentuk bumi. Setelah menulis mereka sa-ling membagi infor-masi (lihat foto atas).

PACITAN: Lingkungan Sebagai Sumber Belajar IPA

Pada pembelajaran IPA kelas VII di SMP Negeri 3 Pacitan, tentang ekosistim dan pengaruh kepadatan populasi manusia, siswa memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

Berangkat dari isu kerusakan lingkungan baik dari kasus penebangan liar dan bencana alam banjir, siswa melakukan observasi terhadap kolam sekolah untuk mengidentifikasi komponen ekosistem dan mendiskripsikan istilah-istilah dalam ekologi.

Seperti mengelompokkan data pengamatan ke dalam komponen biotik dan komponen abiotik individu, populasi, komunitas, menghitung kepadatan populasi, menemukan interaksi antar komponen ekosistem, dll.

Dari data komponen biotik yang diperoleh siswa juga memanfaatkan untuk memahami adanya rantai makanan dan jaring-jaring makanan, mengelompokkan berdasarkan cara memperoleh energinya, makanan, sehingga diperoleh kelompok produsen, konsumen I, konsumen II, dst. Serta kelompok dekompuser.

Selain itu siswa juga belajar mengelompokkan makhluk hidup atas dasar jenis makanannya, seperti herbivora, carnivora, dan omnivora, dan membuat diagram komposisi masa penyusun komponen biotik dalam ekosistem dalam bentuk piramida makanan.

Pada pertemuan yang lain, siswa diberi kesempatan merancang alat yang dapat digunakan untuk menjernihkan air dengan memanfaatkan barang-barang limbah di sekitar siswa, seperti botol bekas, sabut kelapa, batu, arang dsb.

Selanjutnya melakukan percobaan terhadap alat tersebut dan membuat laporan disetiap akhir pembelajaran. Siswa yang merasa rancangan alatnya berhasil membuat air keruh menjadi jernih, serta merta bersorak kegirangan.

Edy Winarno, Guru SMPN 3 Pacitan

TRENGGALEK: Anak Kelas 1 Belajar Tentang Berat

Anak kelas 1 di SD Karangan 3, Trenggalek telah membandingkan berat berbagai benda yang ada di sekitar kelasnya. Mereka membuat timbangan sederhana dengan menggunakan penggaris. Hasilnya direkam oleh siswa di buku masing-masing. Kegiatan ini sangat sederhana tetapi efektif dan hasil kerja anak bagus! Lihatlah foto di bawah ini!

Sekolah di Trenggalek Menggunakan Portofolio

Guru di beberapa sekolah di Trenggalek, seperti SD Karangan 3 menyimpan hasil karya anak di dalam portofolio untuk merekam kemajuannya. Portofolio ini akan ditunjukkan kepada wali murid untuk didiskusikan. Di samping kanan guru kelas 3 Rita Widayati mengamati portofolio Ahmad, salah satu anak di kelasnya.

MI Yapendawa...

Kepala sekolah MI Yapendawa, Kec. Pogalan, Trenggalek, Bpk Imam Syaean telah menyusun indikator perubahan yang diharapkan akan dilaksanakan gurunya setelah mereka dilatih PAKEM. Indikatornya termasuk: Bpk Imam Syaean

  • Adanya pajangan kelas

  • Variasi pengelolaan kelas

  • Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

  • Membuat laporan dengan bahasa sendiri

  • Pendampingan siswa dsb.

Hal ini sangat efektif supaya ada perubahan nyata di sekolah!

Sekolah yang Perlu Dikunjungi

Salah satu sekolah yang sudah melaksanakan MBS dengan baik dan PAKEM nampak di semua kelas adalah SD Kedunglurah 1 di Kecamatan Pogalan. Apalagi banyak siswa yang pintar bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris - tidak hanya sekedar menjawab 'what's your name?' tetapi melaksanakan percakapan panjang dan bermakna. Di sebelah bawah Nana, siswi kelas 5 bercakap dengan Lynne Hill, konsultan MBE.

Nana dan Ibu Lynne Hill
RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID