|
Lokakarya Reviu dan Perencanaan di Probolinggo...
|
Sekolah di Probolinggo Menyenangkan Juga
Salah satu kegiatan yang menyenangkan adalah kunjungan ke sekolah binaan MBE (dan CLCC) di daerah Probolinggo dan Kota Pasuruan. Para peserta sempat masuk kelas dan berbicara dengan guru dan siswa.
1. Ibu Iit dari Bappeda Nganjuk bersama siswa kelas 2, SD Kedungdalam, Probolinggo
2. Mahasiswa membantu di kelas: Ibu Ira, yang sedang ikut kuliah PGSD di cabang UT di Desa Betek, membantu guru kelas 1 di SD Krucil 2, Probolinggo. Ternyata anak mengikuti pembelajaran tematis dan menulis tentang 'rumahku'. Pajangan tentang tema sebelumnya nampak di dinding.
3. Peran Kacab Dinas: Ternyata sekolah-sekolah di Kecamatan Krucil maju bersama antara lain karena kepemimpinan Kepala Cabang Dinas, Bpk Ngadirin yang setiap minggu berkeliling mengamati dan mendorong sekolahnya. Beliau menjadi narasumber di rapat reviu dan perencanaan.
4. Anak sekolah desa maju: SD Bremi 1 terletak di daerah pedesaan di gunung. Tamu MBE yang berkunjung ke sekolah berfikir bahwa tulisan yang dipajangkan di luar kelas merupakan hasil karya anak kelas 6. Mereka kaget waktu mengamati lebih dekat. Ternyata ditulis siswi kelas 1, Fitri yang difoto bersama kepala sekolah, Bpk Suharto, menunjukkan tulisannya (foto 4a)
5. Drama di kelas: Di kelas 6 SD Betek 1 anak menulis dan memainkan drama sendiri tentang perjuangan kemerdekaan.
6. Anak boleh mengritik guru: Di kelas 5 SD Bremi 1 yang bersama kelas 6 terletak di dalam bekas rumah +500m dari sekolah, suasana kelas sangat menyenangkan. Antara lain anak diberi kesempatan untuk memberi umpan balik tentang pembelajaran kepada gurunya. Tulisan anak cukup tajam tetapi diterima dengan baik oleh gurunya, Bpk M. Wahyudi (foto 6 bersama Citra, kiri dan Qiyal, kanan). Kritik Qiyal sebagai berikut (foto 6a): 'Buat P. Yudi: Kalau bisa waktu presentasi semua kelompok membaca hasilnya & disuruh ke depan agar bertanya. Masa Pak gak seru kayak dulu lagi! Enakan yg dulu timbang sekarang! Tolong perhatikan!'
7. Guru disuruh menulis: Di kelas 5 SD Betek 1 setiap minggu anak diajak gurunya, Ibu Lisadah, untuk menulis sebanyak mungkin kalimat tentang suatu benda, menyusun sebanyak mungkin pertanyaan, serta membuat deskripsi benda tersebut. Salah satu anak menulis 35 kalimat tentang tas yang diamati. Cerita Ibu Lisadah, dia sendiri ditantang oleh siswa untuk ikut menulis kalimat bersama-sama.
8. Banyak alat bantu: Komitmen guru nampak di semua kelas. Di kelas 2 SD Betek 1 Ibu Misri, guru agama yang juga mengajar di kelas 2, membuat banyak alat bantu belajar.
9. Oleh-oleh dari Aceh: Guru kelas 6 di SD Betek 1, Ibu Like, salah satu fasilitator MBE menunjukkan bahan-bahan yang dibawa dari Banda Aceh, waktu beliau ikut melatih guru.
|
|