|
Geliat dari Daerah Binaan...
|
PURWOREJO: KKG Gugus MBE
Pada bulan Februari 2006, di Kab. Purworejo telah dibentuk Gugus MBE di 2 kecamatan (Kutoarjo dan Butuh). Ide dasar dari pembentukan gugus MBE adalah:
Untuk meningkatkan profesionalisme guru dan kepala sekolah agar dapat saling bertukar pikiran dalam meningkatkan kreatifitas, efektivitas dan menemukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran.
Apa yang mereka peroleh dari KKG MBE ini akan dikembangkan di KKG reguler yang selama ini sudah berjalan di sekolah-sekolah non binaan MBE untuk "menjangkiti" PAKEM di sekolah-sekolah lain.
Jadwal KKG khusus binaan MBE telah disusun dan akan dilaksanakan sebulan sekali untuk masing-masing kecamatan. Kegiatan KKG Kecamatan Kutoarjo yang pertama dilaksanakan di SDN 2 Kutoarjo pada 18 Maret, didampingi fasilitator daerah. KKG kali ini dibagi dalam dua sesi pembahasan.
Penekanan pendekatan PAKEM di sekolah: Mereka berdiskusi dalam kelompok sekolah untuk mereviu kegiatan PAKEM dan apa permasalahannya. Kemudian presentasi, diskusi dan saling berbagai untuk pemecahan masalah.
KKG mapel Bahasa Indonesia: Kegiatan ini, menampilkan modeling PAKEM Bahasa Indonesia dari fasilitator daerah, Ibu Wahyu Heniwati. Peserta mengamati modeling termasuk membahas skenario pembelajarannya.
Kemudian diskusi dalam kelompok sekolah, apa yang diperoleh dari modeling pembelajaran, menulis hasil diskusi dan belanja hasil antar kelompok sekolah untuk mendapatkan masukan dari kelompok sekolah lain, sehingga bisa saling belajar dan melengkapi.
|
Peserta KKG: aktif berdiskusi PAKEM.
|
|
KKG didampingi fasilitator daerah, Bpk. Kusbandono dan Ibu Wahyu Heniwati yang sedang modeling PAKEM, diamati oleh Pengawas TK/SD Bpk. Wahono.
|
Hal lain yang menarik dari KKG Gugus MBE seperti ini adalah bahwa KKG dilakukan dengan mengambil tempat secara bergantian di sekolah-sekolah binaan MBE. Ini dimaksudkan agar sekolah yang satu bisa berkunjung ke sekolah binaan lainnya.
Sebelum kegiatan dimulai mereka terlebih dahulu bisa mengamati perkembangan sekolah seperti mengamati hasil karya siswa yang dipajangkan. Dengan begitu mereka bisa memberikan masukan, mengambil hal-hal yang sudah baik dari sekolah tersebut dan tentu saja memberikan semangat untuk lebih maju.
|
Peningkatan PAKEM di SD Wonorejo Kulon
Kelas awal di SD Wonorejo Kulon Kec. Butuh telah terlihat perubahan setelah menerapkan PAKEM. Dibawah ini contoh hasil karya siswa kelas I dan II.
Kanan: Hasil karya Sarah Samhana Alamsyah, siswa kelas I SD Wonorejo Kulon.
|
|
|
Sebelum PAKEM, siswa kelas I hanya menggambar dan memberikan judul nama buah saja. Sekarang siswa diberi kebebasan untuk menggambar beberapa macam buah dan mendeskripsikannya.
|
Tulisan Sarwanto, Kelas II SD Wonorejo Kulon, menceritakan gambar dan ditulis dengan kata-katanya sendiri.
|
|
Ibu Sumarsih guru Kelas I Wonorejo Kulon juga sebagai fasilitator daerah untuk kelas awal, banyak membawa perubahan di sekolahnya.
|
|
PACITAN: KKG Sekolah Binaan
Sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan dan cara untuk mengontrol hasil pelatihan, telah dilaksanakan KKG pada 18 Maret 2006 bertempat di SDN Baleharjo 1. KKG dihadiri 116 peserta terdiri dari kepala sekolah, guru kelas dan guru mata pelajaran. Kegiatan ini diawali dengan pleno untuk menyepakati dan menyamakan persepsi tentang KKG.
Langkah awal membagi KD ke dalam tema-tema kemudian tema-tema masuk ke semester sampai mingguan. Pelaksanaan KKG dipandu oleh 2 fasilitator dibantu 10 guru yang dianggap mampu dan punya bukti kemampuan mengembangkan pelatihan dalam kelasnya.
Setiap kelas dipandu oleh 2 orang dengan agenda pembahasan yang sama pada masing-masing kelas. KKG ini ke depan akan menjadi satu kesatuan antara pelatihan dan pendampingan. Diawali dengan membuat perencanaan, membahas metode pembelajaran dan akan dilaksanakan praktek mengajar.
Dilaksanakan sebulan sekali dengan peserta semua sekolah binaan di Kecamatan Pacitan dengan meliburkan sekolah selama sehari, mulai jam 08.00 - 11.30. KKG ini juga melibatkan beberapa pengawas dan dikoordinir oleh cabang dinas kecamatan.
|
Pelaksanaan KKG tidak berbeda dengan pelatihan. Peserta dibagi kelompok mata pelajaran, dan melaksanakan diskusi secara intensif dibawah bimbingan pemandu.
|
|