|
PASURUAN: KKG MBE Sebagai Wahana Guru Profesional
Belajar ... terus belajar. Itulah kata-kata yang patut sering kita dengar. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, tentu membutuhkan kreatifitas guru untuk mewujudkannya. Kemauan dan kemampuan selalu dibutuhkan dalam mendesain pembelajaran yang berhasil guna diantaranya PAKEM. Dengan demikian diharapkan melalui PAKEM, siswa memiliki kesempatan untuk lebih kreatif dan senang belajar.
Mendesain pembelajaran merupakan langkah inovatif seorang guru untuk lebih mudah mencapai kompetensi siswa. Melalui KKG atau MGMP guru binaan, fasilitator mencoba memodelkan PAKEM di kelas dengan obyek siswa sebagai langkah awal kegiatan. Sedangkan guru KKG/MGMP mengamati pemodelan, apa yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
|
1. Bu Lilik (Fasilitator Bahasa Indonesia) melakukan pemodelan dengan obyek siswa SDN Karanganyar dan guru KKG mengamati di belakang
2. Fasilitator dan guru KKG setelah pemodelan mulai dari bertukar pengalaman, cerita keberhasilan dan menemukan solusi dalam mengatasi kegagalan pembelajaran.
3. Fasilitator dan guru KKG berbagi pengalaman dalam membuat skenario pembelajaran.
|
Kegiatan KKG / MGMP binaan dilakukan di tiga kecamatan binaan, dengan durasi binaan masing-masing 2 minggu pada putaran pertama. Pada KKG putaran kedua memilih guru binaan terbaik (hasil pendampingan pertama) untuk real teaching dan diamati oleh guru-guru peserta KKG.
Hal ini perlu dilakukan untuk memotivasi guru-guru yang memiliki potensi "Figur Contoh", sebab setiap guru memiliki potensi relatif tidak sama, sehingga perlu pengembangan lebih lanjut melalui KKG/MGMP. Ini juga bisa mewujudkan pembelajaran yang lebih profesional sesuai dengan situasi dan kondisi siswa yang relatif berbeda di setiap sekolah tempat mereka bertugas.
Dampak Review Meeting Nasional di Kota Pasuruan
Awal bulan Maret 2006, MBE mengadakan review meeting nasional di Grand Bromo Hotel Probolinggo. Salah satu kegiatannya adalah kunjungan ke sekolah-sekolah binaan. Kota Pasuruan menjadi salah satu sasaran kunjungan selain Probolinggo.
Sekolah yang dikunjungi diantaranya adalah SDN Bukir, SDN Bangilan, SDN Mandaranrejo 1, SDN Petamanan dan SMP Muhammadiyah.
Berikut ini adalah dampak perubahan ke 5 sekolah setelah dikunjungi:
1. SD Bukir sebagai Sekolah Kunjungan
|
Tamu dari Sumatera Barat (atas)
Dan Sumatera Utara (bawah)
|
|
2. SDN Bangilan Maju Cepat
3. PSM SDN Mandaranrejo 1 makin OK'
|
Atas: Meja sumbangan wali murid
Bawah: Pembentukan paguyuban kelas
|
4. SDN Petamanan sebagai sekolah rujukan
|
Atas: Sengaja sebagai tempat pelatihan supaya dapat dicontoh oleh sekolah-sekolah lain.
Bawah: Sebagai tempat pertemuan KKG.
|
5. SMP Muhammadiyah makin OK'
|
Atas: Suasana pembelajaran di SMP Muhammadiyah.
Bawah: Siswa belajar di PT Indofood Sukses Makmur Pasuruan.
|
|