|
SITUBONDO: PAKEM di SDS Muhammadiyah Panarukan
Di atas menggambarkan bahwa pajangan bukan hanya sekedar pemajangan hasil karya siswa namun lebih jauh dari itu juga dapat berfungsi sebagai sumber belajar yang dapat memacu kreatifitas dan inovasi siswa. Nampak siswa aktif melaksanakan kegiatan dalam pembelajaran di kelas. Dengan PAKEM bukan hanya sekedar duduk berkelompok tapi keaktifan siswa benar-benar dikembangkan dan diarahkan oleh guru sebagai pengelola kelas.
Pada gambar di samping terlihat pembelajaran di kelas, guru bukan satu-satunya sumber informasi namun siswa akan mencari dan menemukan sumber informasi lain, selain guru. Peran guru tidak ter-lalu dominan dalam kelas, cukup mengawasi dan mengarahkan aktifitas siswa di kelas.
Beragam Langkah Satu Tujuan
Pendidikan bukan hanya tanggung jawab Pemerintah saja tetapi tanggung jawab bersama diantaranya ma-syarakat, orangtua dan semua pihak yang peduli dan terhadap perkembangan kemajuan dunia pendidikan.
Hal di atas telah diimplementasikan di daerah termasuk di Kabupaten Situbondo pada Reviu Program MBE Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan tanggal 02 Juni 2006 di Aula Dinas Pendidikan.
Tujuan kegiatan ini untuk merencanakan, membahas kemajuan dan kendala program MBE baik di tingkat kabupaten maupun sekolah binaan MBE serta menentukan strategi guna kemajuan pendidikan khususnya di Kabupaten Situbondo.
Semua komponen tersebut duduk bersama menyatukan tekad untuk kemajuan dan perkembangan pendidikan ke depan. Hasil kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti berdasar RTL yang telah disepakati.
PURWOREJO : Kelas Laborat PAKEM di SD Imbas MBE
Ibu Suhartati, Guru Kelas 5 SD Wirotaman, Kec. Kutoarjo sangat antusias dalam menerapkan PAKEM, hasil dari pelatihan yang diprogramkan oleh MBE Kab. Purworejo. Ibu Suhartati adalah salah satu dari 5 peserta undangan dari sekolah non binaan untuk mengikuti setiap pelatihan yang diprogramkan oleh MBE.
Meskipun bukan berada di sekolah binaan MBE, namun beliau mempunyai semangat dan kemauan yang tinggi untuk menerapkan PAKEM.
|
Bahkan ketika usai pelatihan, apa yang didapat selalu disampaikan kepada kepala sekolah SD Wirotaman (Bapak Suyono).
|
Ibu Suhartati, guru kelas 5 SD Wirotaman, dalam pembelajaran di kelas 5, sebagai kelas percontohan PAKEM.
|
Kepala Sekolah Wirotaman patut dibanggakan karena sambutan yang baik dengan "oleh-oleh" gurunya dalam mengikuti setiap kegiatan MBE. Bukan hanya itu saja, KS juga menerapkan apa yang disampaikan Ibu Suhartati mengenai Manajemen Berbasis Sekolah, Peran Serta Masyarakat (MBS-PSM). Sekarang RIPS dan RAPBS telah dipajang secara terbuka di sekolah, sehingga siapapun bisa melihat ketika sedang berkunjung ke SD Wirotaman.
Kepala Sekolah (Bpk. Suyono) sangat mendukung dan bahkan membantu dalam mendesain kegiatan PAKEM di kelas 5. Kelas ini sebagai percontohan untuk kelas-kelas lain. Dengan bimbingan pengawas kecamatan Kutoarjo Ibu Wahyu Heniwati dan Bapak Kamin, kelas 5 semakin maju dan semarak dalam pembelajaran model PAKEM.
Pengawas pun bisa - dan tidak jarang - menjadi model dalam pembelajaran untuk diamati oleh guru. Dan sebaliknya, guru juga diamati oleh pengawas dan guru lain pada waktu proses belajar mengajar. Usai pegamatan banyak masukan yang didapat untuk memperbaiki proses pembelajaran agar semakin meningkat.
SEMARANG: Saling Belajar Antar Sekolah
Belajar tentang PAKEM, MBS dan PSM tidak harus keluar kabupaten. Sesuai jadwal kegiatan yang telah dilaksanakan, sekolah binaan dan non-binaan di Kecamatan Pringapus melakukan studi banding ke SDN Bandungan 1 dan SDN Mlilir 2.
|
Atas: Guru dari Pringapus melakukan pengamatan di SDN Bandungan 1
Bawah: Guru dari Pringapus disambut paguyuban sekolah, Kepala Desa beserta perangkat dan Ibu Elmi Yahyi - KS SDN Mlilir 2
|
Kunjungan tersebut, dilakukan dengan membagi kelompok menjadi 3 bagian yaitu PAKEM, MBS dan PSM. Dalam kunjungan ke SDN Bandungan 1, yang baru menjadi sekolah binaan MBE pada bulan Maret 2006 banyak pelajaran yang di-peroleh tentang PAKEM dan di SDN Mlilir 2, banyak pe-lajaran yang dipetik tentang PSM terutama paguyuban kelas.
|