Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

BANYUWANGI: Dari Jawa Pos, 10 Juli 2006

Wali Murid Peduli Sekolah

Bagaimanakah caranya sekolah bisa mendapatkan dukungan penuh wali murid bagi pelaksanaan MBS dan PAKEM? Ibu Suhernik, Kepala Sekolah SDN 4 Penganjuran, Banyuwangi, melakukannya dengan mengundang para wali murid kelas 1 tahun ajaran 2006/2007 ke pertemuan pada tanggal 8 dan 9 Juli untuk menyatukan pendapat tentang MBS dan PAKEM. Ibu Suhernik di Bantu fasilitator daerah menjelaskan apa bagaimana MBS dan PAKEM dilengkapi dengan tayangan foto-foto praktik MBS dan PAKEM di sekolah lain maupun di sekolahnya sendiri.

Setelah itu para wali murid diajak mempersepsikan PAKEM berdasarkan pendapatnya sendiri kemudian meninjau langsung kelas-kelas dan diminta memposisikan diri sebagai siswa. Respon para wali murid ternyata luar biasa. Mereka menjadi kritis, banyak bertanya, dan memberikan banyak usulan. Ada yang mengkritik papan pajangan yang terlalu tinggi dan berinisiatif untuk membantu guru mengatur papan pajangan supaya lebih sesuai dengan anak-anak.

Ada juga yang mengusulkan supaya kelas awal dibuat lebih meriah dengan karya yang digantung dan pajangan untuk membuat anak-anak lebih kreatif dan imajinatif. Yang lain mengusulkan supaya pajangan di kelas tinggi ditata lebih rapi supaya siswa bisa lebih berkonsentrasi. Saat ini para wali murid juga mulai sering bertanya tentang program-program PAKEM pada guru-guru.

Mereka juga membentuk paguyuban kelas dan siap mendukung sekolah secara materi maupun non materi. Nampaknya dengan menyamakan visi dan misi sekolah yang berkenaan dengan pelaksanaan MBS dan PAKEM, Ibu Suhernik beserta para guru merasa didukung para wali murid sepenuhnya.

PURBALINGGA: Berebut Menjadi Murid Sekolah Binaan MBE..!!!

Rasa bangga, senang, haru, dan sedih menjadi satu. Hal itu dialami oleh Bapak Fachmidi Humam Kepala Sekolah SDN 1 Wirasana Purbalingga ketika sekolahnya setelah menjadi binaan MBE banyak calon murid yang mendaftar sebelum masa pendaftaran dibuka. Per tanggal 1 Juli 2006 saja sudah 75 murid yang mendaftar padahal pendaftaran penerimaan murid baru resmi dibuka tanggal 3 Juli 2006. Para pendaftar penerimaan murid baru tidak hanya berasal dari dalam desanya saja bahkan dari luar kecamatan juga banyak.

Bapak Pandi, S.Sos ketua Komite Sekolah SDN 1 Wirasana menyerahkan bantuan 1 buah kelas baru dan keramik kepada Bapak Fachmidi Humam (KS).

Hal ini disebabkan karena kemajuan prestasi, kemajuan manajemen sekolah dan kemajuan kondisi fisik sekolah yang pesat serta peran serta masyarakat (PSM) yang sangat tinggi mendukung kebijakan sekolah setelah menjadi sekolah binaan MBE.

Rasa bangga, senang, dan haru dirasakan bapak Fachmidi Humam karena sekolah yang dipimpinnya itu mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, rasa sedih bapak Fachmidi Humam timbul karena kapasitas sekolahnya hanya mampu menampung 35 murid baru. Bapak Fachmidi Humam kemudian membicarakan hal tersebut ke Komite Sekolah untuk mencari jalan keluar yang akan diambil.

Setelah ada pembicaraan antara pihak sekolah yang dipimpin Bapak Fachmidi Humam dan Komite Sekolah yang dipimpin Bpk Pandi, S.Sos maka jalan keluar yang diambil adalah penambahan ruang kelas 1 menjadi 2 kelas untuk mengantisipasi banyaknya pendaftar murid baru tahun ajaran 2006-2007.

Sumber dana untuk membuat 1 kelas berasal dari bantuan Komite Sekolah bahkan Paguyuban Wali Murid Kelas 4 yang tahun 2006 ini lulus 100% memberi bantuan keramik dan pemasangannya untuk 2 buah ruang kelas. Bantuan ini diserahkan pada tanggal 1 Juli 2006 yang kebetulan dihadiri oleh Bapak Masdjudi (Koordinator Propinsi Jawa Tengah) dan Bapak Umar Samadhy (Konsultan MBE).

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID