|
PURBALINGGA
Pada saat kunjungan dari MBE pusat ke Purbalingga ternyata banyak kemajuan menonjol di sekolah binaan. Beberapa contoh PAKEM dapat dibaca pada hal. 15 - 18.
Di gambar 1 nampak kepala sekolah, SDN Bojong 3, Kec. Purbalingga, Ibu Ruwiyati bersama dua orangtua murid yang biasa membantu di kelas, yaitu Ibu Supriyati dan Bpk Irwanto. Suasana di Kelas 4 terlihat indah dengan adanya pajangan hasil karya siswa.
Ternyata peran masyarakat sangat besar membantu sekolah. Atap sekolah (gambar 2) dibangun masyarakat dengan bantuan Rp.30 juta dari APBD propinsi ditambah Rp.17 juta dari masyarakat dalam bentuk bantuan tenaga dan bahan. Di samping itu WC sekolah yang dilaporkan sedang dibangun dalam edisi Suara MBE sebelumnya telah selesai dan sudah dimanfaatkan siswa. Pada gambar 3 Bpk Muh. Nurhadi, Kepala UPTD, Bpk Sumojo, Kabid Dikdas, Bpk Soepriyanto, Komite Sekolah dan Ibu Ruwiyanti difoto di depan WC baru.
Salah satu sekolah yang menonjol di Kec. Karanganyar adalah SDN 1 Karanganyar. Kemajuan sangat cepat di bawah kepimpinan Kepala Sekolah, Bpk Tohirin difoto berdiri di sebelah kiri pada gambar 4 bersama Pengawas TK/SD, Ibu Siti Fatimah dan Bpk Djureni dari Komite Sekolah.
Salah satu hal yang menonjol adalah lukisan anak. Pada gambar 5 Aan, seorang siswa kelas 5 menunjukkan lukisannya tentang kebersihan - kegiatan kesenian dipadukan dengan kegiatan mata pelajaran lainnya. Pada gambar 6 Ibu guru Kelas 5, Siti Rahayu yang membina bakat seni ini menunjukkan berbagai hasil karya siswanya.
Sekolah binaan yang terpencil di Kecamatan Karanganyar adalah SDN 1 Kalioro yang terletak di ujung jalan aspal. SD ini juga mempunyai kelas jauh, jaraknya satu jam jalan kaki dari SD induknya! Guru dan komite sekolah difoto pada gambar 7 bersama kepala sekolah, Ibu Riyati (keitiga dari kiri).
|
DARI TRENGGALEK : "Kau Tahu yang Kumau"
Fasilitasi Konsultasi.....Sangat Diharapkan
Pada akhir bulan Juni 2006 kemarin Konsultan MBE dari Jawa Timur, Bpk. Abdurrahman As'ari dan Bpk. Arifin Rahman telah berkenan mengunjungi Kab. Trenggalek dalam rangka memberikan pembinaan, penyegaran, dan pengayaan materi kepada para fasilitator daerah. Hampir bersamaan dengan Konsultan MBE dari Jakarta, Bpk. Toto Purwanto juga mengunjungi Trenggalek dalam rangka monitoring manajemen kabupaten.
|
Pak Arifin, memberikan bimbingan kepada para peserta, pada Refreshing Fasilitator di UPK Trenggalek, 26 Juni 06
|
Pada kegiatan pengayaan materi fasilitator Pak As'ari dan Pak Arifin memberikan materi-materi yang sangat berbobot dan aplikatif mencakup: Teknik fasilitasi dalam pelaksanaan pendampingan pembelajaran PAKEM / MBS; skenerio pembelajaran dengan PAKEM; teknik merancang dan membuat skenario untuk penyelenggaraan pelatihan di daerah.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti fasilitator tetapi juga menyertakan perwakilan guru/kepala sekolah dari sekolah binaan yang kebetulan di sekolah tersebut tidak ada fasilitatornya. Dari hasil refleksi peserta ternyata sudah lama mereka mengharapkan adanya kegiatan seperti ini dan berharap ini akan terjadi secara berkelanjutan. Mereka juga berharap agar sekolahnya bisa dikunjungi sehingga seluruh guru bisa berkonsultasi langsung dengan para konsultan.
|
Konsultasi Tim Teknis MBE Kabupaten dengan Pak Toto di BAPPEKAB Trenggalek, 29 Juni 06
|
Lain lagi dengan yang dialami Pak Toto, kedatangan beliau selama 2 hari di Trenggalek yang dimaksudkan untuk pengumpulan data monitoring manajemen kabupaten justru dimanfaatkan oleh Tim Teknis MBE Kabupaten untuk menggelar acara konsultatif, sehingga menyita setengah hari dari hari pertama Pak Toto.
Pada pertemuan yang dihadiri seluruh anggota Tim Teknis dari lintas sektor ini dibahas berbagai kendala program yang telah disusun, maupun rencana program yang lain dalam rangka memperbaiki manajemen pendidikan di Kab. Trenggalek (penyusunan RIPP, penyelenggaraan pengimbasan MBS-PAKEM ke Kec.
Karangan & Durenan, Lokakarya Unit Cost & Formula Funding, dan strategi memasukkan rekomendasi pemetaan ke RKPD 2007). Melihat dari antusiasme dan manfaat yang diambil nampaknya kegiatan fasilitasi konsultatif semacam ini perlu lebih diintensifkan.
|