|
MALANG: SDN Wonokerso 3 Pakisaji
Kebersamaan yang sinergis antara SDN Wonokerso 3 dengan Program MBE menghasilkan perubahan yang menggembirakan, diantaranya:
MBS: Kepala sekolah menjalankan prinsip-prinsip kepemimpinan yang demokratis dan terbuka. Semua keputusan sekolah dilakukan dengan musyawarah dan melibatkan guru, komite dan paguyuban kelas; memberi keleluasaan kepada guru untuk mengem-bangkan profesionalitas; memberi keleluasaan kepada paguyuban kelas untuk mengatur keuangan-nya, dan berpartisipasi dalam pembelajaran, bahkan dalam pengelolaan koperasi sekolah sepenuhnya diserahkan kepada guru bersama paguyuban.
PSM: Keterlibatan masyarakat semakin bervariasi, yaitu piket rutin harian, membersihkan dan mempercantik ruangan kelas, mengelola katering sekolah, membantu proses pembelajaran di kelas, menghimpun dana untuk membeli ATK dalam pembelajaran PAKEM, yaitu dengan iuran sukarela Rp. 200 per hari, mengelola ekstrakurikuler komputer, dan menyelenggarakan pertemuan rutin (arisan) sebulan sekali bersama komite sekolah.
PAKEM: Perubahan yang mencolok yang terjadi pada siswa akibat pembelajaran dengan PAKEM adalah: siswa semakin kritis dan kreatif dalam memecahkan suatu soal/masalah, misalnya jika diberi satu soal, siswa sudah bisa menemukan lebih dari satu jawaban; rasa kebersamaan antar siswa semakin terjalin, karena dalam pembelajaran hampir selalu dilakukan kerja sama dengan teman. Selain itu dengan kerjasama, siswa semakin terpupuk rasa tanggung jawabnya, semakin berani mengungkapkan pendapat atau menanyakan pendapat temannya.
Kegiatan Rutin: Kekompakkan warga sekolah semakin meningkat, misalnya dilakukan sholat dhuhur berjamaah untuk siswa kelas IV s.d. VI; setiap pukul 06.00 - 07.00 dilakukan baca Al-Qur'an dilanjutkan sholat Dhuha secara bergilir mulai dari kelas I s.d. VI.
Tempat Berkunjung: Dengan perubahan yang konstruktif itu, SDN Wonokerso 3 sering kedatangan tamu untuk studi banding dan magang. Dengan banyaknya kunjungan itu, menjadikan guru-guru SDN Wonokerso 3 tidak cepat berpuas diri, sebaliknya dijadikan cambuk untuk berkreasi lebih baik lagi.
Gambar 1: Bpk Dori Susanto, guru kelas 4 mempunyai kelas yang menarik dan indah.
Gambar 2: Ibu Juniati, guru kelas 5 dan fasilitator daerah IPA difoto bersama siswanya, Sita, Fitra dan Kali di depan pajangan kelas dan di sebelah perpustakaan kelas.
|
Gambar 3 & 4: Guru kelas 1, Ibu Sri Winarsih adalah fasilitator daerah untuk kelas awal. Hanya sebagian anaknya pernah belajar di TK. Meskipun demikian hampir semuanya sudah mampu membuat tulisan dengan kata-kata sendiri. Contoh tulisan di gambar 1 ditulis seorang anak yang belum pernah masuk TK.
|