Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MADIUN: Kiat SMPN 11 Membangun Image yang Baik

Di bawah kepemimpinan Ibu Endang Liliek Utami, SMP Negeri 11 Kota Madiun mengembangkan suatu kiat dalam rangka mengembangkan sekolahnya agar menjadi sekolah yang lebih baik.

1. Program 7K (Ketertiban, Keindahan, Kebersihan, Keamanan, Kekeluargaan, Kerindangan, dan Kedisiplinan). Program ini dimaksudkan agar siswa mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang baik. Berperilaku sopan, tidak membuang sampah sembarangan, selalu menjaga kebersihan lingkungan, kedislipinan, dan lain-lain adalah aspek-aspek yang dikembangkan di program ini.

Setiap bulan akan ditetapkan kelas yang menjadi Juara 7K dan mendapatkan tropi bergilir. Tropi dipajangkan di kelas sebagai simbol kemenangan karena telah berusaha menjaga ketertiban, keindahan, keamanan, kekeluargaan, kerindangan dan kedislipinan di kelasnya.

2. Pajangan Rewards and Punishment. Pada papan Rewards, selain nama siswa dibuat kolom-kolom tempat memajangkan tanda bintang sebagai tanda keberhasilan siswa. Aspek positif siswa juga diperhatikan, misalnya paling awal berinisiatif mengajukan pertanyaan.

Demikian pula dengan papan Punishment. Kalau guru melihat munculnya aspek negatif dari siswa, misalnya membuat kegaduhan di dalam kelas, maka tanda bola akan ditempelkan oleh guru di papan punishment di samping nama siswa.

3. Pajangan setiap siswa di kelas. Dengan dibuatkan pajangan yang menarik dan penataan yang bagus suasana kelas menjadi lebih menyenangkan. Ibu Endang Lilik berpikiran bahwa dengan siswa yang mayoritas berasal dari pinggiran Kota Madiun, siswa membutuhkan kegiatan yang lebih nyata.

Menulis, menggambar, berdiskusi, kerajinan tangan merupakan langkah awal untuk mengembangkan potensi siswa. Dan dengan dipajangkannya hasil kerja siswa dapat menumbuhkan rasa percaya diri siswa.

4. Pembuatan Rencana Pembelajaran Mingguan. Sebagai antisipasi agar guru lebih siap mengajar, setiap minggu guru diminta membuat rencana pembelajaran selama seminggu ke depan untuk diperiksa oleh Kepala Sekolah.

Aktifitas ini tidak hanya untuk memenuhi administrasi mengajar, tetapi lebih untuk mengembangkan kapasitas guru agar lebih memahami belajar siswa aktif. Kepala sekolah memberikan umpan balik dan koreksi terhadap RP yang dibuat guru dan menawarkan bantuan bagi guru yang memiliki kendala.

5. Menggalakkan MGMPS. Forum musyawarah guru mata pelajaran di sekolah dikembangkan sedemikian rupa agar Guru di SMPN 11 memiliki forum untuk membahas kesulitan ketika mengajar.

Menurut Bu Endang, dengan menerapkan berbagai program seperti di atas, maka ketertiban, keindahan, kebersihan, keamanan, kekeluargaan, kerindangan, dan kedisiplinan di sekolah dapat lebih mudah diwujudkan dan menjadikan sekolah terkesan bagus dan menyenangkan.

BANYUMAS: SDN 2 Kalisalak Naik Peringkat

Prestasi akademik sekarang masih dijadikan tolok ukur kemajuan sekolah. Sehingga sekolah akan sangat bangga bila prestasi akademik anak didiknya meningkat. SDN 2 Kalisalak sebagai salah satu sekolah binaan MBE di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas mengalami kemajuan yang luar biasa dilihat dari hasil ujian akhir siswa kelas 6. Pada tahun 2005, dilihat dari hasil ujian, SDN 2 Kalisalak mendapat peringkat 16 dari 39 jumlah SD/MI se-Kecamatan Kebasen.

Ibu Siti Mariyah dan guru

Dan prestasi tahun ini menjadi tahun kebanggaan seluruh warga SDN 2 Kalisalak, karena peningkatan prestasinya menjadi peringkat 4. Kerja keras Kepala Sekolah Ibu Siti Mariyah dan guru (foto atas), dan seluruh warga SDN 2 Kalisalak membuahkan hasil yang sangat bagus.

1. Prestasi akademik tidak ketinggalan. Satu demi satu prestasi akademik siswa mendapat pengakuan. Tampak di gambar ketika siswa berfoto bersama Kepala Sekolah sebagai Juara Umum English Contest (Tropi bergilir Ketua DPRD Kota Madiun) Tahun 2006 ini.
2. Thomas Adven Bimo ketika presentasi di salah satu pembelajaran Biologi.
3. Laporan keuangan dipajangkan secara terbuka. Ditempelkan di dinding masuk sekolah, laporan keuangan dipajangkan berjejer dengan RAPBS sekolah. Tujuannya agar siapa saja yang berkepentingan dapat melihat dan melakukan koreksi.
4. Operasi Semut. Untuk mendukung Program 7K, setiap hari Jum'at ada gerakan operasi semut yaitu setiap siswa harus memungut sampah paling sedikit 5 untuk dibuang ke tempat sampah. Dengan aksi seperti itu sekolah selalu bersih dan menyenangkan.
5. Ibu Endang Lilik Utami di hari Jum'at dengan tumpukan Rencana Pembelajaran yang siap dikoreksi. Dari hasil koreksi, di hari Senin Bu Endang Lilik sudah siap memberi umpan balik untuk guru.

Kunjungan Dari Depdiknas Jakarta

Pada tanggal 1 Juni 2006, Ibu Harina Yuhetty, Staf Ahli Mendiknas Bidang Mutu Pendidikan bersama dengan Bapak Yusufhadi Miarso, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta telah berkenan berkunjung ke sekolah binaan MBE yaitu SDN 03 Kanigoro dan SMPN 1 Madiun.

Kunjungan tersebut sebagai bahan kajian tentang prakasa sekolah dalam meningkatkan mutu proses pendidikan. Pihak sekolah menyatakan merasa sangat beruntung telah mendapat bantuan dari MBE karena mempermudah meningkatkan mutu belajar siswa. Pihak yang berkunjungpun menyatakan kagum dengan usaha-usaha yang telah dilakukan sekolah.

Bapak Yusufhadi Miarso

Bapak Yusufhadi Miarso ketika melihat langsung pembelajaran di kelas awal. Beliau mencatat seluruh proses yang terjadi di kelas.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID