Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MALANG: Peserta Diklat Belajar di Sekolah Binaan MBE

Pada tanggal 4 September 2006, Badan Diklat Kab. Malang menyelenggarakan pelatihan untuk perwakilan Kepala Sekolah SD seluruh Kecamatan di Kab. Malang (33 Kecamatan). Salah satu kegiatannya adalah studi banding ke sekolah binaan MBE, yaitu SDN Kendalpayak untuk mengkaji pelaksanaan MBS, PSM, dan PAKEM.

Peserta Diklat sangat antusias

Atas kiri: Peserta Diklat sangat antusias dan senang melihat pelaksanaan PAKEM, karena mereka memperoleh banyak pengalaman baru yang bermakna bagi peningkatan kualitas pembelajaran
Atas kanan: Paguyuban kelas SDN Kendalpayak Kec. Pakisaji menjadi sumber informasi bagi Kepala Sekolah tentang Peran Serta Masyarakat. Banyak peserta yang kagum dengan dedikasi paguyuban dalam membantu pembelajaran, juga dengan banyaknya model partisipasi masyarakat yang telah diterapkan di sekolah.


Paguyuban kelas SDN Kendalpayak

PURWOREJO: Semarak Pelatihan sekolah non MBE.

Satu tahun program MBE telah berjalan di Kabupaten Purworejo. Banyak perubahan terjadi di sekolah-sekolah mitra MBE. Kemajuan sudah semakin dirasakan, baik itu untuk MBS, PSM, dan PAKEM. Gaung telah terdengar oleh sekolah-sekolah non target di kabupaten. Mereka sangat ingin mengerti dan merasakan bagaimana pembelajaran PAKEM.

Pelatihan PAKEM secara mandiri

Atas: Pelatihan PAKEM secara mandiri SMPN 10 Purworejo. Bpk Suyatno, paling kiri, guru SMPN 10 yang telah mengikuti pelatihan PAKEM (peserta undangan) Program MBE, sangat aktif di sekolahnya dalam mensosialisasikan PAKEM)
Bawah: Bp. Agus Wiwoho Suryo, fasilitator mapel IPS (belakang) sedang mengamati guru peserta pelatihan yang sedang praktik mengajar dan diamati guru lain. Dalam pelatihan PAKEM kali ini mengambil topic "Kasus Lumpur Panas Lapindo" sebagai materi sumber belajar untuk 5 mapel pokok yang dilatihkan.


Bp. Agus Wiwoho Suryo

Dinas Pendidikan sendiri juga aktif dalam memanfaatkan aset daerah, yaitu fasilitator daerah yang telah dilatih dan dibekali dalam hal memfasilitasi pelatihan. Apalagi dengan diadakannya sosialisasi Peraturan Mendiknas No. 22-23 yang di dalamnya memuat bahwa pendekatan dalam KBM adalah dengan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Dengan begitu sudah menjadi keharusan di sekolah. Dari realitas di atas, mulai sekarangpun fasilitator sudah sibuk dengan permintaan untuk memfasilitasi pelatihan di sekolah-sekolah non mitra MBE.

Selama ini yang sudah melakukan pelatihan secara mandiri adalah: seluruh MTs baik negeri maupun swasta se-kabupaten Purworejo, pelatihan untuk guru-guru IPA SD yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, kemudian permintaan pelatihan dari SMPN 10 Purworejo, pelatihan untuk SD/MI dan MTs/SMP di bawah lingkungan Lembaga Ma'arif NU. Dan yang baru saja dilaksanakan di bulan September adalah Pelatihan untuk seluruh SMP Muhammadiyah se-kabupaten Purworejo.

BANYUWANGI: PSM dan DUDI semakin peduli

Hampir semua sekolah binaan MBE di kabupaten Banyuwangi khususnya Peran Serta Masyarakat dan Dunia Industri (DUDI) semakin menonjol. Meskipun ada kebijakan sekolah gratis hal ini tidak menyurutkan PSM dan DUDI untuk tetap berkiprah di sekolah. Di SDN 7 Jajag wali murid lewat paguyuban kelas merasakan manfaatnya langsung bahwa putra-putrinya semakin terangkat prestasi akademik dan non akademiknya.

SDN 1, SDN 5 Jajag, SDN 1, 2 Kepatihan dan beberapa sekolah yang lain masyarakat selalu menjadi sponsor utama kegiatan keagamaan, hari besar nasional dan perpisahan sekolah dengan memberikan bantuan tenaga, dekorasi, kostum dan lain-lain sehingga sekolah tidak lagi merasa berat di era sekolah gratis.

1. Di SMPN 1 Banyuwangi salah satu produsen roti membuka stand di pintu masuk sekolah.
2. Orang tua tidak lagi merasa canggung membantu guru dikelas di SDN 7 Jajag.
3. Salah satu penerbit menyerahkan LCD proyektor di SDN 4 Penganjuran.
4. Piagam Komitmen keikutsertaan masyarakat dalam memajukan sekolah, SDN Temenggungan. Kelurahan, alumni, dan tokoh masyarakat terbukti sangat efektif.

Piagam Komitmen

SMPN 1 Banyuwangi membuka pintu untuk DUDI turut membantu sekolah, disini beberapa perusahaan memberikan bantuan dana dan berbagai sarana penunjang penerimaan siswa baru seperti map, spanduk dll.

Lain lagi di SDN 4 Penganjuran salah satu penerbit "Tiga Serangkai" memberikan bantuan LCD proyektor karena paling banyak bukunya digunakan. Juga berkerjasama dengan Telkom yaitu pelatihan internet gratis untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 serta bantuan seperangkat komputer.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID