Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

TRENGGALEK: Komitmen Daerah Untuk Pengembangan Program MBE

Sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah terhadap Program MBE, pada tahun 2006 ini Pemkab Trenggalek telah mengupayakan pengembangan Program MBE ke kecamatan lain diluar kecamatan binaan MBE. Pada tahap I, di tahun anggaran 2006 ini telah diselenggarakan Pelatihan MBS-PSM dan PAKEM di Kecamatan Karangan dan Durenan. Pembiayaan kegiatan ini sepenuhnya berasal dari APBD Kabupaten.

Pelatihan MBS-PSM di kecamatan Karangan diselenggarakan pada tanggal 18-19 September 2006, sedangkan di kecamatan Durenan pada tanggal 20-21 September 2006. Di masing-masing kecamatan pelatihan ini diikuti oleh 75 peserta dari 23 sekolah SD, MI, SMP, dan MTs ditambah para 5 orang Pengawas dan 1 orang Kepala UPK. Masing-masing sekolah terdiri dari unsur KS, Guru, dan Komite Sekolah.

Sangat menarik bahwa di Kecamatan Karangan ada 4 Sekolah lain yang mengikuti pelatihan secara mandiri (swadana) sehingga total peserta mencapai 87 orang. Lain lagi di kecamatan Durenan, di mana setelah selesai pelatihan Bpk Kepala UPK, Bambang Trisunu, telah mengumpulkan para KS untuk menyepakati diadakannya Pelatihan MBS-PSM ini secara mandiri (swadana) bagi sekolah-sekolah yang belum mendapat kesempatan mengikutinya. Direncanakan akan diselenggarakan akhir bulan November 2006.

Bapak Sayekto
Para Fasilitator berkenalan

1. Bapak Sayekto, Kepala Dinas P & K membuka Pelatihan MBS-PSM di Kecamatan Karangan (Nampak: Bpk Gandhi, Ketua Tim Teknis MBE selaku pimkeg dan Bpk Suwarno, Ka UPK).
2. Para Fasilitator berkenalan bersama sebelum memulai Pelatihan di Kecamatan Durenan.
3. Para peserta yang asyik diskusi dan menggali potensi.
4. "Behind the scene" Pak Arifin, mendampingi para fasilitator dalam Rapat Persiapan sehari sebelum pelatihan.

Para peserta asyik diskusi
^Behind the scene^ Pak Arifin

Pada Pelatihan ini para pelatih ada-lah dari 12 orang Fasilitator Daerah dengan didampingi seorang Konsultan MBE, Bpk. Arifin Rahman. Dari refleksi peserta, ternyata mereka sangat antusias dan senang sekali dengan teknik pelatihan yang dibawakan oleh MBE (PAKEM). Materi yang berbobot dan tajam, suasana menyenangkan, ada penghargaan terhadap pengetahuan, pemikiran dan karya peserta.

Dengan tulus mereka menyatakan "angkat topi" untuk para Fasilitator pelatih. Untuk pelatihan PAKEM di kedua kecamatan tersebut telah dijadwalkan tanggal 20 s/d 25 November 2006. Pada tahun 2007 nanti dimungkinkan pengimbasan ke kecamatan non binaan ini semakin banyak (bisa 4 kecamatan).

Hal ini bila dilihat dari RKPD Kab. Trenggalek Tahun 2007 yang mencantumkan kegiatan Pengembangan Program MBE ini dengan indikatif anggaran jauh lebih besar (dua kali lipat) dibanding anggaran tahun ini. Diharapkan komitmen Pemerintah Daerah Kab. Trenggalek ini akan tetap konsisten sehingga Program ini dapat mengimbas ke seluruh kecamatan yang ada (total 14 kecamatan).

BANYUWANGI: Expo karya siswa (PAKEM) seluruh Kabupaten

PAKEM di kabupaten Banyuwangi sudah menggema diseluruh wilayah baik kota maupun desa. Belum lama ini Dinas Pendidikan mengadakan Expo karya siswa (PAKEM) dalam rangka peringatan hari pendidikan nasional di kantor dinas pendidikan kabupaten. Pada kegiatan ini seluruh UPTD yang berjumlah 24 kecamatan diwajibkan untuk menampilkan karya siswa dari hasil pembelajaran PAKEM.

Expo yang dibuka sekretariat daerah ini sangat menarik khalayak yang menyaksikan, berbagai pertanyaan berkaitan model pembelajaran PAKEM ini Karya siswa yang banyak menampilkan hasil kreasi siswa ini terlihat dibuat dengan kata-kata sendiri dan sangat original. Kegiatan ini akan menjadi agenda tetap Dinas Kabupaten dalam rangka memotivasi dan menghargai sekolah dalam menerapkan PAKEM.

Sebanyak 24 kecamatan se-kabupaten Banyuwangi menampilkan hasil PAKEM siswa. Banyak karya yang menjadi inspirasi siswa lain untuk berkarya lebih baik.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID