Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

JAWA TENGAH: Prestasi Sekolah Mitra MBE

Prestasi sebuah sekolah selama ini banyak dikaitkan dengan kemampuan sekolah menjuarai sebuah lomba, nilai UN/UAS, jumlah lulusan yang diterima di sekolah favorit, kemegahan gedung, pendidikan para guru, dll. Prestasi yang menjadi kriteria sekolah-sekolah dianggap berhasil dan favorit adalah jumlah lulusan yang diterima pada sekolah favorit dan jumlah lomba yang dimenangkan. Sekolah-sekolah tertentu banyak meraih prestasi tersebut dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas dan pemerintah sebagai sekolah yang baik. Hal itu jarang diraih oleh sekolah mitra MBE.

Siswa belajar sejarah

Atas: Siswa belajar sejarah dengan sosiodrama. Siswa membaca naskah sejarah, menyusun skenario dan mempraktikkannya sendiri. Guru tidak lelah, siswa senang, dan tujuan tercapai dengan maksimal.
Bawah: Suasana kelas yang kaya informasi. Setiap saat siswa dapat memajangkan karya terbaik, mencari informasi, dan memanfaatkannya melalui kegiatan membaca, mencatat, diskusi nonformal

Suasana kelas

Prestasi sekolah sangat jarang dikaitkan dengan keaktifan siswa belajar, kreativitas siswa dan guru, keterlibatan anggota masyarakat dalam KBM, keterlibatan stakeholder dalam pengawasan pelaksanaan kegiatan di sekolah, suasana yang menyenangkan di perpustakaan dan sekolah, dan pemanfaatan semua fasilitas sekolah untuk kepentingan siswa. Sekolah mitra MBE banyak meraih prestasi ini, namun tidak mendapatkan pengakuan dari masyarakat luas dan pemerintah sebagai sekolah yang baik.

Beberapa sekolah mitra MBE berusaha meraih kedua prestasi tersebut. SD Ambalresmi 1 dan 2, Kebumen telah membuktikan kemampuan meraih dua prestasi tersebut. Kini prestasi kedua sekolah tersebut telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan pemerintah sebagai sekolah yang berprestasi.

Berikut ini prestasi yang diraih oleh SD Ambalresmi 1 yang dikelola oleh Bapak Ristanto dan dibantu Ibu Handayani: Juara 1 Lomba Catur tingkat Provinsi Jawa Tengah, Juara 3 Lomba Karya Ilmiah Guru tingkat Propinsi Jawa Tengah; Juara 1 Lomba Cerdas Cermat, Lomba Membaca Puisi, Lomba Geguritan, Lomba Menyusun LKS, dan Lomba Dokter Kecil tingkat Kabupaten Kebumen; Juara 2 Lomba Kreativitas Komputer, Lomba Kinerja IPA, Lomba Guru Berprestasi, dan Lomba Kreativitas Guru tingkat Kabupaten Kebumen.

Hal semacam itu juga terjadi di daerah lain, seperti: Pati (beberapa guru berprestasi tingkat kabupaten berasal dari SD mitra dan SD fasilitator), Purworejo (guru berprestasi berasal dari fasilitator dan sekolah mitra); Sukoharjo (MIN menjadi wakil Jateng ikut lomba sekolah sehat); Kab. Semarang (siswa berprestasi berasal dari SD mitra).

Sekolah MBE di Jakarta Berkembang

Tujuh sekolah di Jakarta Pusat telah dibantu MBE bersama DBE sejak awal tahun 2006. Kunjungan Menteri Luar Negeri AS ke MI AL Ma'muriyah telah dilaporkan dalam edisi Suara MBE yang lalu. Di bawah ini ada beberapa cerita dan gambar dari berbagai sekolah binaan lainnya.

SDN Joharbaru 29
Pendopo sekolah dibangun masyarakat

Pajangan kelas

Pajangan di setiap kelas

SDN Cikini 01

Di SDN Joharbaru 29 PAKEM berjalan lancar, kreativitas anak berkembang pesat dibandingkan sebelum PAKEM (gambar 1). Model pajangan kelas mengindikasikan bahwa PAKEM berjalan dengan baik. Peran serta masyarakat sampai membuat struktur dan rak pajangan. Pendopo sekolah dibangun masyarakat (gambar 2) dan diresmikan oleh Camat. Pimpro adalah orang tua murid. Total dana 46 juta dari peran serta masyarakat.

Di MI Al Fallah jumlah murid seluruhnya 132 orang aktivitas kelas dalam pembelajaran terus meningkat. Mereka juga punya pajangan kelas (gambar 3). Di SDN Kebon Sirih 01 PAKEM sudah berjalan dan ada pajangan di setiap kelas (gambar 4). Di SDN Cikini 01 permainan RAMSAR dengan dadu dan ular-tangga menjadi pembelajaran IPS (gambar 5).

PURBALINGGA: PAKEM Menyebar di Kecamatan Binaan

Untuk menindaklanjuti keingintahuan guru-guru SD/MI tentang PAKEM di wilayah UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Purbalingga dan Kecamatan Karanganyar, dijawab dengan melaksanakan desiminasi pelatihan di seluruh sekolah SD/MI non binaan MBE wilayah kecamatan Purbalingga dan Karanganyar. Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara bergantian masing-masing selama 3 hari pada tanggal 19-24 Juli 2006.

Kepala Dinas P & K

Kepala Dinas P & K Kab.Purbalingga sedang membuka pelatihan desiminasi PAKEM di Kecamatan Karanganyar

Peserta pelatihan desiminasi di kecamatan Purbalingga berjumlah 203 orang guru dari seluruh SD Negeri dan SD Swasta non Binaan di lingkungan UPT Dinas P & K Purbalingga, sedangkan pe-serta pelatihan desiminasi di kecamatan Karanganyar berjumlah 294 orang guru dari seluruh SD/MI non-binaan di lingkungan UPT Dinas P & K Karanganyar.

Pelatihan desiminasi ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas P & K Kabupaten Purbalingga dan merupakan hasil kerjasama dari MBE dengan UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Purbalingga dan Karanganyar dengan dana swadaya dari sekolah-sekolah non binaan MBE.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID