Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

Peserta dalam pelatihan desiminasi sekolah non binaan MBE di dua kecamatan kelihatan sangat antusias mengikuti sesi demi sesi pelatihan yang dipandu oleh para Konsultan MBE yaitu Bapak Masdjudi, Bapak Andreas, dan Bapak Umar yang dibantu oleh 12 Fasilitator MBE Purbalingga. Bahkan dalam pelatihan ini nuansa kekeluargaan sangat terasa tanpa adanya perbedaan antara guru sekolah negeri, guru swasta, dan guru MI. Semua berbaur menjadi satu tujuan dan keinginan untuk memajukan pendidikan di sekolahnya masing-masing.

Suster Maria Detta

Atas: Suster Maria Detta KS SD Pius bersemangat melakukan pengamatan sumber belajar bersama guru lain. Indahnya bunga kebersamaan!
Bawah: Bapak Abdul Basir (fasilitator) sedang mengamati kerja kelompok guru-guru kelas matematika di Karanganyar.

Bapak Abdul Basir

PURBALINGGA: Sekolah MBE dapat bantuan dari APBD

Sebagai salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Purbalingga terhadap sekolah binaan MBE di Purbalingga, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga pada tanggal 16 September 2006 memberikan bantuan dana total Rp. 40.000.000,- untuk 20 sekolah binaan MBE yang diharapkan bisa digunakan untuk membantu membeli sarana pajangan siswa, papan manajemen dan alat peraga pembelajaran sederhana.

Bantuan ini diserahkan oleh Kabid DIKDAS melalui staf DIKDAS bapak Kasir secara langsung kepada seluruh Kepala Sekolah Binaan MBE di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga.

Masing-masing sekolah binaan MBE menerima Rp.2.000.000,-. Bantuan dana ini memang sangat diharapkan oleh para Kepala sekolah binaan MBE untuk melengkapi kebutuhan akan papan pajangan siswa, papan manajemen dan alat peraga pembelajaran sederhana.

SITUBONDO: Sains Class di SDN 2 Wringin Anom

Kepala sekolah, guru, dan Komite SDN 2 Wringin Anom salah satu sekolah binaan MBE di Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo melakukan berbagai inovasi termasuk salah satu program yang namanya Sains Class.

Munculnya ide Sains Class berawal dari rapat sekolah. Adanya keinginan dari Kepala Sekolah dan Guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Adanya laboratorium yang merupakan sumbangan bangunan bagi sekolah korban banjir dan juga tersedianya alat-alat praktik IPA yang merupakan hibah bagi sekolah binaan SEQIP akhirnya muncul ide mengadakan Sains Class.

Sains Class ini diperuntukkan khusus mata pelajaran IPA untuk siswa kelas tiga, empat, lima dan enam dengan memanfaatkan laboratorium yang didesain menjadi sebuah kelas. Pola pelaksanaannya dengan cara Moving Class, yaitu ketika pelajaran IPA semua siswa di kelas tersebut pindah ke kelas IPA. Dengan Moving Class diharapkan memberi suasana baru kepada siswa sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar.

Kepala Sekolah SDN 2 Wringin Anom

Atas: Kepala Sekolah SDN 2 Wringin Anom mensosialisasikan rencana " Sains Class "
Bawah: Siswa kelas VI mengidentifikasi " Sifat - Sifat Magnet "

Siswa kelas VI

Dan hal tersebut benarlah ada-nya, siswa lebih senang dan termotivasi untuk belajar IPA. Tanpa di komando, ketika jam pelajaran IPA mereka bergerak sendiri ke kelas IPA dan juga produk belajar yang dihasilkan siswa lebih kreatif dan bervariatif. Hal tersebut terbukti ketika salah seorang siswa mampu menjuarai Olimpiade IPA tingkat kecamatan dan akhirnya juga lolos sebagai salah seorang wakil dari kabupaten Situbondo pada Olimpiade IPA tingkat propinsi Jawa Timur.

Terlaksananya program "Sains Class" di SDN 2 Wringin Anom tidak terlepas dari dukungan Komite Sekolah. Wali murid menyediakan prasarana yang dibutuhkan, berupa meja siswa terbuat dari bahan jati sebanyak delapan buah, 35 kursi plastik, dan sebuah papan white board beroda.

AYO... RAMAI-RAMAI MENENGOK RADIO PENDIDIKAN

Radio Pendidikan di SDN Baron 1, Magetan merupakan bukti dukungan pihak komite sekolah dalam pelaksanaan program pendidikan. Radio pendidikan ini pada awalnya beroperasi dalam jangkauan gugus sekolah se-kecamatan Magetan, dan diharapkan dalam waktu dekat wilayah siarannya bisa menjangkau se-kabupaten Magetan.

Media ini merupakan produk wali murid. Adapun tujuannya adalah (1) sebagai media pembelajaran anak menjadi presenter atau penyiar radio; (2) secara umum sebagai media informasi pendidikan dan pembelajaran dan khususnya informasi terkait dengan kegiatan sekolah, baik terkait dengan siswa maupun wali murid; (3) ingin membangun sekolah percontohan di lingkungan kabupaten Magetan dalam hal pengembangan PSM; dan (4) sebagai hiburan dalam mengiringi belajar siswa.

Radio Pendidikan di sekolah dasar ini telah diresmikan oleh Bpk Drs. Soetikno, MM selaku Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Magetan. Acara peresmian ini terlaksana bersamaan dengan agenda pelepasan siswa kelas 6 pada tanggal 29 Juni 2006 bertempat di halaman SDN Baron 1 dan 2.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID