Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

MADIUN: Membiasakan Siswa Membaca

SMPN 6 Madiun mengadakan membaca senyap setiap minggu empat kali pada pagi hari, dimana seluruh siswa dan guru membaca selama 10 menit. Bahan bacaan tergantung pada siswa. Antara lain mereka membaca buku perpustakaan, koran, majalah dan buku yang dibawa dari rumah.

Setelah mereka membaca, mereka membuat jurnal untuk merekam refleksi mereka tentang bacaan. Di bawah ini adalah foto Ibu Ida, fasilitator MBE untuk Bahasa Indonesia yang juga guru di SMP 6 dan menjadi motor program ini. Beliau sedang ikut siswi-siswi membaca.

Ibu Ida

MADIUN: Pembelajaran Lintas Mata Pelajaran

Pembelajaran di MI Islamiyah 03, Madiun menarik dan hasil karya siswa bermutu. Dalam pelajaran Bahasa Indonesa anak telah membuat peta perjalanan mereka ke sekolah, serta menjelaskan perjalanan tersebut. Mereka juga menggunakan berbagai simbol di peta untuk menunjukkan berbagai gedung dan tempat - seperti di peta cetak. Pembelajaran ini merupakan pembelajaran lintas mata pelajaran. Di samping belajar Bahasa Indonesia anak juga belajar keterampilan IPS dan Matematika dalam pembuatan peta tersebut.

Safinaz Ulfa

Safinaz Ulfa, siswa kelas 6 bersama gurunya Ibu Emmy Rothana menunjukkan peta per-jalanan ke sekolah di papan pajangan.

Pembelajaran Bahasa Inggris yang Bersifat Komunikatif

Banyak guru yang telah bertanya, 'Bagaimana pembelajaran Bahasa Inggris supaya anak mampu berbahasa Inggris?'
Percakapan yang ditulis siswa Jawaban kami selalu bahwa pembelajaran harus dipusatkan kepada keterampilan komunikatif. Daripada latihan struktur bahasa lebih baik anak dibiasakan berbicara dan menulis Bahasa Inggris dengan makna.

Guru sebaiknya jangan terlalu peduli apakah bahasanya baik dan benar yang penting artinya dapat dimengerti! Di sebelah kanan ada percakapan yang ditulis siswa kelas 6 di MI Islamiyah 03, Madiun, sebagai contoh yang baik pendekatan komunikatif.

MAGETAN: SMP Banyak Memanfaatkan Nara Sumber

SMPN 1 Maospati, Magetan sangat mengesankan dalam banyak hal. Kepemimpinan yang positif dari kepala sekolah dan dukungan yang kuat dari masyarakat bersama komitmen tinggi dari guru-guru menghasilkan pendidikan yang bermutu untuk para siswa-siswi.

Hal ini nampak antara lain dalam kekayaan sumber belajar yang dimanfaatkan supaya pembelajaran menarik dan bermakna.

Pada saat kunjungan kami ke sekolah nara sumber dimanfaatkan di tiga kelas yang berbeda.

Pada saat kunjungan ke SMP 1 Maospati nara sumber dimanfaatkan di tiga kelas yang berbeda
1. Nara sumber dari Puskesmas menjelaskan kepada siswa tentang reproduksi
2. Seorang nara sumber lainnya menjelaskan tentang wayang
3. Seorang polisi menayangkan video tentang narkoba


MAGETAN: Anak Menulis Refleksi

Dalam upaya membiasakan anak untuk mengemukakan pendapatnya, serta untuk mendapat umpan balik tentang pembelajaran, banyak guru sudah minta kepada siswa untuk menulis refleksi pada akhir pembelajaran.
Contoh dari kelas 5
Refleksi tersebut sering sangat menarik, dan mudah-mudahan diperhatikan gurunya! Di atas kanan ada contoh dari kelas 5, SD Selosari 2, Magetan.

SITUBONDO: Belajar Pada Kambing? Siapa Takut!

Berfikir tentang judul tulisan ini, sepintas orang akan merasa aneh. Masak sih belajar pada kambing? Tapi tidak untuk siswa-siswi kelas 3 SDN 2 Wringin Anom kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Mereka senang ketika pagi-pagi berkunjung ke kandang kambing milik masyarakat yang tinggal di dekat sekolah. Bau kotoran, pesing air kencing tak dihiraukan oleh mereka.

Belajar Pada Kambing

Apa yang mereka pelajari?

Mereka belajar Sains tentang "Ciri-ciri makhluk hidup". Mengidentifikasi dan menemukan sendiri ciri-ciri makhluk hidup.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID