Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

ACEH: Kunjungan Perdana di Aceh Besar

Kabupaten Aceh Besar merupakan daerah binaan baru dari MBE, Namun dalam umur yang masih sangat muda salah satu SD dalam wilayah tersebut mendapat kunjungan dari Congres AS berserta Keluarga. Kunjungan Wexler dan keluarga ke SD Perumnas Neuheun pada tgl 4 Agustus 2006, merupakan kunjungan pertama dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Mereka melakukan interaktif dengan siswa serta melakukan pengujian pada magnet dalam pelajaran IPA di Kelas 6. Dalam proses pembelajaran ini istri dan anaknya Bpk Wexler bersama siswa melakukan percobaan magnet.

Ny. Wexler

Ny. Wexler melakukan Uji Coba Magnet dengan Siswa di SD Perumnas Neuhen

MBE Membantu Tim Appraisal dari Finlandia

Dalam rangka penilaian awal kelayakan proyek penguatan bahasa asing untuk pesantren yang diajukan Departemen Agama, pemerintah Finlandia mengirimkan Tim Apraisal yang bekerja mulai tanggal 23 sd 31 Agustus 2006 di 4 provinsi, yakni DKI, Jawa Barat, Jawa Timur, dan NTB.

Karena Tim ini membutuhkan pendamping lokal, MBE "meminjamkan" seorang konsultannya, Supriyono Koes H, untuk menjadi anggota Tim Appraisal. Tim Appraisal ini terdiri atas empat orang dengan ketuanya John Horgan.

Untuk mengetahui perkembangan pesantren dan kebijakan pendidikan di Indonesia, tim mengunjungi dan bertanya-jawab dengan direktur-direktur di lingkungan Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional.

Selain itu, tim juga mengunjungi 10 pondok pesantren di tiga propinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan NTB dan berdialog dengan pimpinan, ustad, dan santri pondok pesantren untuk mengetahui kebutuhan riil laboratorium bahasa dan kondisi faktual pondok pesantren di Indonesia.

Salah satu rekomendasinya tim memandang bahwa penguatan bahasa belum cukup hanya dengan pengadaan alat-alat laboratorium bahasa, tetapi harus ditindaklanjuti dengan pelatihan guru yang memadai.

Kunjungan Sekolah Bogor Ke Batu dan Blitar

SDN Papandayan 1, 2, dan 3 Kota Bogor, melakukan studi banding dengan berkunjung ke sekolah binaan MBE di Kota Batu dan Kab. Blitar. Rombongan terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, dan Komite didampingi oleh Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Bogor - Bpk. Ade, Kepala UPTD Bogor Tengah, Bpk.Tatang, Pengawas, dan Kepala TU. Pada Rabu 11 Oktober, mereka berkunjung ke SDN Punten 1 dan SDN Tulungrejo 4, Batu. Dalam kunjungan ini para peserta melihat langsung bagaimana sekolah mengembangkan MBS, PSM, dan PAKEM.

Mereka melihat langsung guru-guru membuat perencanaan serta melaksanakan PAKEM dengan bukti-bukti adanya banyak pajangan siswa yang kreatif. Ada hal yang menarik pada waktu kunjungan tersebut, yaitu pada waktu pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 4B di mana anak-anak belajar menulis pengumuman.

Seorang siswa bernama Leikha Putri menulis pengumuman tentang himbauan kepada siswa-siswa kelas 1 sampai 6 untuk membersihkan kelasnya masing-masing karena akan dikunjungi oleh tamu dari Bogor (Gambar 3).

Setelah kunjungan, para peserta berdiskusi dengan Kepala Dinas P dan K Kota Batu, Ibu Mistin, beserta Kabid P dan P, Kepala sekolah, Guru, Komite dari SDN Punten 1 dan SDN Tulungrejo 4, serta Kepala UPTD dan Pengawas.

Dari diskusi tersebut banyak pengalaman-pengalaman dari Kota Batu yang akan dibawa untuk diterapkan oleh sekolah-sekolah Bogor. Kunjungan ke SDN Babadan 1 dan SDN Tangkil 1, dilaksanakan keesokan harinya.

Hadi Suwono

Guru-guru dari Bogor

1. Hadi Suwono (konsultan MBE) sedang menjelaskan tentang "Big Book" di kelas 1 SDN Tangkil 1 kepada Pengawas wilayah Bogor Tengah (Ibu Wiwin)
2. Guru-guru dari Bogor melihat langsung bagaimana Ibu Nuraini merencanakan dan mengelola PAKEM di kelas 4 SDN Tulungrejo 4.
3. Leikha Putri dengan hasil karyanya didampingi oleh Ibu Heni guru kelas 4 SDN Punten 1.
4. Pengumuman kunjungan tamu dari Bogor - ditulis siswa kelas 4B


Leikha Putri dan Ibu Heni

Pengumuman kunjungan tamu

Dari hasil diskusi kunjungan Staf Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, pengawas, Komite, dan Guru-Guru sangat tertarik pada kemajuan sekolah-sekolah yang dibina MBE. Hal-hal yang dapat dipelajari dan akan diterapkan adalah:

  • Peran serta Dinas Pendidikan dalam mendukung kemajuan sekolah

  • Peran serta Komite dan paguyuban kelas dalam memajukan sekolah, melengkapi sarana sekolah dan kelas

  • Pengembangan PAKEM didukung kegiatan KKG

  • Penyusunan RIPS (Rencana Induk Pengembangan Sekolah) dan RAPBS yang partisipatif.

  • Transparansi RAPBS

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID