|
Strategi yang dilakukan Dinas Pendidikan adalah :
Rapat penyusunan Unit Cost dan Klasifikasi Sekolah 3 kali yaitu pada Bulan Febuari, Juni, dan Juli 2006 yang menghasilkan Unit Cost untuk SD/MI Rp. 27.903, SMP/MTs Rp. 45.208, untuk SMA/MA/SMKK/STM masih dalam proses,
Klasifiksi sekolah dengan Indikator yang telah ditentukan (sarpras, jumlah siswa ketenagaan, kegiatan sekolah, PSM, manajemen sekolah, out put) dibagi menjadi 3 bagian yaitu : Klasifikasi A (Sekolah yang diharapkan), Klasifiasi B (Sekolah Standar), dan Klasifikasi C (sekolah dengan Pelayanan Minimal)
Dari kedua hal tersebut di atas, maka perlu ditentukan penarikan biaya maksimal (SK Bupati) yang diperbolehkan dalam rangka memenuhi rasa keadilan masyarakat.
|
|
PATI: Program Pengawas TK/SD Kecamatan Jakenan
Dalam rangka peningkatan kualitas guru SD di jajaran Dinas Pendidikan Kecamatan Jakenan, Pengawas TK/SD (Foto kanan: Pengawas TK/SD Bpk Karwi dan Ibu Sumiyati Kepala Sekolah SD Sembaturagung) melakukan berbagai strategi dan kegiatan antara lain :
Mensponsori terbentuknya Fasilitator Kecamatan (12 Guru yang berasal dari sekolah Binaan MBE) dan 12 Guru dari Sekolah Imbas langsung berperan dalam peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Jakenan
Fasilitator Kecamatan diberikan penambahan pemahaman tentang dan pendampingan yang efektif bersama-sama dengan Fasilitator dari kecamatan lain setiap bulan sekali yang dilatih langsung oleh Fasilitator Kabupaten
Fasilitator Kecamatan diberi tugas melakukan pendampingan di gugus (KKG) dibantu guru dari sekolah binaan dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama (Foto bawah: Guru sedang diskusi tentang Pembelajaran ).
|
PURWOREJO: Lokakarya Penyusunan RIPS-RAPBS
Tanggal 12 September 2006, di Aula KPRI "Nasib" kecamatan Butuh dilaksanakan Lokakarya Penyusunan RIPS-RAPBS untuk seluruh sekolah mitra MBE Kabupaten Purworejo. Meskipun dalam Pelatihan MBS 1 telah ada materi mengenai RIPS-RAPBS, akan tetapi kenyataan di lapangan banyak sekolah khususnya SD yang belum mempunyai RIPS, dan untuk SMP kebanyakan RIPS hanya focus untuk kepentingan School Grant saja, belum merupakan RIPS terpadu dari program sekolah.
Begitu juga dengan penyusunan RAPBS masih ada beberapa RAPBS yang belum sesuai dengan RIPS. Lokakarya RIPS-RAPBS dipandu langsung oleh fasilitator daerah (Bpk Kukuh Ujiyanto, Bpk Bambang Sriyanto, Ibu Suhartati dan Ibu Wahyu Heniwati) dengan didampingi oleh Konsultan dari Jakarta, Bpk Edy Priyono dan Bpk Bagus Priambodo untuk memberikan dukungan (back up) jika ada kesulitan atau masalah yang dihadapi fasilitator.
|
Dalam lokakarya ini, peserta berlatih dalam hal:
Pemetaan Kesenjangan dan Identifikasi Pemecahan Masalah: dengan harapan sekolah mampu melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri tentang "di mana posisi sekarang, ke mana hendak menuju", serta apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan berdasarkan kondisi aktual saat ini.
|
|
|
Ibu Suhartati sedang mendampingi SDN Rowodadi dalam penyusunan skala prioritas dari progam-program sekolah.
|
|
Analisis SWOT; agar sekolah mampu melihat faktor-faktor yang ada di dalam (internal) maupun di luar (eksternal) sekolah yang mendukung atau menghambat upaya pencapaian tujuan melalui alternatif pemecahan masalah yang telah diidentifikasi dalam langkah sebelumnya.
Pemilihan Prioritas; sekolah diharapkan dapat menentukan skala prioritas atas program-program yang telah disusunnya, mana yang harus dilakukan segera dan mana yang bisa menunggu beberapa waktu, mana yang harus dilakukan secara terus-menerus, dan mana yang hanya sesaat.
Penyusunan RAPBS; tujuannya supaya sekolah mampu menyusun anggaran untuk membiayai berbagai program yang telah disusun sebelumnya (RAPBS yang terkait dengan RIPS), serta merencanakan sumber-sumber pendanaan bagi sekolah.
Sekolah diajak untuk berpikir "terbalik" dibandingkan yang selama ini dilakukan, yaitu dari "membelanjakan uang berdasarkan jumlah uang yang diterima" menjadi "mencari dan membelanjakan uang dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan sekolah".
Sebagai tindak lanjut dari lokakarya ini adalah penyusunan RIPS-RAPBS di sekolah masing-masing yang akan didampingi oleh fasilitator daerah untuk ikut sharing membantu jika ada masalah-masalah yang ditemukan di lapangan.
|
MAGETAN: Kunjungan Kabupaten Pasuruan
Peserta diklat calon kepala sekolah dari Kabupaten Pasuruan melakukan kunjungan ke sekolah binaan MBE Kabupaten Magetan. Dalam kunjungan itu, peserta didampingi oleh para tutor dari Dinas Pendidikan, dan PEMDA Kabupaten Pasuruan dengan jumlah rombongan sebanyak 42 peserta. Beberapa peserta difoto (di bawah) pada saat penyambutan oleh Bpk Sutikno, Kepala Dinas Pendidikan.
Kunjungan ke sekolah binaan tersebut dilakukan pada tanggal 14 September 2006. Peserta kunjungan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengunjungi beberapa sekolah binaan MBE antara lain:
SMPN 1 Maospati, SDN Magetan komplek, SDN Baron 1, SDN Magetan 1 dan SDN Selosari. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk memperoleh informasi tentang manajemen sekolah binaan MBE, serta untuk mengetahui secara langsung pelaksanaan pembelajaran.
|