Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

CERITA LAIN DARI DAERAH

BANDA ACEH: MIN Rukoh Dibangun PLN

Salah satu sekolah binaan MBE dan DBE di Banda Aceh yang telah kena tsunami adalah MIN Rukoh. Sejak pulang dari studi banding ke Probolinggo pada bulan Januari 2006 sekolah telah berubah total. dilaksanakan dengan baik di semua kelas, serta ada pajangan hasil karya anak yang bermutu di setiap kelas.

MBS dan PSM sudah berjalan dengan baik dan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dipajangkan secara umum. Oleh karena kemajuan tersebut MIN Rukoh telah dipilih sebagai tempat penandatanganan Nota Kesepakatan antara, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan program DBE dan MBE pada bulan Mei.

Tetapi kepala sekolahnya, Ibu Ummiyani masih kesal karena gedung sekolah masih banyak kerusakan dampak tsunami, termasuk satu kelas yang roboh sama sekali. Sudah banyak LSM dan donor yang pernah berkunjung ke sekolah dan mempertimbangkan untuk membangunnya kembali. 'Tetapi,' kata Bu Umi, 'Mereka tidak pernah kembali ke sekolah setelah melihat.'

Namun, setelah penandatanganan MOU di MIN Rukoh salah satu unsur PLN membaca ceritanya dalam koran, dan langsung datang melihat sekolah. Dia minta melihat ke kelas dan kaget melihat pembelajaran. 'Begitulah pembelajaran di sini!,' kata beliau. Dia tanya tentang rencana pembangunan sekolah. Ibu Ummiyani menunjukkan RPS yang dibuat sesudah pelatihan MBS oleh DBE 1, yang sudah meliputi rencana pembangunan sekolah.

Pembangunan MIN Rukoh

Pembangunan MIN Rukoh oleh PLN. Ibu Ummi, kepala sekolah, duduk di depan kelas menunggu bangunan selesai!

Hari berikutnya orang yang sama datang lagi, dan langsung menyatakan, 'Saya sudah kembali. Apakah kelas bisa dikosongkan hari ini? Kami siap membongkar gedung sekolah mulai besok!' Ibu Ummi kaget, tetapi senang. Pihak sekolah langsung mengosongkan ruang-ruang kelas dan pindah ke lokasi MTsN dan MAN yang berdekatan.

Enam ruang kelas, ruang guru dan kantor sedang dibangun PLN. Dua ruang kelas lainnya akan dibangun IAIN dan kantin sekolah akan dibangun Dinas Pendidikan, Banda Aceh. Akhirnya ada Happy Ending!

MADIUN: Pajangan yang Berbiaya Rendah

Kalau masuk ruang kelas di SDN Kanigoro 3, Madiun, keindahan pajangan hasil karya siswa pasti akan menarik perhatian. Padahal pajangan yang indah tidak harus berbiaya mahal. Guru-guru di SD Kanigoro 3 menggunakan bahan bekas, yaitu kalender, dalam menyusun pajangan tersebut.

PURWOREJO: Kepala UPTD Biasa ke Kelas

Peran pihak pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung sekolah untuk melakukan pembaharuan. Kami telah melaporkan dalam edisi Suara MBE sebelumnya beberapa contoh dari daerah termasuk Probolinggo, Pacitan, dan Banyumas, di mana kepala UPTD sangat mendukung dan mendorong sekolah-sekolah supaya maju.

Ternyata daerah-daerah yang baru bergabung dengan program MBE pada tahun 2005 tidak mau ketinggalan. Di kecamatan Kutuarjo Kepala UPTD sering turun ke sekolah untuk memantau kemajuan.

Bpk Sasmito Adi

Bpk Sasmito Adi, Kepala UPTD, Kecamatan Kutoarjo mengamati anak kelas 1 di SD1 Kutoarjo sedang menyesuaikan kata dengan gambar.

PURWOREJO: SMPN 5 Semakin Mantap

Satu tahun telah menjadi binaan MBE, SMPN 5 Purworejo semakin terasa saja manfaat kerjasamanya. Apalagi setelah mengikuti pelatihan II, guru-guru semakin memahami lebih banyak esensi dari pendekatan pembelajaran model PAKEM. Kalau pada awalnya pesimis, karena di SMP tidak semua guru mengikuti pelatihan, namun saat ini tidak lagi.

Manfaat dari berbagai kegiatan MBE seperti pelatihan, pendampingan yang sudah dilakukan fasilitator di SMPN 5, membuat sekolah ini bertekad untuk lebih berbenah diri dan meningkatkan kinerja dan peran masing-masing komponen sekolah seperti kepala sekolah, guru, komite dan bahkan siswa-siswanya.

Adanya respon yang sangat positif dari Ibu Esti Wardani sebagai kepala sekolah, membuat guru-guru semakin mantap untuk belajar dan melaksanakan PAKEM. Begitu juga dalam ide-ide dan sumber belajar, guru dan siswa semakin kreatif untuk menemukannya. Sehingga belajar tidak hanya terpaku pada buku paket dan berkutat di dalam kelas saja.

Siswa kelas 9

Seperti pada gambar di sebelah atas, siswa kelas 9 sedang belajar di luar kelas yaitu mapel IPA mengenai "seleksi alam". Waktu kegiatan tersebut kebetulan pada siang hari di mana panas matahari terasa menyengat. Akan tetapi dengan pembelajaran yang menyenangkan, membuat siswa merasa asyik untuk belajar di luar kelas.

Direktur Program MBE

Ketika sekolahnya dikunjungi oleh Direktur Program MBE (Bpk Stuart Weston), Ibu Esti Wardani selaku KS SMPN 5 Purworejo sempat berdiskusi mengenai program-program sekolah yang telah direncanakan dalam peningkatan mutu pembelajaran dan kemajuan-kemajuan di SMPN 5 dalam hal MBS, PSM, dan PAKEM.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID