|
Kunjungan Presiden Ke Kegiatan DBE-MBE
Pada Bulan November 2006, setelah rapat APEC di Hanoi, Vietnam, Presiden AS, George Bush dan isterinya Ibu Laura Bush telah mampir di Indonesia untuk bertemu dengan Presiden RI, Bpk Susilo Bambang Yudhoyono dan isterinya, Ibu Ani Kristiani.
Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Bogor, Jawa Barat. Pada tanggal 20 November Presiden AS tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dan diantar naik helikopter ke Bogor, yang suasananya sepi karena sebagian jalan di dalam kota ditutup sejak pagi untuk menjaga keamanan para tamu VIP.
Beberapa pameran diadakan di dalam dan di samping istana oleh pemerintah Indonesia. USAID juga mengadakan suatu event' untuk menunjukkan program pendidikan di Indonesia. Salah satu sekolah binaan DBE, yaitu SD Papandayan 1 dipilih untuk membentuk ruang kelas percontohan di dalam tenda di Kebun Raya Bogor, di sebelah istana.
Dua kelas dibentuk: kelas 6 di mana pelajaran IPA berlangsung dan kelas 2, di mana pelajaran baca-tulis berlangsung. Di kelas dua ada tamu khusus yaitu Elmo, sebagai simbol bantuan USAID dalam mengembangkan program TV 'Sesame Indonesia', yang akan disiarkan nanti pada tahun 2007.
Untuk membantu guru dan kepala sekolah SD Papandayan dalam persiapan, beberapa fasilitator dari daerah MBE dan DBE dibawa ke Bogor. Di dalam kelas yang dibuat dalam tenda Ibu Tati, guru kelas 2 dibantu Ibu Mariaulfah, sedangkan guru kelas 6, Ibu Rumasti dibantu Ibu Silvana dari Sidoarjo, yang bekerja saat ini sebagai staf DBE. Fasilitator dari MBE yang membantu persiapan tersebut adalah: Bpk Kadis (Pati) dan Ibu Sri Wahjuni (Batu). Mereka dikoordinasikan pihak MBE yaitu Bpk Masjudi dan Lynne Hill, serta pihak DBE yaitu Bpk Maskur dan Ibu Jennifer Rose.
|
Kedua presiden dan isterinya, didampingi Menteri Pendidikan Nasional, Bpk Bambang Sudibyo mengunjungi kedua ruang kelas selama lebih dari 40 menit, sambil melihat kegiatan belajar mengajar, dan bercakap-cakap dengan siswa, guru, dan fasilitator. Anda dapat melihat beberapa gambar lagi kunjungan kedua presiden pada halaman belakang.
Evaluasi Akhir MBE
Tim evaluasi MBE terdiri dari empat orang yaitu, David Evans, Michael Thair, Basri Wello dan Rasdi Ekosiswoyo mulai bekerja pada pertengahan bulan Januari 2007 untuk menilai pelaksanaan dan dampak program MBE, serta membuat rekomendasi untuk kegiatan USAID ke depan.
Mereka berkunjung ke 3 daerah di Jawa Tengah (Banyumas, Semarang dan Pati), 3 daerah di Jawa Timur (Batu, Malang dan Probolinggo), serta ke Banda Aceh dan Aceh Besar. Mereka sempat berkunjung ke sekolah binaan dan non-binaan (sebagai pembanding) serta berdiskusi dengan pihak-pihak terkait tingkat kabupaten / kota dan sekolah.
|
Atas: Bpk David Evans berdiskusi dengan pihak sekolah untuk menjaring informasi keberhasilan proyek MBE di Probolinggo.
|
Mereka juga berkunjung ke dua daerah DBE, yaitu Kudus dan Sidoarjo, serta berdiskusi dengan pihak DBE di tingkat pusat maupun daerah. Ternyata mereka terkesan dengan apa yang mereka melihat dan ketahui selama di lapangaan. Menurut penilaian mereka program dikelola dengan baik dan dampaknya jelas di lapangan, baik dalam manajemen sekolah, peran serta masyarakat maupun pembelajaran. Ringkasan laporan dapat dibaca pada halaman 20.
|
MBE Akan Segera Berakhir.....
Program MBE, yang seharusnya berakhir pada bulan Maret 2007, telah diperpanjang USAID selama tiga bulan, dengan menggunakan sisa dana yang masih tersedia. Kegiatan pada tiga bulan ini termasuk pelatihan fasilitator daerah tahap ke-3 dan Aceh pada bulan April, serta Rapat Reviu Terakhir dan Pameran untuk semua daerah mitra di Jakarta pada bulan Mei.
Kami mengucapkan terima kasih dan selamat kepada semua pihak dari pusat maupun daerah yang telah bekerja sama dengan kami dalam rangka program MBE ini. Mudah-mudahan manfaat program tersebut masih akan dirasakan dan dikembangkan pada jangka panjang.
|
|