|
Pengembangan Program MBE. Di Kabupaten Purworejo program MBE telah didiseminasikan ke 71 sekolah, sebagian besar merupakan swadaya sekolah, 22 sekolah untuk SD/MI dan SMP/MTs menggunakan dana APBD yang telah dialokasikan untuk replikasi program MBE. Tahun 2006 kabupaten Purworejo telah mengalokasikan dana APBD untuk replikasi pada 2 kecamatan yaitu Kecamatan Purworejo dan Kecamatan Loano.
Kegiatannya meliputi pelatihan MBS-PSM dan Pelatihan PAKEM. Sekolah juga diajak untuk berkunjung dan melihat langsung pelaksanaan program MBE di sekolah mitra di Kecamatan Kutoarjo dan Butuh. Pada acara Rapat Reviu Daerah telah direkomendasikan bahwa melalui dana APBD, pengembangan program MBE ditargetkan sampai tahun 2009.
BANYUMAS: Kondisi Pembelajaran di Ambang Keberakhiran Proyek
Apa komentar guru-guru sekolah binaan ketika ditanya, bagaimana kesannya terhadap MBE. Mereka sangat berterima kasih dengan apa yang sudah MBE berikan. Pelatihan yang mereka dapatkan sungguh sangat bermanfaat. Hal ini sangat terasa manakala program pemerintah dengan kurikulum barunya, mengharuskan penerapan PAKEM dalam kegiatan belajar mengajar. Guru-guru sekolah binaan MBE sudah tidak asing lagi dengan pembelajaran PAKEM.
Siswanya pun demikian, mereka sudah terbiasa berdiskusi dengan teman dalam satu kelompok, dan sudah dibiasakan untuk selalu aktif dalam belajar. Harapan warga sekolah binaan agar Pemda bisa menindaklanjuti program ini, seperti pengadaan pelatihan. Guru-guru di sekolah binaan merasa bahwa masih sangat perlu diadakan pelatihan-pelatihan lanjutan untuk pengembangan.
SEMARANG: PSM Terus Meningkat di SMP
Dalam masa sekarang ini yang masih santernya isu sekolah gratis, banyak sekolah yang mengeluh bahwa partisipasi masyarakat yang dalam bentuk uang banyak jauh berkurang. Tetapi hal tersebut tidak terjadi di SMPN 1 Ambarawa. Di sekolah ini partisipai masyarakat sangat besar. Hal tersebut terbukti dengan telah tersedianya laboratorium bahasa dan komputer yang merupakan sumbangan dari masyarakat.
Selain hal tersebut, beberapa bulan yang lalu masyarakat juga telah memberikan kontribusi pembelian lahan untuk pengembangan sekolah seluas ±360m. Lahan tersebut, sesuai rencana awal dipergunakan untuk pembangunan Laboratorium IPS dan Matematika. Kedua laboratorium ini di Kabupaten Semarang masih jarang dijumpai.
Atas Kanan: Bp. Antonius Soeprapto di depan Lab. IPS dan Matematika yang baru selesai 90%.
|
PURBALINGGA : Kepala Dinas Pendidikan Ikut Aktif Pelatihan
Ini mungkin hanya terjadi di Purbalingga saja, karena biasanya acara dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten sangat padat. Tetapi Kepala Dinas Kabupaten Purbalingga Bapak Drs Suyitno lain dari lain, beliau tidak mau kalah dengan Kabid DIKDAS Bapak Sumojo, SPd yang selalu ikut aktif dalam semua kegiatan MBE.
Ini mungkin hanya terjadi di Purbalingga saja, karena biasanya acara dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten sangat padat. Tetapi Kepala Dinas Kabupaten Purbalingga Bapak Drs Suyitno lain dari lain, beliau tidak mau kalah dengan Kabid DIKDAS Bapak Sumojo, SPd yang selalu ikut aktif dalam semua kegiatan MBE.
Pada saat ada Pelatihan PAKEM 3 di Kabupaten Purbalingga 16-21 Januari 2007 kemarin Bapak Drs Suyitno didampingi oleh Bapak Sumojo, SPd dan beberapa Pengawas SMP ikut aktif dalam Pelatihan PAKEM 3 di sesi bedah kurikulum.
|
|
|
Beliau secara aktif masuk ke kelompok-kelompok diskusi peserta pelatihan dan memberikan usulan-usulan kepada peserta pelatihan.
|
Paling Atas: Bapak Sumojo, SPd (berdiri baju coklat) Kabid DIKDAS sedang berdiskusi dengan para Fasilitator MBE Purbalingga pada saat persiapan Pelatihan PAKEM 3.
Atas: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Drs Suyitno (baju hitam memakai peci) didampingi Bapak Sumojo, SPd sedang diskusi dengan kelompok peserta Pelatihan PAKEM 3 di Kecamatan Karanganyar.
Bawah: Bapak Drs Suyitno sedang asyik berdiskusi tentang bedah kurikulum dengan peserta Pelatihan PAKEM 3 Kecamatan Purbalingga didampingi Ka.UPT Purbalingga Drs. M.Nurhadi,MM.
|
Walaupun hanya 1 hari ikut di setiap kecamatan binaan MBE akan tetapi keikutsertaan beliau dalam pelatihan PAKEM 3 menambah motivasi dan menambah keseriusan para peserta pelatihan.
Ini dibuktikan sampai akhir sesi pelatihan banyak peserta mengusulkan untuk diadakan pendampingan oleh Fasilitator setelah pelatihan PAKEM 3 selesai agar dalam KBM di kelas para peserta akan lebih mantap lagi.
|
BANYUMAS: SMPN 3 Ajibarang Mengikuti Lomba Wawasan Wiyata Mandala
SMPN 3 Ajibarang salah satu sekolah binaan MBE di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas pada tanggal 15 Desember 2006 mewakili Kabupaten Banyumas dalam lomba Wawasan Wiyata Mandala tingkat Propinsi. Sebelumnya SMPN 3 Ajibarang telah lolos lomba tingkat eks karisidenan Banyumas karena beberapa poin plus yang dimiliki sekolah ini antara lain: tempat duduk yang bervariasi, papan pajangan di dalam kelas, dan maraknya majalah dinding di setiap sudut sekolah.
|
Proses penilaian Wawasan Wiyata Mandala SMPN 3 Ajibarang.
|
Pembelajaran PAKEM yang diterapkan sekolah ini juga menjadi perhatian utama para juri lomba tersebut. Kesemuanya ini berkat binaan MBE yang dengan konsisten dilaksanakan oleh semua guru maupun warga sekolah.
(Oleh Ngatminah, S.Pd, Guru SMPN 3 Ajibarang, Fasilitator Bahasa Indonesia SMP, Kabupaten Banyumas)
|