|
Fasilitator Daerah Jakarta Pusat
|
KEBUMEN: Peran Komite Sekolah Cukup Tinggi
Peran serta Komite Sekolah dua tahun terakhir ini sangat meningkat, rasa tanggungjawab dan rasa memiliki terhadap sekolah sangat tinggi, tak ada lagi tembok pemisah antara sekolah dengan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kegiatan yang mereka lakukan.
Mulai dari anggota Komite mengajar komputer secara rutin, membuatkan proposal RKB, mengajar saat guru harus mengikuti rapat, menyusun RAPBS, melatih kegiatan ekstrakurikuler, dan terakhir adalah ikut serta menjadi panitia dan tenaga pengajar sekaligus imam sholat para siswa di SDN 2 Wonokriyo Gombong.
Semua itu berkat ilmu MBE yang telah mereka terapkan di lapangan. Kompak, Transparan, dan Profesional menjadi motto SDN 2 Wonokriyo Gombong untuk tetap maju. Program kegiatan Sekolah telah disusun bersama dengan Komite Sekolah, Guru, tokoh masyarakat dan stakeholder pendidikan dan dituangkan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dengan mengacu pada Visi dan Misi Sekolah.
Tiga kiat yang telah diterapkan di SDN 2 Wonokriyo menambah rasa percaya stakeholder terhadap kinerja tim sekolah. Laporan Kepala Sekolah pada saat rapat pleno RAPBS tanggal 18 September 2006 sukses dan gemilang.
Di antara stakeholder yang diundang, ternyata ada keluarga Bpk Triyogo, seorang Tokoh masyarakat yang mapan dalam aneka bisnis, dan bersedia menyumbangkan 59 eksemplar buku Juz Amma untuk bacaan pagi dalam komponen peningkatan Iman dan Taqwa.
|
|
Fasilitator Daerah Menjadi Motor Kemajuan
Pada halaman tengah ini ada foto tim fasilitator dari semua daerah MBE. Tim-tim ini dipilih di setiap daerah dari guru, kepala sekolah, dan pengawas. Mereka telah dilatih 3 atau 4 kali untuk menjadi fasilitator pelatihan sekolah dalam hal Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Peran Serta Masyarakat (PSM), dan PAKEM. Di samping melatih guru dan pihak sekolah lainnya, mereka mendampingi guru di dalam kelas untuk mengembangkan pembelajaran yang baik.
Selain membantu sekolah binaan MBE, mereka juga mengembangkan program yang sama di sekolah non-binaan di daerah masing-masing. Apalagi sebagian di antaranya telah diundang melatih sekolah di luar daerahnya, termasuk sekolah di daerah non-binaan di Kalimantan, Nias, Maluku, Aceh, dan Sumatera Barat.
|
Selain itu, ada Bapak Tukiman, seorang pegusaha kaos/konveksi yang notabene tidak memiliki anak yang bersekolah di SDN 2 Wonokriyo. Setelah kami berikan kertas kecil untuk refleksi kinerja sekolah, beliau justru menulis kalimat sbb:
"Untuk yang 19 anak yang kurang mampu, kalau diperkenankan kami bayar tiap bulan Rp. 100.000 dan kami akan bayarkan pada tiap tanggal 10. sekian terima kasih." (Gombong, 18-9-06 Tukiman)
|
H. Salimun S.Ag Pengawas TK/SD memberikan potongan Tumpeng kepada Ka. SDN 2 Wonokriyo yang disaksikan langsung oleh Kepala kelurahan dan komite Sekolah pada acara laporan tahunan dengan walimurid .
|
Kami sangat bangga dan senang kepedulian Bpk. Tukiman, walaupun beliau tidak mempunyai anak, saudara yang sekolah di SDN 2 Wonokriyo. Usaha konveksi beliau juga kami gunakan sebagai sumber belajar. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung program sekolah, semoga hari esok lebih baik.
Oleh Kresniwiyati Kepala SDN 2 Wonokriyo Gombong
|