|
Berangkat dari hal tersebut guru bahasa Inggris SMP di Kota Madiun khususnya yang menjadi binaan MBE mengkaji bersama segala hal terkait dengan UN. Acuan yang kami gunakan adalah Standar Kompetensi Lulusan SMP dan Prosedur Operasi Standar dan dari hal itu dicapai beberapa kesimpulan. Pertama, bahwa pertanyaan UN dalam bahasa Inggris sebagian besar, kalau tidak seluruhnya, adalah soal bacaan.
Oleh karena itu, sebagai kesimpulan kedua, bahwa kompetensi yang harus dikuasai anak adalah kompetensi membaca. Dari kesimpulan tersebut kami memprogramkan pendalaman materi yang merupakan perasaan dari hal-hal yang disebut dalam Ruang Lingkup Materi di atas, yaitu Informasi Faktual, Rujukan Kata, Inferensial, dan Analisa Teks.
Informasi Faktual: Kegiatan dalam mencari informasi faktual ini dimulai dengan mengidentifikasi subyek dan obyek dari kalimat-kalimat yang ada di paragraf yang diberikan. Setelah itu siswa membuat kalimat tanya menggunakan wh-question yang jawabannya adalah subyek dan obyek yang berhasil diidentifikasi. Pengembangan selanjutnya adalah pertanyaan menggunakan kata tanya 'How' dan berbagai variasinya.
Rujukan Kata: Untuk kegiatan ini dimulai dengan meminta siswa menyebutkan dan melengkapi jenis kata ganti (personal & possesive pronoun). Setelah itu siswa diminta mencari kata ganti yang ada di bacaan, dan dilanjutkan mencari rujukannya. Pada kesempatan ini ungkapan-ungkapan yang biasa digunakan untuk menanyakan rujukan kata dikenalkan, seperti "what does 'it' line ... refer to?" atau "'its' in line ... refers to..." dan sebagainya.
Inferensial: Untuk pertanyaan mencari inferensial siswa diberi pertanyaan yang harus menjawab dengan menyimpulkan teks yang dibaca. Syarat untuk keberhasilan kegiatan ini adalah bacaan yang banyak informasi tersirat.
Analisa Teks: Yang dimaksud dengan analisa teks ialah mencari nama jenis teks, tujuan teks, dan bagian-bagian teks. Untuk membelajarkan hal ini, langkah pertama dijelaskan bahwa setiap jenis teks mempunyai tujuannya masing-masing. Setelah itu siswa diberi beberapa teks kemudian diminta menentukan tujuannya masing-masing dari yang telah diterangkan. Dari sini siswa dapat menentukan nama/jenis teksnya.
Selanjutnya siswa dijelaskan bahwa masing-masing jenis teks mempunyai struktur yang berbeda, misalnya untuk teks Recount terdiri dari orientasi, sequence of events (event 1, event 2, dst). Aktifitas siswa selanjutnya diminta untuk mengidentifikasi bagian-bagian teks-teks yang disajikan.
Demikianlah hal-hal yang telah kami lakukan untuk membekali siswa dalam menghadapi UN khusunya bahasa Inggris. Kami berharap dengan cara ini hasilnya akan lebih baik. Terlebih bila semua pihak memberikan dukungan yang memadai.
Oleh Bambang Ari Sugianto,Guru dan Fasilitator Bahasa Inggris, Madiun
|
PASURUAN: Gebyar PAKEM di Madrasah
Berdasarkan pengamatan selama mengikuti pelatihan tampak bahwa guru Madrasah masih perlu mendapatkan perhatian khusus. Tetapi pada kegiatan pendampingan, ternyata pengamatan selama pelatihan keliru.
Lembaga madrasah sadar betul bahwa perubahan pembelajaran di lembaganya harus segera dilakukan jika ingin tetap dapat bersaing dengan siswa dari lembaga yang lain. Gambaran di atas dapat dilihat pada MI Negeri Mandaranrejo dan MTs Nurul Islam di Kec. Bugul Kidul (MI dan MTs binaan MBE).
Kedua Madrasah tersebut mempelopori pergeseran paradigma yang sedang berlangsung sekarang ini. Mereka menjadi inisiator untuk pembaharuan khususnya bagi Madrasah di wilayah kec. Bugul Kidul melalui ide atau gagasan yang mereka terima selama pelatihan PAKEM.
Madrasah bukan lagi lembaga kelas dua, tetapi kedua Madrasah ini mampu mensejajarkan lembaganya dengan sekolah negeri. Banyak perubahan yang dilakukan mulai dari managemen sampai dengan pembelajaran.
|
Atas: Siswa kelas 2 sedang melakukan pengukuran dengan menggunakan alat ukur tertentu
Bawah: Suasana PAKEM telah menjadi keharusan bagi guru di MIN Mandaranrejo
|
|