Managing Basic Education MBE Project Online Supported by USAID
 


ENGLISH LANGUAGE

Ayo, mari kita mendukung Proyek Managing Basic Education

EVALUASI PROGRAM MBE

Seperti di laporkan di halaman depan tim evaluasi MBE mulai bekerja pada pertengahan bulan Januari 2007 untuk menilai pelaksanaan dan dampak program MBE, serta membuat rekomendasi untuk kegiatan USAID ke depan. Mereka berkunjung ke 3 daerah di Jawa Tengah (Banyumas, Semarang dan Pati), 3 daerah di Jawa Timur (Batu, Malang dan Probolinggo), serta ke Banda Aceh dan Aceh Besar. Ini ada laporan kegiatan mereka dari beberapa daerah. Ringkasan laporan dapat dibaca pada halaman 20.

BANYUMAS

Ada Orang Besar ke Sekolah !!!!!!

Begitulah siswa-siswa SDN 3 Kalisalak berseru, ketika ada Tim Independen datang ke sekolah.

Mendekati berakhirnya program MBE, diadakan monitoring khusus oleh Tim Independen ke beberapa daerah binaan. Salah satunya adalah Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan monitoring bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah yang jatuh pada tanggal 29 Januari 2007. Tim terbagi menjadi 2 bagian, yang masing-masing berkunjung ke Kecamatan Binaan, yaitu Kecamatan Ajibarang dan Kebasen.

Tampak pada gambar 1 Bpk David Evans sedang menyapa siswa-siswa di SDN 3 Kalisalak. Bersama Bpk David Evans juga ada Bpk Basri Wello. Tampak pada gambar 2 Bpk Basri sedang mengunjungi salah satu kelas di MI Bentul. Kebetulan pada saat itu sedang ada salah satu anggota paguyuban kelas. Anggota paguyuban ini secara bergiliran datang untuk ikut membantu guru kelas dalam proses pembelajaran.

Seperti terlihat pada Gambar 3 Tim Independen didampingi Bpk Ferdy, konsultan MBE, berdialog dengan anggota paguyuban dan salah seorang guru di SDN 3 Kalisalak.

MALANG

Pada tanggal 13 Pebruari 2007 Tim Monitoring Independen datang ke Malang Gambar 4 menunjukkan Ketua Tim Monitoring Independen, David Evans, sedang mengamati proses pembelajaran di MI NU Wadung. Dengan pendekatan PAKEM, menjadikan siswa kelas III sudah berani mempraktikkan pelajaran bahasa Inggris, dengan mengajak berkomunikasi native speaker yang mengunjungi sekolahnya.

Bpk David nampaknya sangat senang melihat keaktifan siswa dalam belajar. Dengan diterjemahkan oleh Ibu Furaidah, beliau mengatakan: "baru kali ini saya menjumpai suatu madrasah yang bisa menerapkan sistem pembelajaran seperti ini, bahkan yang sangat menakjubkan adalah kemampuan pengelola madrasah dalam mengoptimalkan peran serta masyarakat, sehingga sangat aktif membantu kelancaran pembelajaran".

Di SDN Wonokerso 3 Kec. Pakisaji Kab. Malang, siswa kelas 5, dengan menggunakan Bahasa Inggris telah mampu meminta David Evans untuk berfoto dengannya, bahkan banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang "berat", tidak sekedar: what's your name?, where do you come from?, tetapi juga menanyakan perihal maksud dan tujuan kedatangannya di sekolah, apa posisinya di MBE, dsb...

Gambar 5 menunjukkan, Tim Evaluasi Independen didampingi Kepala Sekolah (Ali Dinar Harahap) melakukan dialog dengan Ibu-Ibu Paguyuban Kelas untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan sebagai wujud partisipasi aktif dalam proses pendidikan di sekolah.

Tim monitoring independen sangat terkesan dengan pengaruh Program MBE di sekolah binaan. Secara langsung tim melihat dan mencermati adanya keaktifan semua stakeholder pendidikan dalam meningkatkan kualitasnya, yaitu Kepala Sekolah mampu menerapkan MBS secara demokratis dan transparan; Guru mampu mengelola kelas dengan lebih kreatif dan konstruktif; Komite Sekolah dan Paguyuban Kelas lebih intensif berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran; dan siswa semakin semangat belajar.

PROBOLINGGO

Dari informasi yang dapat kami terima tim evaluasi sangat puas dengan kinerja dan keberhasilan program di Probolinggo. Bahkan mereka merekomendasikan agar program yang serupa dengan MBE diterapkan pada program lain yang didanai USAID.

ACEH

Gambar 6 pada saat kunjungan ke Aceh.

RTI INTERNATIONAL Managing Basic Education (MBE) USAID